Menjawab Situs IsadanIslam.com Keselamatan menurut Al-Qur’an dan Injil - Muslim Says

728x90 AdSpace

Trending
Monday, January 9, 2012

Menjawab Situs IsadanIslam.com Keselamatan menurut Al-Qur’an dan Injil



Dalam Artikel ini situs IsadanIslam.com tanpa malu-malu memelintir al-Qur’an  kemudian disambungkan dengan Alkitab sebagai pembenaran Dogma Palsu ajaran mereka.  Sungguh sangat memalukan, Kristen yang mengaku Pengikut Yesus mengaku mengikuti ajaran Kasih ternyata pengikut Iblis, dan Pengikut ajaran KASIHAN. Kenapa saya katakana seperti itu?
Karena mereka tidak malu-malu mengais-ngais kebenaran dari kitab suci lain, dan tanpa malu-malu pula memelintir, memotong ayat-ayat al-Qur’an, menafsirkan seenak perutnya.
Berikut kutipan tulisan mereka:

Keselamatan Dalam Al-Quran Dan Injil
Email
6Setiap umat beragama berlomba mencari keselamatan. Segala usaha dilakukan agar dapat memperoleh keselamatan. Al-Quran dan Injil memberi beberapa pandangan bagaimana seseorang dapat memperoleh keselamatan.
Pertama – Mencari Jalan Lurus
Jalan yang lurus jelas lebih baik bagi seorang pengendara dibanding jalan yang berliku. Demikian halnya dengan seseorang yang ingin diselamatkan. Dia perlu mencari jalan lurus itu. “Tunjukilah kami jalan yang lurus” (Qs 1:6).
Dimanakah “Jalan Lurus” itu dapat ditemukan? “Aku [Allah] hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh . . . . .” (Taurat, Mazmur 32:8)
Kedua – Mengetahui Pribadi Isa Al-Masih
Mengapa harus Isa Al-Masih? Mengapa bukan Muhammad, Musa, atau nabi lain?  Bila kita menelusuri Al-Quran, tidak sedikit ayat-ayat yang membahas tentang Isa Al-Masih.  Malahan ada gelar yang diberikan kepada-Nya yang tidak dimiliki oleh siapapun.
Al-Quran bersaksi, hanya Isa Al-Masih lahir dari seorang perawan (Qs 19:16-34; Injil, Rasul Matius 1:18). Dia disebut “seorang anak laki-laki yang suci” (Qs 19:19; Injil, Kisah Para Rasul 4:30).  Ia diberi gelar “Kalimat Allah” (Qs 3:35, 39; Injil, Rasul Yohanes 1:1). Dialah Yang Mulia dan Yang Lama dinubuatkan yaitu “Al-Masih” (Qs 4:171; Injil, Lukas 24:25-27).
Hanya Isa Al-Masih merupakan “Tiupan Roh dari Allah” (Qs 4:171; Injil, Surat Filipi 1:19).  Ia diberi kehormatan:  “Seorang terkemuka di dunia dan di akhirat” (Qs 3:45; Injil, Surat Filipi 2:9-11). Ia dijadikan oleh Allah menjadi “suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami“ (Qs 19:21; Injil, Lukas 2:34; Injil, Surat Ibrani 2:17; Injil, Surat Titus 3:5).
Hanya Isa Al-Masih yang unik di dalam kuasa-Nya untuk mengerjakan mujizat.  Ia  menyembuhkan orang buta, orang sopak, menghidupkan orang mati, memberi hidangan dari langit (Qs 3:39; 5:114; Injil, Rasul Matius 11:2-6).
Hanya Isa Al-Masih yang sekarang sudah pasti berada di surga (Qs 3:55; Injil, Kisah Para Rasul 1:9-11). Dia akan kembali dari surga sebagai hakim pada hari kiamat (Qs 43:69; Injil, Wahyu Rasul Yohanes 1:5-8).
Demikianlah Al-Quran dan Injil menyatakan Pribadi Isa Al-Masih. Maka, bagi seseorang yang ingin menemukan “Jalan Lurus”, sudah seharusnya mengetahui lebih lagi Pribadi Isa Al-Masih.
Ketiga – Memperhatikan Isi Injil
Seseorang yang benar-benar rindu ingin menemukan “Jalan Lurus”, wajib memperhatikan isi Injil. Injil adalah Kabar Baik yang dibawa Isa Al-Masih.
Qs 10:94 berkata, "Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu [yaitu pengikut Isa Al-Masih]. . . . ."
". . . Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada . . . . ‘Isa [Al-Masih] . . . . ." (Qs 3:84).
"Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya . . . ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci" (Injil, I Korintus 15:2-4).
"Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi dibangkitkan menurut Roh" (Injil, 1 Petrus 3:18).
Keempat – Percaya Akan Sifat Allah r-Rahmani r-Rahim (Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang)
