Menjawab Kebohongan Situs IsadanIslam.com Wajibkah Umat Kristen dan Islam Merayakan Natal? - Muslim Says

728x90 AdSpace

Trending
Thursday, January 5, 2012

Menjawab Kebohongan Situs IsadanIslam.com Wajibkah Umat Kristen dan Islam Merayakan Natal?



Sudah menjadi tradisi bagi Kristen, membela dogma gereja adalah hal yang harus dilakukan meskipun harus bertentangan dengan fakta-fakta, bertentangan dengan Alkitab, meskipun harus berbohong berdusta. Dalam hal membela dogma gereja mereka memang no 1 kedustaannya. Hal ini terlihat dalam sebuah situs yang sudah kita tahu kedustaannya yaitu situ IsadanIslam.com mengeluarkan atau menerbitkan tulisan yang berjudul WAJIBKAH UMAT KRISTEN DAN ISLAM MERAYAKAN NATAL?
Sungguh ironis mereka secara jujur mengatakan Natal tidak ada dasarnya dalam alkitab, natal tidak ada perintah untuk merayakannya, dan mereka jujur menuliskan bahwa meskipun tidak ada dasarnya mereka tetap saja merayakannya. Bukan kah ini idiot namanya?
Mari kita lihat apa yang situs IsadanIslam.com Tulis
http://www.isadanislam.com/tanya--jawab/kepercayaan-orang-kristen/190-wajibkah-umat-kristen-dan-islam-merayakan-natal
Pohon NatalKata ”Natal” berasal dari bahasa Latin, artinya ”lahir”. Secara istilah, Natal berarti perayaan hari kelahiran Isa Al-Masih. Baik Injil maupun Al-Quran tidak pernah mencatat tanggal berapa pastinya Isa Al-Masih lahir. Injil juga tidak pernah memerintahkan umat Kristen untuk merayakan Natal.  Walaupun demikian, kenyataanya mereka selalu merayakan Natal setiap 25 Desember.

Perayaan Tanggal 25 Desember di Masa Kerajaan Roma



Pada setiap 25 Desember ada perayaan hari kelahiran Dewa Matahari di Roma. Tanggal ini juga merupakan penutup festival Saturnalia (17-24 Desember) di mana matahari mulai kembali menampakkan sinarnya dengan kuat pada akhir salju. Perayaan tersebut tidak hanya dirayakan oleh orang-orang kafir saja tetapi juga oleh orang-orang Kristen keturunan yang belum bertobat.


Coba perhatikan apa yang mereka tulis diatas. Mereka dengan jujur mengatakan : “Baik Injil maupun Al-Qur’an tidak pernah mencatat tanggal berapa pastinya Isa As lahir” kemudian di bawahnya mereka juga dengan jujur menulis : “Pada setipa 25 Desember ada perayaan hari kelahiran Dewa Matahari di Roma.”

Apa artinya? Mereka dengan jujur mereka itu pengikut berhala, pengagung berhala. Merayakan hari-hari Kelahiran Dewa. Dan jelas mereka dengan jujur mengakui mereka memang penyembah berhala. Betapa bodohnya mereka.
Berikutnya:

Mengapa Natal Jatuh Tanggal 25 Desember?

Kenyataan ini mendorong para pemimpin gereja kala itu mengalihkan penyembahan Dewa Matahari, menjadi perayaan “Matahari Kebenaran” yaitu Isa Al-Masih. Perayaan “Matahari Kebenaran” ini sekarang dikenal dengan sebutan “Natal.”  Sejak tahun 336, secara resmi, perayaan Natal dilakukan setiap tanggal 25 Desember.  Ketentuan ini diresmikan oleh Kaisar Konstantin yang kala itu menjadi lambang Raja Kristen. 
Natal kemudian dirayakan di Anthiokia, Syria pada Tahun 375, Konstantinopel, Turki tahun 380, dan Aleksandria, Mesir (tahun 430).  Kemudian menyebar ke tempat-tempat lain termasuk Indonesia.

Perhatikan apa yang mereka tulis diatas: mereka dengna jujur menyatakan bahwa dulu pemimpn gereja mengalihkan penyembahan Dewa Matahari menjadi perayaan “ Matahari kebenaran” Isa al-masih???
apa artinya? Mereka dengan jujur melestarikan penyembahan Dewa Matahari, melestarikan penyembahan Berhala dengan mengatas namakan Isa As menyembah Dewa Matahari dengan mengatas namakan Yesus. Bukankah ini adalah kejahatan dan kebohongan yang luar biasa.. menipu, mengajak pada kesesatan dengan membohongi bahwa itu adalah kelahiran Yesus atau Isa. Padahal itu adalah Dewa Matahari…
Dan ternyata mereka dengan jujur menyatakan bahwa mereka adalah penyembah berhala sejati. Yang siap berbohong atau pun berdusta demi membela penyembahan berhala mereka. Mari kita perhatikan kedustaan mereka untuk membela penyemabahan dewa matahari mereka.