Al-Fatihah menggambarkan sifat Allah yang dominan, yaitu: Bismillahi r-rahmani r-rahim”(Qs 1:1).
Seseorang yang sungguh ingin menerima Keselamatan harus mengerti bahwa Allah adalah Maha Penyayang.  Allah berkeinginan untuk membawa manusia kembali pada Keilahian-Nya. Hal ini hanya dapat tercapai melalui kedatangan Kalimat-Nya ke dunia sebagai tanda bagi manusia.
". . . Tuhanmu berfirman: ’Hal itu adalah mudah bagi-Ku [mengatur kelahiran Isa Al-Masih tanpa Maryam berhubungan dengan seorang laki]; dan agar dapat Kami menjadikannya [kelahiran Isa Al-Masih] suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat [Isa Al-Masih] dari Kami . . . ’" (Qs 19:21).
Bentuk dari kasih Allah telah dinyatakan dalam diri Isa Al-Masih, karena, “. . . Dia [Isa Al-Masih] telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya . . .” (Injil, Surat Titus 3:5).
Kelima – Mengerti Arti Pengorbanan Anak Ibrahim
Setiap perayaan Idul Adha, umat Muslim memberikan kurban. Sayangnya tidak sedikit diantara mereka yang masih kurang mengerti makna dari kurban tersebut. Seorang yang sungguh ingin menemukan “Jalan Lurus” wajib mengetahui dengan benar makna pengorbanan anak Ibrahim.
“...Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; ...".  Tatkala keduanya telah berserahdiri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis-(nya) ... [Allah] panggillah dia: "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu ... Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan [kambing] yang besar [noble, mulia]" (Qs 102-107).
Adakah hubungan korban sembelihan Ibrahim dengan Isa Al-Masih? Perhatikanlah ayat berikut ini, dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 1:29.  Nabi Yahya Pembaptis berkata, "Lihatlah Anak Domba Allah [Isa Al-Masih], yang menghapus dosa dunia". Isa Al-Masih datang ke dunia menjadi tebusan bagi setiap orang (Injil, Rasul Matius 20:28).  Sebab Dia telah mati karena dosa-dosa manusia (Injil, I Korintus 15:3).
Dia telah mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa manusia (Injil, Surat Ibrani 9:28).  Dia sendiri telah memikul dosa manusia di kayu salib (Injil, Surat I Petrus 2:24). Kematian-Nya hanya satu kali untuk segala dosa manusia (Injil, Surat I Petrus 3:18).
Isa Al-Masih adalah korban Eid yang Allah berikan untuk dihukum ganti manusia. Melalui Dia manusia dapat menerima pengampunan dosa dan keselamatan kekal.
Keenam – Berdoa dan Menyerahkan Setiap Dosa Pada Korban Allah (Isa Al-Masih)
Hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah, percaya sepenuhnya pada pengorbanan Isa Al-Masih di kayu salib. Berdoa dengan khidmat kepada-Nya agar setiap dosa-dosa saudara diampuni. Akuilah dosa-dosa Saudara satu per satu kepada Allah. Berjanjilah untuk bertobat dari dosa-dosa tersebut.
Mintalah Isa Al-Masih membersihkan dosa-dosa Saudara dengan darah-Nya yang ditumpahkan di kayu salib. "Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia [Allah] adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita [dengan darah tumpahan Isa Al Masih] dari segala kejahatan" (Injil, Surat I Yohanes 1:9).
Dalam doa mengaku dengan sungguh bahwa Saudara menerima Isa Al-Masih sebagai satu-satunya Juruselamat. “Tunjukilah kami jalan yang lurus” (Qs 1:6). “Kata Yesus [Isa] ... 'Akulah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Injil, Rasul Besar Yohanes 14:6).
Mintalah agar Dia memberi hidup yang kekal kepada Saudara. "... Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya ..." (Injil, Rasul Besar Yohanes 10:28).
Bila Saudara melakukan enam hal di atas, dan berdoa dengan sungguh kepada Allah dalam Isa Al-Masih, kami yakin saudara akan menemukan apa yang selama ini saudara cari, “Jalan Lurus”, yaitu  “Jalan Keselamatan.”
[Staff Isa dan Islam – Saudara kami persilakan artikel lain yang berhubungan tentangKeselamatan dalam Isa Al-Masih.  Juga dikarang sebuah doa mengenai keselamatan yang dapat saudara doakan.]

Terlihatlah sangat jelas bagaimana mereka dengan sangat tidak malu-malu memelintir ayat  demi ayat dalam al-Qur’an untuk pembenaran dogma palsu mereka. Padahal ayat-ayat yang dimaksud tidaklah demikian.

Situs IsadanIslam.com Menulis:
6Setiap umat beragama berlomba mencari keselamatan. Segala usaha dilakukan agar dapat memperoleh keselamatan. Al-Quran dan Injil memberi beberapa pandangan bagaimana seseorang dapat memperoleh keselamatan.
Pertama – Mencari Jalan Lurus
Jalan yang lurus jelas lebih baik bagi seorang pengendara dibanding jalan yang berliku. Demikian halnya dengan seseorang yang ingin diselamatkan. Dia perlu mencari jalan lurus itu. “Tunjukilah kami jalan yang lurus” (Qs 1:6).
Dimanakah “Jalan Lurus” itu dapat ditemukan? “Aku [Allah] hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh . . . . .” (Taurat, Mazmur 32:8)


Betapa sangat jelas bagaimana mereka memelintir ayat Al-Fatihah, Tunjukilah kami jalan yang lurus baru kemudian menyambungkan dengan ayat Alkitab Taurat Mazmur.
Padahal dalam menafsirkan Al-Qur’an Islam sudah tegas memiliki konsep atau aturan penting dalam menafsirkan al-Qur’an tidak semaunya dan tidak seenak hawa nafsu dalam menafsirkan. Silahkan baca konsep dasar atau Kaidah Penting dalam menafsirkan Al-Qur’an
Dalam hal ini syaikh As-Sa’di dalam kitabnya menafsirkan ayat Ihdinas-Shirathal Mustaqim :
 إهدنا الصراط المستقيم   : Tunjukilah kami jalan yang lurus
Jalan yang lurus ini adalah jalannya orang-orang yang diberi kenikmatan khusus oleh Allah, yaitu jalannya para nabi, orang-orang yang shiddiq, para syuhada dan orang-orang shalih. Bukan jalannya orang yang dimurkai, yang mereka mengetahui kebenaran namun sengaja mencampakkannya seperti halnya kaum Yahudi dan orang-orang semacam mereka. Dan jalan ini bukanlah jalan yang ditempuh orang yang sesat; yaitu orang-orang yang meninggalkan kebenaran karena kebodohan dan kesesatan mereka, seperti halnya kaum Nasrani dan orang-orang semacam mereka.” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 39).
Untuk selengkapnya mengenai Tafsir Ini silahkan membaca Tulisan Tunjukilah Kami Jalan Yang lurus  secara lengkap dibahas mengenai pendapat mufassirin dan ulama Islam mengenai ayat ini.
Sehingga penafsiran Situs IsadanIslam.com di atas sangat-sangat menyimpang, dan memang semaunya, dengan tanpa dasar mengaitkan Al-Qur’an untuk membenarkan ajaran dogma palsu Kristen.
Selanjutnya kita akan melihat bagaimana SItus IsadanIslam.com berusaha Menipu pembaca dengan mengarahkan mereka untuk meyakini ajaran Kristen melalui ayat-ayat al-Qur’an.
Kedua – Mengetahui Pribadi Isa Al-Masih
Mengapa harus Isa Al-Masih? Mengapa bukan Muhammad, Musa, atau nabi lain?  Bila kita menelusuri Al-Quran, tidak sedikit ayat-ayat yang membahas tentang Isa Al-Masih.  Malahan ada gelar yang diberikan kepada-Nya yang tidak dimiliki oleh siapapun.
Al-Quran bersaksi, hanya Isa Al-Masih lahir dari seorang perawan (Qs 19:16-34; Injil, Rasul Matius 1:18). Dia disebut “seorang anak laki-laki yang suci” (Qs 19:19; Injil, Kisah Para Rasul 4:30).  Ia diberi gelar “Kalimat Allah” (Qs 3:35, 39; Injil, Rasul Yohanes 1:1). Dialah Yang Mulia dan Yang Lama dinubuatkan yaitu “Al-Masih” (Qs 4:171; Injil, Lukas 24:25-27).
Hanya Isa Al-Masih merupakan “Tiupan Roh dari Allah” (Qs 4:171; Injil, Surat Filipi 1:19).  Ia diberi kehormatan:  “Seorang terkemuka di dunia dan di akhirat” (Qs 3:45; Injil, Surat Filipi 2:9-11). Ia dijadikan oleh Allah menjadi “suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami“ (Qs 19:21; Injil, Lukas 2:34; Injil, Surat Ibrani 2:17; Injil, Surat Titus 3:5).
Hanya Isa Al-Masih yang unik di dalam kuasa-Nya untuk mengerjakan mujizat.  Ia  menyembuhkan orang buta, orang sopak, menghidupkan orang mati, memberi hidangan dari langit (Qs 3:39; 5:114; Injil, Rasul Matius 11:2-6).
Hanya Isa Al-Masih yang sekarang sudah pasti berada di surga (Qs 3:55; Injil, Kisah Para Rasul 1:9-11). Dia akan kembali dari surga sebagai hakim pada hari kiamat (Qs 43:69; Injil, Wahyu Rasul Yohanes 1:5-8).
Demikianlah Al-Quran dan Injil menyatakan Pribadi Isa Al-Masih. Maka, bagi seseorang yang ingin menemukan “Jalan Lurus”, sudah seharusnya mengetahui lebih lagi Pribadi Isa Al-Masih.