Situs IsadanIslam.Com Menulis:

Umat Beragama Tidak Keberatan Merayakan Natal Tanggal 25 Desember

Dengan demikian Natal bukanlah perayaan Dewa Matahari.  Natal adalah usaha untuk mengalihkan orang Roma dari perayaan Dewa Matahari ke arah “Matahari Kebenaran” yaitu Isa Al-Masih. Walau orang Kristen dan Islam tidak mengetahui tanggal kelahiran Isa Al-Masih, namun mereka tidak keberatan merayakan kelahiran-Nya pada tanggal 25 Desember.

kata-kata diatas adalah upaya mereka mencari pembelaan atas apa yang mereka lakukan yakni merayakan Dewa Matahari, mencari pembenaran atas apa yang mereka lakukan padahal ini adalah sebuah kebohongan yang nyata. Mengatakan itu adalah kelahiran Isa As atau Yesus, dan merayakannya padahal Isa atau Yesus tidak pernah memerintahkan atau merayakannya.
Kemudian pembohongan berikutnya: Umat beragama tidak keberatan merayakan Natal 25 Desember.. bukankah ini sebuah kebohongan besar???

saya rasa sudah banyak beredar dari tahun tahun larangan sikap tidak menerima akan adanya natal bagi umat beragama, baik kalangan Kristen sendiri maupun luar agama Kristen apalagi Islam.
Sekte Advent menolak Natal 25 Desember, karena merka tahu itu bukan kelahiran Yesus tapi Dewa Matahari.  Beberapa sekte Kristen di Mesir dan Syiria menolak Natal.
Islam sendiri dengan tegas menolak segala bentuk perayaan yang menyebabkan kemusyrikan.. di sini terlihat sekali Situs IsadanIslam.Com mencari alas an untuk pembenaran atas penyembahan dan pengagungan Dewa Matahari yang telah Kristen lakukan.

Padahal kalau kita mau jujur dalam alkitab banyak yang menentang menolak bahkan mengutuk praktek-praktek natal.
Kita akan bahas nanti

Selanjutnya situs IsadanIslam.com melanjutkan kebohongannya dan upaya pembenarannya dengan mencari-cari dan memplintir ayat-ayat al-Qur’an untuk dijadikan pembenaran:

Berita Natal yang Indah di Al-Quran

Hanya satu Pribadi yang diberi gelar “Kalimat Allah.”  Hanya satu yang benar-benar merupakan “Al-Masih.”  Juga hanya satu yang layak disebut “Terkemuka di Dunia dan di Akhirat.” Dialah Isa, Putra Maryam.  Dengan cara demikian Al-Quran dengan gembira memberitakan kelahiran Isa Al-Masih: “Ingatlah, ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al-Masih, Isa putra Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat . . . . ”. (Qs. 3:45).


Masalah terkemuka di dunia dan akhirat sudah banyak terjawab dalam berbagai tulisan muslim. Kemudian juga kalimat, roh dll semua sudah terjawab, hanya saja Kristen memang suka mengulang-ngulang argument padahal sudah terjawab, itu menjadi salah satu ciri bahwa mereka ingkar terhadap kebenaran. Anda bisa cari bantahannya di google dll, cukup banyak yang sudah membahas.
Kemudian lihatlah bagaimana situs IsadanIslam mememlintir ayat-ayat al-Qur’an pada ayat soal kelahiran Isa As.
Padahal ayat ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan natal akan tetap berhubungan akan kelahiran isa yang nantinya akan menjadi seorang nabi Allah. Yang Allah berikan kemuliaan dan derajat yang tinggi tapi ingat derajat tinggi tidak berarti dia Tuhan, tidak berarti dia harus dirayakan kelahirannya kecuali terdapat perintah tegas untuk mrayakannya.
Sekal lagi Kristen tidak punya alas an yang jelas untuk merayakan Natal. Tidak ada perintah, tidak ada contoh dari Isa atau Yesus maupun para murid. Lalu siapa yang Kristen ikuti? Yang mereka ikuti adalah para penyembah berhala, dan itu pasti dan mereka sendiri telah mengakuinya.
Kemdian situs IsadanIslam.com menulis:

Natal Berarti Penjelmaan Sang Juruselamat

Kelahiran Isa Al-Masih ke dunia merupakan titik awal yang penting. Maryam, seorang perawan yang saleh mendapat kehormatan sebagai perantara kedatangan Sang Mesias. Penjelmaan-Nya ke dunia bertujuan memperbaiki hubungan manusia dengan Allah yang semakin buruk oleh karena kesesatan manusia.
Natal merupakan pemberian Allah yang paling besar dan wujud Kasih Allah bagi manusia. Injil, Rasul Besar Yohanes 3:16 berkata, “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya [Kalimat Allah] yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Lihatlah kebohongan Situs IsadanIslam.com. merka sudah mengakui bahwa tanggal 25 desember adalah hari kelahiran Dewa Matahari. Lalu bagaimana ceritanya mereka malah menyebut hari kelahiran dewa matahari dengan penjelmaan sang juruselamat???
Ini kebohongan yang nyata. Mungkin maksud mereka adalah Juru selamat disitu adalah Dewa mataharinya. Bukan Yesus itu sangat cocok.
Lagi menyebut natal adalah pemberian Allah. Mana dalilnya?? Tidak ada, yang ada hanya cerita kelahiran Yesus. Bukan hari natal yang dirayakan, tanggal 25 desember, natal tidak pernah dirayakan oleh yesus tidak pula murid-muridnya. Situs ISAdanISLAM.com memang pintar berbohong dan berdusta sayangnya kedustaan dan kebohongannya mereka ungkap sendiri. Dan mereka sadar mereka sesat tapi mereka bangga dengan kesesatannya.
Kemudian situs IsadanIslam.com menulis:

Semua Manusia Pantas Merayakan Kelahiran Isa Al-Masih

Penjelmaan Isa Al-Masih ke dunia adalah satu-satunya alasan mengapa setiap umat beragama seharusnya merayakan Natal. Kita merayakannya karena Isa Al-Masih yang menjadi Juruselamat manusia pada saat itu hadir di bumi.  Dia mendatangkan sukacita dan damai sejahtera bagi manusia.
Dia datang bukan hanya kepada bangsa atau suku tertentu.  Dia datang membawakeselamatan bagi seluruh umat manusia. Oleh sebab itu, Natal layak dirayakan oleh seluruh manusia, bukan hanya pengikut Isa Al-Masih.


Lagi mereka menunjukan kesestan dan mengajak orang lain untuk ikut sesat bersama mereka. Tidak ada dasar apa-apa, tidak punya dalil, perintah, petunjuk kapan Yesus atau Isa lahir, dan tahu tanggal 25 desember adalah hari Dewa Matahari. Tidak pernah dirayakan pula oleh Yesus dan  para murid, lalu malah berbicara: penjelmaan Isa al-masih ke dunia adalah satu-satunya alasa mengapa setiap umat beragama SEHARUSNYA MERAYAKAN NATAL.
Kebohongan, kesesatan yang nyata, trus mengajak orang lain sesat pula. Dilanjutkan dengan embel-embel Isa datang untuk seluruh bangsa, padahal tidak ada ayanya yang tegas menyatakan demikian yang ada adalah ayat tegas menyatakan Isa atau Yesus hanya untuk bangsa Israel. Kemudian juga ayat yang memerintahkan kepada seluruh bangsa ternyata palsu, apa lagi dasarnya??
Pesan saya untuk admin dan jajaran situs ISADANISLAM.Com  KALAU SESAT JANGAN NGAJAK-NGAJAK ORANG LAIN SESAT.

Lanjut:

Al-Quran dan Alkitab: Isa Al-Masih Masih Hidup!

Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku (Isa Al-Masih), pada hari aku dilahirkan, pada hari aku (Isa Al-Masih) meninggal dan pada hari aku (Isa Al-Masih) dibangkitkan hidup kembali” (Qs 19:33). Ayat di atas menjelaskan, Isa Al-Masih yang telah meninggal telah pula dibangkitkan hidup kembali.
Umat Islam dan Kristen percaya saat ini Isa Al-Masih berada di sorga, karena Injil juga menjelaskan hal yang sama, seperti yang tertulis dalam Injil Rasul Besar Yohanes 3:13 “Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia (Isa Al-Masih)”.
Isa Al-Masih memang sekarang tidak tinggal di dunia lagi sebagai manusia, yaitu secara badani. Ini bukan berarti Dia tidak ada. Dia masih hidup!  Dia ada di sorga saat ini. Dia akan datang pada akhir zaman sebagai Hakim yang Adil yang akan menghakimi seluruh manusia.

Simplenya dalam penafsiran al-Qur’an ada yang menyatakan Isa sudah wafat, dan ada pula yang menyatakan Isa masih hidup. Dan nanti akan turun diakhir zaman untuk membunuh dajjal dan mematahkan salib-salib dsb. Baru kemdian beliau wafat, banyak dibahas di buku-buku berkaitan akhir zaman.
Kita kembali ke masalah, intinya kalau Isa hidup atau sudah mati, emang kenapa? Apakah harus dirayakan??

Dulu YEsus atau Isa ketika masih hidup tidak ada yang merayakannya, para murid saja tidak pernah merayakannya, lah kita dimasa sekarang yagn tidak ada kaitannya sama sekali, kerabat juga bukan, teman juga bukan dll, merayakannya. dan meskipun teman apakah itu harus dirayakan??
kebohongan yang nyata.
Dalam Alkitab tidak ada satupun perintah merayakan kelahiran, seperti ulang tahun dan sebagainya, apa lagi al-QUr’an dengan tegas melarang segala bentuk hal-hal yang bsa membawa kepada kesyirikan, kekufuran, pemborosan, hal-hal yang tidak bermanfaat, apa lagi tasyabbuh (mengikuti jejak orang kafir) melarang pula membuat hal-hal yang bid’ah..
Tidak ada alas an sama sekali merayakan Natal baik Kristen dan Islam.

Selanjutnya Situs IsadanIslam melanjutkan kesesatannya dan tidak henti-hentinya mengajak kepada kesesatan:

Mari, Ikutlah! Rayakan Hari Kelahiran-Nya!