Di sini sudah tampak sangat jelas Situs IsadanIslam.com memang penipu. Menipu dengan memelintir ayat-ayat al-Qur’an seolah-olah dogmanya benar. Padahal sangat jauh dari kebenaran. Dalam Islam mengenal para nabi adalah bagian dari keharusan dalam menuntut Ilmu, karena beriman kepada para nabi Allah bagian dari Rukun Iman. Tentunya untuk menambah keyakinan dalam Iman, mengetahui atau mengenal para Nabi adalah bagian dari keharusan.  Umat Islam tentunya sudah sangat mengenal para Nabi mereka, walaupun tidak secara menyeluruh, anak-anak kecil saja tahu kisah-kisah para Nabi, seperti Nabi Musa, Nabi Yusuf, Isa bahkan Nabi Muhammad. Walaupun hanya dalam bentuk-bentuk cerita bukan sejarah secara menyeluruh. Dari dulu hingga sekarang umat Islam menenal Nabi mereka khsususnya Isa Al-masih atau Isa Putera Maryam adalah seorang Nabi Allah. Bukan seorang Tuhan.
Situs IsadanIslam.com tidak perlu mengajari atau mengajak umat Islam untuk mengenal Nabi Mereka. Karena umat Islam sudah jauh-jauh hari mengenal Nabi Isa As. Yang perlu diperhatikan oleh situs ISadanIslam.com adalah diri sendiri, apakah pantas mengaku mengikuti Ajaran kasih tapi kerjaannya membohongi, menipu orang ??
Pembahasan mengenai Isa Al-masih bisa dilihat di artikel Mengenal Isa Al-masih dalam al-Qur’an dan hadits di sini secara lengkap sudah dibahas, serta Bantahan Pelintiran Ayat-Ayat Al-Qur’an Oleh Situs Isadanislam.Com Tentang Ketuhanan Isa.  Mengenai Isa Al-masih sudah terbahas dengan tuntas, tidak ada dalil Isa atau Yesus adalah Tuhan menurut Al-Qur’an maupun Hadits, kalau pun ada pasti karena penafsiran keliru, atau Pelintiran dan pemotongan-pemotongan ayat-ayat Al-Qur’an seperti situs IsadanIslam.com ini suka memotong-motong ayat-ayat al-Qur’an. Memang demikianlah ajaran Kasih(an).
Dan saya katakana bahwa tidak ada dalil Yesus adalah Tuhan baik dari Al-Qur’an maupun alkitab. Tapi Ketuhanan Yesus itu hasil dari Dogma Palsu yang dipaksakan. Karena dalam hidup Yesus tidak pernah dia mengaku sebagai Tuhan, tidak pernah ia minta disembah. Apa lagi menyebut dirinya Allah. Pengakuan Yesus yang sangat tegas dan jelas adalah yesus mengakui dirinya adalah Nabi dan Rasul Allah, mengaku Sebagai nabi, walaupun Yesus punya kehebatan dalam mu’jizat semua itu karena kuasa bapa, bukan kuasa Yesus. Yesus dengan Tegas menyebut: Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri, Yesus dengan tegas pula menyebut Dengarlah Israel, TUhan Allah kita, TUhan itu esa. Tuhan itu Esa, Allah kita. Ini sangat tegas dan jelas tidak perlu di tafsirkan kesana kemari, artinya sudah sangat-sangat jelas. Hanya saja Kristen tidak mau menerima. Justru mereka lebih menerima tafsir-tafsir yang dipaksakan terhadap ayat-ayat al-Kitab untuk mendukung ketuhanan Yesus,  bahkan tidak tanggung-tanggung sampai ada pemalsuan ayat-ayat. Dan pula mereka tidak takut-takut menafsirkan kata Tuan menjadi TUhan dalam Alkitab untuk mendukung ketuhanan Yesus.