Al-Quran dan Injil memang menjanjikan kedatangan Isa Al-Masih untuk kedua kalinya sebagai Hakim. Namun saat ini kita patut bersyukur, karena Dia menjelma pada Natal bukan sebagai Hakim, melainkan sebagai Juruselamat.
Terimalah keselamatan yang Dia tawarkan.  Keselamatan untuk terhindar dari siksaan kekal api neraka. Bila saudara telah menerima keselamatan itu, maka saudara akan rindu untuk merayakan kelahiran-Nya, merayakan Natal seperti mereka yang telah menerima keselamatan dari Isa Al-Masih.
Layaklah seluruh isi bumi merayakan kelahiran-Nya, sebab Dia adalah Juruselamat Dunia.Keselamatan yang dibawa-Nya berlaku bagi siapa saja yang percaya kepada-Nya.



Ha ha ha..

MARI IKUTLAH BERSAMA KAMI UNTUK MERAYAKAN HARI KELAHIRAN DEWA MATAHARI

Apa yang alkitab katakana berkaitan dengan Natal Kristen harus tau kalau ingin menjadi pengikut Yesus yang setia.
Tidak ada perayaan Natal tanpa pohon Natal. Inilah yang saat ini dirayakan oleh orang-orang kafir dari golongan Kristen setiap tanggal 25 Desember. Padahal, sebagaimana dapat dibaca dari buku-buku sejarah, perayaan Natal dan pohon Natal sudah ada semenjak zaman dahulu kala, jauh sebelum Yesus dilahirkan. Perayaan Natal ini sesungguhnya merupakan tradisi lama dari para penganut penyembah berhala.  

Barulah pada abad keempat Masehi perayaan Natal ini diadopsi menjadi perayaan kelahiran Yesus oleh orang-orang kafir Kristen. Padahal, bukan saja tidak mungkin Yesus dilahirkan pada tanggal 25 Desember, akan tetapi, tanggal 25 Desember itu sendiri diyakini sebagai tanggal lahirnya para berhala (tuhan-tuhan buatan manusia) yang disembah oleh orang-orang kafir pada masa jauh sebelum Yesus.  

Secara tegas, Alkitab/Bibel mengutuk keras perayaan Natal dan pohon Natal, berikut petikan ayat-ayatnya:  
Yeremia 10:2-4:   
"Beginilah 
firman Tuhan: "Janganlah biasakan dirimu dengan tingkah langkah bangsa-bangsa, janganlah gentar terhadap tanda-tanda di langit, sekalipun bangsa-bangsa gentar terhadapnya. Sebab yang disegani bangsa-bangsa adalah kesia-siaan. Bukankah berhala itu pohon kayuyang ditebang orang dari hutan, yang dikerjakan dengan pahat oleh tangan tukang kayu? Orang memperindahnya dengan emas dan perak, orang memperkuatnya dengan paku dan palu supaya jangan goyang." 

Jadi, Alkitab/Bibel sendiri dengan tegas mengutuk keras pembuatan pohon Natal. Mengapa umat Kristen yang mengklaim Alkitab sebagai pedoman hidupnya malah justru menodai firman Tuhannya sendiri?   

HADIAH NATAL


Acara yang paling penting dari seluruh kegiatan Natal adalah "The Christmas Shopping Season - Musim Belanja Natal" yang dilakukan dengan cara membeli dan tukar menukar hadiah. Mungkin banyak orang yang mengecam kami sambil berkata: 

"Bukankah Bibel (Alkitab) telah menceritakan kepada kita untuk ditiru? Lupakah kita kisah 3 orang dari timur yang datang ke Betelhem untuk memberikan hadiah ketika Yesus lahir?" 

Memang, kami mengetahui cerita itu di dalam Alkitab. Tetapi, silahkan anda melihat keterangan kami yang mengejutkan ini. Marilah menengok sejarah asal usul tukar menukar hadiah itu, kemudian kita bandingkan dengan ayat Alkitab. 

Pada Bibliothica Sacra, volume 12, halaman 153-155, kita dapat membaca sebagai berikut: 

"The interchange of presents between friends is alike characteristic of Christmas and the Saturnalia, and must have been adopted by Christians from the Pagan, as the admonition of Tertullian plainly shows." 

"Tukar menukar hadiah antar teman di hari Natal serupa dengan adat agama Saturnalia. Kemungkinan besar, kebiasaan ini diadopsi oleh orang-orang Kristen dari agama Pagan, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang Tertulianus." 

Dari bukti yang jelas ini, ternyata kebiasaan pertukaran hadian sesama teman dan famili pada hari Natal itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan kisah dalam Alkitab tersebut. Acara Natal bukanlah merayakan ulang tahun Yesus Kristus, juga bukan untuk menghormatinya. 

Sebagai contoh, seorang teman yang sangat anda cintai sedang merayakan ulang tahunnya. Bila ingin membahagiakannya di hari kelahirannya itu, apakah anda membeli hadiah untuk teman yang lain? Membeli lagi dan tukar menukar hadiah dengan teman-teman dan kekasih anda, tetapi tidak memberi hadiah apa pun kepada teman yang anda cintai, yang sedang anda rayakan hari ulang tahunnya? Tidakkah disadari keganjilan seperti itu? 

Sebuah kenyataan yang tidak bisa dipungkiri yang selalu dilakukan oleh hampir semua orang di seluruh dunia. Mereka menghormati "sebuah hari" - yang sebenarnya bukan hari kelahiran Yesus Kristus - dengan berbelanja dan membeli hadiah sebanyak-banyaknya untuk ditukarkan kepada teman-teman dan kerabatnya. Dari pengalaman saya selama bertahun-tahun, begitu pula pengalaman para pastur dan pendeta; Apabila bulan Desember tiba, hampir semua orang yang mengaku Kristen lupa memberi hadiah kepada Yesus Kristus yang mereka cintai. 

Desember adalah bulan yang paling sulit untuk menghidupkan ajaran Yesus. Sebab semua orang terlalu disibukkan untuk membeli dan menukar hadiah daripada mengingat Yesus dan menghidupkan ajarannya. Peristiwa melupakan Yesus ini terus berlangsung sampai bulan Januari bahkan Pebruari. Sebab mereka harus melunasi biaya pengeluaran yang dibelanjakan pada waktu Natal . Sehingga mereka sulit mengabdi kepada Yesus kembali sebelum bulan Maret. 

Sekarang, perhatikan apa kata Bibel tentang tiga orang dari timur yang memberikan hadiah kepada Yesus, yang berbunyi sebagai berikut: 

"Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang Majus dari Timur ke Yerusalem dan bertanya-tanya: "Di manakah dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-bintang di timur dan kami datang untuk menyembah dia." Ketika raja Herodes mendengar tentang hal itu terkejutlah ia beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya keterangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya: "Di Betlehem di tanah Yudea, karena demikianlah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau Betlehem, tanah Yudea, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yudea, karena daripadamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umatKu Israel . Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang Majus itu dan dengan teliti bertanya kepada mereka, bilamana bintang itu nampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya: "Pergi dan selidikilah dengan seksama hal-hal mengenai anak itu dan segera sesudah kamu menemukan dia, kabarkanlah kepadaku supaya aku pun datang menyembah dia." Setelah mendengar kata-kata raja itu, berangkatlah mereka.Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat, di mana anak itu berada. Ketika mereka melihat bintang itu, sangatbersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu dan melihat anak itu bersama Maria, ibunya, lalu sujud menyembah dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepadanya, yaitu emas, kemenyan dan mur. Dan karena diperingatkan dalam mimpi, supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain."



HADIAH UNTUK YESUS


Perhatikanlah dengan teliti. Ayat bibel tersebut menceritakan bahwa pada mulanya orang-orang Majus tersebut menanyakan tentang Bayi Yesus yang lahir sebagai Raja Yahudi. Lalu, mengapa mereka memberi hadiah kepadanya? Apakah karena hari kelahirannya? 

Jawabannya adalah "Tidak." Sebab mereka memberi hadiah beberapa hari bahkan beberapa minggu setelah hari kelahirannya. 

Bisakah peristiwa ini dipakai pedoman bagi kita untuk melakukan kebiasaan memberi atau saling menukar hadiah di antara kita? Jelas tidak bisa. Sebab orang-orang Majus tersebut tidak saling menukar hadiahnya, tetapi mereka memberi hadiah kepada Yesus. Bukan tukar menukar hadiah sesama teman atau kerabatnya. 

Mengapa? Silahkan anda membaca buku Adam Clarke Commentary, volume 5, halaman 46 yang berbunyi sebagai berikut: 

"Verse 11. (They presented unto him gifts.) The people of the east never approach the presence of kings and great personages, without a present in their hands. The custom is often noticed in the Old Testament, and still prevails in the east, and in some of the newly discored South Sea Islands ." 


"Ayat 11. (Mereka memberi hadiah kepadanya.) Adalah kebiasaan orang-orang timur, apabila menghadap raja atau orang-orang terkemuka, mereka selalu membawa hadiah. Kebiasaan seperti ini juga tercantum dalam kitab Perjanjian Lama, dan masih berlaku di timur, juga dapat ditemuka di South Sea Islands (Kepulauan Laut Selatan)." 

Dari keterangan Adam Clarke ini, jelaslah bagi kita, bahwa peristiwa tersebut tidak bisa dipakai pedoman atau dikaitkan dengan kebiasaan Kristen baru dengan menukar hadiah kepada temannya untuk menghormati ulang tahun Yesus. Sebaliknya, mereka mengikuti adat orang-orang timur kuno yang memberi hadiah ketika mengharap raja. Mereka mendatangi Yesus, yang lahir sebagai Raja Yahudi. Sebagaimana ratu Sheba (Balqis) membawa hadiah kepada raja Salomo (Sulaiman). Bahkan seperti sekarang ini, para tamu negara pasti membawa hadiah atau cindera mata apabila datang ke White House (Gedung Putih) untuk menemui presiden. 

Jadi kebiasaan menukar hadiah ini bukanlah dari ajaran Kristen, melainkan hanya merupakan pelestarian tradisi lama yang dilakukan oleh orang-orang pagan (penyembah berhala). Di saat menjelang Natal atau Christmas yang katanya untuk menghormati Kristus dan menghidupkan ajarannya, justru orang-orang Kristen bertambah set back (jauh) dari ajaran Yesus.