Selanjutnya Situs ISadanIslam.com menulis:
Ketiga – Memperhatikan Isi Injil
Seseorang yang benar-benar rindu ingin menemukan “Jalan Lurus”, wajib memperhatikan isi Injil. Injil adalah Kabar Baik yang dibawa Isa Al-Masih.
Qs 10:94 berkata, "Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu [yaitu pengikut Isa Al-Masih]. . . . ."
". . . Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada . . . . ‘Isa [Al-Masih] . . . . ." (Qs 3:84).
"Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya . . . ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci" (Injil, I Korintus 15:2-4).
"Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi dibangkitkan menurut Roh" (Injil, 1 Petrus 3:18).


Seperti yang saya katakan, Situs IsadanIslam.com tidak akan segan-segan memelintir ayat-ayat al-Qur’an. Seperti pada ayat yang mereka kutp Qs 3:84. Dan surat Qs 10:94 padahal ayat tersebut maknanya tidaklah demikian.
Mari kita buka al-Qur’an :
QS Yunus : 94. Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu.

Menurut frasa Bahasa Arab, ungkapan dalam ayat ini bukanlah untuk menerangkan keragu-raguan Muhammad, tetapi menyatakan bahwa Muhammad benar-benar telah yakin dan percaya kepada para Rasul yang diutus Allah dan kitab-kitab yang diturunkan kepada mereka. Hanya orang-orang Yahudi dan Nasranilah yang ragu-ragu. Keragu-raguan mereka itu sengaja mereka buat-buat untuk menutupi apa yang sebenarnya ada dalam hati mereka, yaitu meyakini kebenaran risalah dan kenabian Muhammad.
Karena itu maksud ayat ini ialah Allah swt. menyatakan kepada Muhammad bahwa engkau hai Muhammad telah yakin dan percaya bahwa yang diturunkan kepadamu itu adalah sesuatu yang hak dan suatu kebenaran yang wajib dipercayai. Yang ragu-ragu itu hanyalah orang-orang Yahudi dan Nasrani. Keragu-raguan mereka itu dinyatakan semata-mata untuk menutupi perbuatan mereka yang telah merubah-rubah dan menukar isi Taurat dan Injil. Mereka telah membaca Taurat dan Injil yang menerangkan pokok-pokok agama yang diridai Allah, para Rasul yang telah diutus Allah dan yang akan diutus-Nya nanti.
Tetapi hawa nafsu merekalah yang menyuruh mereka untuk melakukan perbuatan yang terlarang itu, sehingga mereka menyesatkan pengikut-pengikut mereka. Karena itu, sebenarnya pendeta-pendeta Yahudi dan Nasrani itu tahu benar mana yang benar dan mana yang salah. Jika ditanyakan kepada mereka sesuatu yang hak, mereka pasti dapat menjawabnya dengan betul tetapi mereka tidak mau melakukannya.
Ayat ini merupakan sindiran kepada pendeta-pendeta Yahudi dan Nasrani dan mengungkapkan perbuatan-perbuatan dosa yang telah mereka kerjakan.
Ungkapan yang seperti ini terdapat pula pada firman Allah yang lain sebagaimana ayat berikut:
Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?”(QS:Al-Ma’idah: 116)
Bila ayat ini dibaca sepintas lalu akan terpaham seakan-akan Allah swt. ragu-ragu tentang keimanan Isa a.s., seakan-akan Isalah yang memerintahkan kaumnya agar mengakui adanya tuhan bapak, tuhan anak dan tuhan ibu. Tetapi maksud ayat ini ialah untuk menerangkan bahwa Isa a.s. tidak pernah ragu-ragu tentang keesaan Tuhan. Yang mendakwahkan bahwa Tuhan itu tiga hanyalah orang-orang Nasrani saja yang telah merubah-rubah dan menukar isi Injil seperti menukar prinsip keesaan Allah yang ada di dalamnya dengan prinsip syirik.
Pada akhir ayat ini Allah swt. menerangkan sikap Rasulullah, orang-orang Yahudi dan Nasrani. Rasulullah saw. beriman kepada Allah dan kepada Alquran yang diturunkan kepadanya serta meyakini akan keesaan-Nya, sedang orang Yahudi dan Nasrani telah merubah dan menukar isi Taurat dan Injil serta memperserikatkan-Nya. Kemudian Allah swt. memperingatkan kaum Muslimin jangan sekali-kali melakukan perbuatan seperti yang dilakukan oleh orang-orang Nasrani dan Yahudi itu.
Perhatikan juga kelanjutan penjelasan di QS:Yunus:95
Allah swt. menegaskan lagi agar Muhammad dan kaum Muslimin jangan termasuk golongan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah, seperti yang telah dilakukan oleh orang-orang Yahudi dan Nasrani itu, karena perbuatan itu akan menimbulkan kerugian besar orang yang melakukannya di dunia dan di akhirat.