NATAL MEMULIAKAN TUHAN?


Ada dua alasan yang dipakai dasar oleh orang-orang yang menyelenggarakan Natal , sebagai cara untuk menghormati Yesus Kristus, meskipun mereka mengetahui bahwa perayaan itu warisan kepercayaan Paganisme: 

1. Banyak yang mengajukan alasan: "Walaupun kita tidak mengetahui secara tepat hari kelahiran Yesus, apa salahnya kita memilih hari untuk merayakan ulang tahunnya." 

Kami akan menjawab dengan pasti "Tidak bisa". Sebab dalam Catholic Encyclopedia (Eksiklopedi Katolik) telah dijelaskan: 

"Sinners alone, not saints, celebrate their birthday = Hanya orang kafir, bukan orang-orang suci, yang merayakan hari ulang tahun mereka." 

Perayaan ulang tahun bukan berasal dari agama Kristen, melainkan dari ajaran agama kafir. 

2. Ada pula yang beralasan: "Walaupun Natal itu kebiasaan orang-orang kafir (pagan) yang menyembah dewa matahari, tetapi kita tidak menyembah dewa tersebut, melainkan untuk menghormati Yesus Kristus." 

Tetapi sudahkah kita mendengarkan jawaban Tuhan melalui firmannya yang berbunyi sebagai berikut: 

"Maka hati-hatilah, supaya jangan engkau kena jerat dan mengikuti mereka, setelah mereka dipunahkan dari hadapanmu, dan supaya jangan engkau menanya-nanya tentang tuhan mereka dengan berkata: "Bagaimana bangsa-bangsa ini beribadah kepada tuhan mereka? Aku pun mau berlaku begitu." Jangan engkau berbuat seperti itu terhadap Tuhanmu. Sebab segala yang menjadi kekejian bagi Tuhan, apa yang dibenciNya, itulah yang dilakukan mereka bagi tuhan mereka; bahkan anak-anaknya lelaki dan anak-anaknya perempuan dibakar mereka dengan api bagi tuhan mereka." (Ulangan 12:30-31) 

Tuhan berfirman dengan jelas dalam kitab suciNya, bahwa Dia tidak mau menerima dalam bentuk penyembahan yang menyerupai atau meniru cara penyembahan orang-orang kafir kepada tuhannya. Cara penyembahan seperti itu sangat menjijikkan bagi Tuhan. BagiNya, pemujaan yang demikian itu tidak layak untukNya, melainkan hanya pantas untuk memuja berhala. Sebagaimana yang sering kita dengar, Tuhan melarang kita menyembahNya hanya dengan "menurut kata hati kita sendiri." Yesus telah bersabda: 

"Allah itu Roh, dan barang siapa yang menyembah Dia, harus menyembahNya dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian." (Yohanes 4:24) 

Dan apa yang dimaksud dengan kebenaran itu? Firman Tuhan atau Kitab suci Bibel itulah kebenaran. Sebagainya sabda Yesus yang berbunyi sebagai berikut: 

"Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; FirmanMu adalah kebenaran." (Yohanes 17:17) 

Di Dalam Bibel sendiri, secara jelas Tuhan berfirman bahwa Dia tidak mau menerima penyembahan kepadaNya, dengan meniru cara penyembahan para penyembah berhala. Begitu pula cara yang dipakai untuk mengagungkan dan memuliakan Yesus Kristus. 

Ingatlah sekali lagi, peringatan Yesus yang berbunyi: 

"Percuma mereka beribadah kepadaku, sedangkan ajaran yang mereja ajarkan ialah perintah manusia." 

Natal atau Christmas adalah tradisi dan ajaran manusia, sedangkan ajaran Tuhan telah melarangnya. Selanjutnya Yesus bersabda lagi: 

"Sungguh kamu telah menolak ajaran Tuhan, tetapi kamu mengikuti ajaran tradisimu sendiri." 

Alangkah tepat firman-firman Tuhan yang dilontarkan kepada berjuta-juta orang yang melakukan Natal itu. Mereka mengabaikan ajaran Tuhan. Tuhan melarang pemujaan yang meniru adat kaum kafir penyembah berhala, tetapi dengan senang hati kita melanggarnya. Tuhan berfirman: 

"Janganlah kamu berbuat demikian terhadap Tuhanmu." 

Ternyata hampir semua orang menganggap ringan larangan itu. Atau karena tidak memiliki dasar agama yang kuat, akhirnya mereka mengikuti tradisi kebanyakan orang-orang untuk merayakan Natal . 

Jangan salah! Tuhan membiarkan anda untuk berbuat semaunya dan tidak mengikuti petunjukNya. Tuhan membiarkan kita tenggelam dalam keramaian dan mengikuti tradisi orang-orang. Bahkan Dia akan membiarkan kita berlumuran dosa. Tetapi, Tuhan juga telah memerintahkan kita tentang datangnya hari perhitungan atau pembalasan. Jika kamu menanam, niscaya kamu akan memetik hasilnya. Yesus adalah firman Tuhan yang hidup, sedangkan Bibel adalah firman Tuhan yang tertulis. Dan kita akan diadili sesuai dengan ketetapan yang telah digariskan dalam firman tersebut. Kita pun tidak bisa mengelak dan mengabaikannya.