Qs Ali Imran 84. Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya'qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nyalah kami menyerahkan diri."
Ayat ini adalah perintah untuk beriman kepada Para Nabi. Bukan hanya Isa saja, inilah bukti jelas Situs IsadanIslam.com memang suka motong dan memelintir ayat al-Qur’an.

Justru al-Qur’an dengan tegas Kristen adalah Agama Sesat. Surat Al-Fatihah ayat 7:
“Bukan Pula golongan orang-orang yang tersesat (Nashara/Kristen)”
Kemudian Allah dengan tegas menyatakan kepalsuan Alkitab, karena Alkitab telah bercampur antara benar dan batil karena ditambah atau dikurangi.
Firman Allah:
Qs: Al-Baqarah : 79.  Maka kecelakaan yAng besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.
Mengenai Fakta-fakta kepalsuan alkitab sudah banyak dibahas, seperti banyaknya ayat-ayat porno dalam alkitab, kejahatan, penghinaan atau pelecehan terhadap Tuhan, para Nabi, kontradiksi alkitab, ayat-ayat hilang, Cuma ada nomornya tapi tidak ada isinya, serta pengakuan dan pembuktian dari tokoh-tokoh Kristen sendiri menyatakan Alkitab ada ayat yang merupakan tambahan, dan sebagainya.
Kemudian Situs IsadanIslam.com menulis:

Keempat – Percaya Akan Sifat Allah r-Rahmani r-Rahim (Maha Pemurah Lagi Maha Penyayang)
Al-Fatihah menggambarkan sifat Allah yang dominan, yaitu: Bismillahi r-rahmani r-rahim”(Qs 1:1).
Seseorang yang sungguh ingin menerima Keselamatan harus mengerti bahwa Allah adalah Maha Penyayang.  Allah berkeinginan untuk membawa manusia kembali pada Keilahian-Nya. Hal ini hanya dapat tercapai melalui kedatangan Kalimat-Nya ke dunia sebagai tanda bagi manusia.
". . . Tuhanmu berfirman: ’Hal itu adalah mudah bagi-Ku [mengatur kelahiran Isa Al-Masih tanpa Maryam berhubungan dengan seorang laki]; dan agar dapat Kami menjadikannya [kelahiran Isa Al-Masih] suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat [Isa Al-Masih] dari Kami . . . ’" (Qs 19:21).
Bentuk dari kasih Allah telah dinyatakan dalam diri Isa Al-Masih, karena, “. . . Dia [Isa Al-Masih] telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya . . .” (Injil, Surat Titus 3:5).