TANPA DISADARI KITA KEMBALI KE MASA BABILONIA


Christmas atau Natal telah menjadi musim panen para pedagang. Ia menjadi sponsor yang terus dilestarikan oleh perusahaan advertising setiap tahun. Anda selalu melihat Santa Claus yang dipajang di setiap toko. Iklan-iklan menyambut dan mengajak kita untuk merayakan "Beautiful Christmas Spirit". Koran yang selalu menjual iklan, ikut menyemarakkan musim kaum kafir tersebut di tajuk rencananya. Orang yang mudah terbius oleh tradisi ini, akan marah bila ditunjukkan kebenaran dari Tuhan. Padahal "Christmas Spirit = Semangat Natal" yang diselenggarakan setiap tahun itu, bukanlah untuk mengangungkan Kristus, melainkan hanya untuk promosi barang-barang dagangan. Sebagaimana rayuan setan lainnya, ia dikemas sedemikian rupa sehingga tampak seperti "Malaikat Pembawa Terang" yang amat indah. Setiap tahun jutaan dolar dihabiskan begitu saja, sementara ajaran Yesus diterlantarkan. Itulah bagian dari sistem perekonomian Babilonia. 

Sebagaimana yang telah diramalkan oleh Bibel (Alkitab), kita merasa berada di negara Kristen, padahal kita di Babilonia, tetapi kita tidak menyadarinya. Ingatlah pesan Alkitab yang berbunyi sebagai berikut: 

"Pergilah kamu hai umatKu, pergilah dari padanya, supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya." (Wahyu 18:4) 

Oleh karena itu, di tahun ini, daripada jutaan uang tersebut dihambur-hamburkan begitu saja, lebih baik dibelanjakan untuk menunjang pekerjaan Tuhan.





******

Kami sangat menghargai komentar pembaca sekalian, baik saran, kritik, bantahan dan lain sebagainya. 
Bagi pembaca yang ingin berkomentar silahkan untuk login dengan mengklik Login di Tombol Login komentar dan pilih akun yang ingin anda gunakan untuk Login, Bisa dengan Facebook, Twitter, Gmail dsb. 
 peraturan komentar: 
1. komentar pendek atau panjang tidak masalah, baik lebih dari satu kolom juga tidak apa-apa. 
2. komentar menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar tidak berbelit-belit. 
3. tidak menggunakan kata-kata kotor, hujat atau caci maki
4. langsung pada topik permasalahan


Menjawab Kebohongan Situs IsadanIslam.com Wajibkah Umat Kristen dan Islam Merayakan Natal? Reviewed by Muslim Say on 1:13 AM Rating: 5 Sudah menjadi tradisi bagi Kristen, membela dogma gereja adalah hal yang harus dilakukan meskipun harus bertentangan dengan fakta-fakta, b...

7 comments:

  1. mungkin suatu mukjizat alquran knapa Allah tidak mencantumkan tgl kelahiran nabi isa,,,
    sungguh Allah mengetahui segala rencana nya,, terbukti di alkitab pun tidak ada dalil yg menyatakan tgl kelahiran yesus... bayag sekali orang2 barat yg terpaksa atheis baik dari musisi atw pun ilmuan karena meraka befikir dengan akal,,, dan tidak sedikit pula orang2 barat memeluk islam...

    ReplyDelete
  2. kayaknya anda belum pernah melihat perayaan NATAL secara teori memang tgl 24-25 desember itu adalah tgl KALENDER namun gak ada keharusan atau kewajiban atau mendapat hukuman maupun PAHALA bagi kami merayakan apa tidak pada tgl tsb atau tgl yang lain,bahkan tidak dirayakn pun natal tidak dosa brooo,alasan kenapa kalender menulis tgl diatas: menurut hukum taurat BAYI berumur 8 hari baru disunat, dan pada saat yesus berumur 8 hari disitulah DICIPTAKAN kalender MASEHI yaitu tepatnya tgl 1january tahun 0001 jadi jika dihitung mundurkan kurang lebih tgl 24-25 desember kelahiran YESUS, paham

    ReplyDelete
  3. Kok cuma perkiraan, sedang pastinya tanggal 25 selalu di rayakan hari Natal & sdh jadi dogma yg di harus di percayai, sebagaimana ajaran yg saya terima sewaktu masih mengikuti kebaktian hari minggu dulu. Yesus di salib menurut dogma kristen untuk menebus dosa manusia & baru bisa di tebus kalau kita sdh di baptis & percaya pada dogma tersebut. Tetapi kapan tanggal di salibnya, hari di salibnya, bulan di salibnya & tahun di salibnya Yesus ??? Jika agama memang mengajarkan kebenaran & mengajak pada keselaamatan yg hakiki, kenapa ajarannya di penuhi dengan kedustaan ??? Bagaimana jika anda (raja) saya tantang untuk membuktikan kebenaran dogma kristen & kebenaran bibel, sanggup ???

    ReplyDelete
  4. Adalah aneh jika ada yg mengatakan bahwa Islam tdk sanggup menjawab baik itu perorangan atau fans page. Jika memang kalian orang kristen merasa benar, baik itu dogma atau kitabnya,tentu kalian tidak perlu ber-upaya memalsukan kitab kami. Tetapi kenapa kalian masih ber-usaha membuat Al Qur'an palsu & menambah surat" dalam kitab suci Al Qur'an. Tentu kalian tau apa itu kitab The True Furqan susunan pendeta Anis shoros. Sekarang saya ingin bertanya kenapa kalian lakukan hal itu kalau memang dogma kalian adalah ajaran kasih & menjunjung tinggi nilai HAM ???

    ReplyDelete
  5. Apakah Yesus itu Allah? Pemimpin Besar Agama? Apakah Yesus pantas disebut sebagai
    “pemimpin besar agama”?
    Kejutannya, Yesus tidak pernah
    mengklaim diri-Nya sebagai pemimpin
    agama. Dia tidak pernah masuk dalam
    perpolitikan agama atau didorong oleh agenda ambisius dan Dia
    melayani (berkotbah) diluar kerangka
    kelembagaan agama. Ketika membandingkan Yesus dengan
    pemimpin besar agama lain,
    perbedaan besar muncul. Ravi
    Zacharias yang besar dalam budaya
    Hindu, mempelajari agama-agama
    dunia dan mengamati perbedaan fundamental antara pendiri agama lain
    dengan Yesus Kristus. “Apapun yang kita buat terhadap
    klaim mereka, satu realitas tidak akan
    terlewatkan. Mereka adalah guru-
    guru yang menunjuk pengajaran atau
    memperlihatkan jalan tertentu. Dari
    semua muncul perintah-perintah dan cara hidup. Bukanlah Zoroaster yang
    jadi panutan; Zoroaster yang Anda
    dengarkan. Bukan Buddha yang
    membebaskan Anda; Kebebarannya
    yang Agung yang memerintahkan
    Anda. Bukan Muhammad yang mengubah Anda; keindahan Quran
    yang menarik Anda. Kontrasnya,
    Yesus tidak hanya mengajar atau
    menjelaskan pesan-pesanNya. Dia
    identik dengan pesan-Nya.”[5] Kebenaran Zacharias diperjelas
    dengan beberapa kali di Injil pesan
    pengajaran Yesus hanyalah. “Datang
    kepada-Ku” atau “Ikut Aku” atau
    “Patuhi Aku”. Juga, Yesus
    menegaskan bahwa misi utama-Nya adalah untuk mengampuni dosa,
    sesuatu yang hanya bisa dilakukan
    oleh Allah. Tidak ada pemimpin agama besar
    yang pernah mengklaim berkuasa
    mengampuni dosa. Tapi bukan klaim
    itu saja yang memisahkan Yesus dari
    yang lain. Dalam The World’s Great
    Religions, Huston Smith mengamati, “Hanya dua orang yang sangat
    mengejutkan orang pada zamannya
    sehingga pertanyaan yang ditujukan
    kepadanya bukanlah “Siapa dia?” tapi
    ‘Dia itu apa’? Mereka adalah Yesus dan
    Buddha. Jawaban keduanya atas pertanyaan ini bertentangan. Buddha
    dengan tegas menyatakan dia
    hanyalah seorang manusia bukan
    Allah – seakan-akan dia bisa
    memperkirakan belakangan ada
    upaya untuk memujanya. Yesus, disisi lain, mengklaim…. Dia itu Tuhan.”

    ReplyDelete
  6. yakin tuh 8 hari sebelum disunat tanggal 25 desember? kalo diliat ayatnya,bintang bersinar terang di timur,itu tandanya musim panas,padahal desember di israel musim dingin,ga ada benda langit keliatan....dan itu udah di buktiin...jadi klo ada yg ngmg 25 desember,brarti ikut ajaran pagan....

    ReplyDelete
  7. Emang sesat kok gan isadanislam.com, Orang islam yang gk punya tiang agama keras jangan masuk ke web kayak gitu... itu web menjebak orang islam untuk berpindah agama ke kristen... Saya udah baca postingan mereka dan semuanya merujuk ke pembenaran agama kristen (untuk islam) bahwa isa al-masih adalah jalan yang paling benar dan etc, mereka juga mengquote saat masih situs di kop unjung kanan

    Tunjukilah kami jalan yang lurus...(al-fatihah 6)
    Sabda isa kepadanya "Akulah jalan....(Injil, Rasul yahya14:6)

    Mereka sengaja memotong ayat ayat agar secara langsung bahwa Isa Al-Masih adalah jalan mereka yang lurus... cih, kalau bisa hack noh yang kayak gitu... mereka termasuk orang munafik dalam qur-an surat al baqarah ayat 1: 5

    Mereka syetan, mengatakan pada kita bahwa mereka teman kita padahal di belakang mereka mengatakan pada orang yang memusuhi kita aku teman kalian...

    Salam

    ReplyDelete