Situs Isadanislam.com tidak perlu mengajari umat Islam dalam meyakin atau beriman kepada Sifat-sifat Allah. Jangankan hanya dua yakni Ar-Rahman dan Ar-Rahim, melainkan sifat-sifat Allah yang lain pun umat Islam imani, karena keyakinan kepada Sifat-sifat Allah bagian penting dari pondasi Iman Kepada Allah.
Syaikh Al-Fauzan dalam bukunya Kitab Tauhid menjelaskan 3 dasar penting dalam iman kepada Allah yaitu pertama: Iman kepada kerububiyahan Allah, kedua Iman kepada Ke Uluhiyah Allah, dan ketiga beriman kepada Asma Wa Shifat Allah.
Sungguh sangat lucu mencoba mengajari umat Islam tapi keliru besar, tidak bisa membedakan mana SIfat Allah mana Kehendak Allah itu sendiri.
Ar-Rahman dan Ar-Rahim adalah SIfat Allah sementara Rahmat Allah itu adalah anugerah Allah kepada hamba-hamba-Nya. Dan masalah Rahmat Allah di sini sudah sering dipelintir oleh missionaries Kristen melalui buku-buku dan brosur menyatakan Rahmat Allah itu adalah Isa Al-Masih. Dengan mengkaitkan Rahmat Allah, dengan ayat kelahiran Isa Al-masih.
Padahal Rahmat Allah itu sangat luas, tidak terbatas itu saja, dalam al-Qur’an sendiri banyak ayat yang menyebutkannya.
Firman Allah:
Rahmat Allah berarti Ampunan Allah kepada hamba-Nya yang ingin bertaubat kepada-Nya
Az-Zumar: 53. Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa[1314] semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Yusuf: 87. Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir."
Rahmat berarti Rizki atau Nikmat dari Allah:
Al-Isra: 28. Dan jika kamu berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang pantas[851].
Asy-Syuura 48. Jika mereka berpaling maka Kami tidak mengutus kamu sebagai pengawas bagi mereka. Kewajibanmu tidak lain hanyalah menyampaikan (risalah). Sesungguhnya apabila Kami merasakan kepada manusia sesuatu rahmat dari Kami dia bergembira ria karena rahmat itu. Dan jika mereka ditimpa kesusahan disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri (niscaya mereka ingkar) karena sesungguhnya manusia itu amat ingkar (kepada nikmat).
Az-Zukhruf: 32. Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia, dan kami telah meninggikan sebahagian mereka atas sebagian yang lain beberapa derajat, agar sebagian mereka dapat mempergunakan sebagian yang lain. Dan rahmat Tuhanmu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.

Rahmat berarti Sisi wahyu atau kenabian:
Al-Kahfi : 65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami[886].
[886]. Menurut ahli tafsir hamba di sini ialah Khidhr, dan yang dimaksud dengan rahmat di sini ialah wahyu dan kenabian. Sedang yang dimaksud dengan ilmu ialah ilmu tentang yang ghaib seperti yang akan diterangkan dengan ayat-ayat berikut.

Maryam: 53. Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya sebagian rahmat Kami, yaitu saudaranya, Harun menjadi seorang nabi.

Rahmat berarti Petunjuk dari Allah:
Al-Qashas: 86. Dan kamu tidak pernah mengharap agar Al Quran diturunkan kepadamu, tetapi ia (diturunkan) karena suatu rahmat yang besar dari Tuhanmu [1143], sebab itu janganlah sekali-kali kamu menjadi penolong bagi orang-orang kafir.
Al-A’raaf: 203. Dan apabila kamu tidak membawa suatu ayat Al Quran kepada mereka, mereka berkata: "Mengapa tidak kamu buat sendiri ayat itu?" Katakanlah: "Sesungguhnya aku hanya mengikut apa yang diwahyukan dari Tuhanku kepadaku. Al Quran ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhanmu, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."

Rahmat berarti Pertolongan Allah:
Ruum: 33. Dan apabila manusia disentuh oleh suatu bahaya, mereka menyeru Tuhannya dengan kembali bertaubat kepada-Nya, kemudian apabila Tuhan merasakan kepada mereka barang sedikit rahmat[1170] daripada-Nya, tiba-tiba sebagian dari mereka mempersekutukan Tuhannya,
QS: Al-Fushilat: 50. Dan jika Kami merasakan kepadanya sesuatu rahmat dari Kami sesudah dia ditimpa kesusahan, pastilah dia berkata: "Ini adalah hakku, dan aku tidak yakin bahwa hari Kiamat itu akan datang. Dan jika aku dikembalikan kepada Tuhanku maka sesungguhnya aku akan memperoleh kebaikan pada sisiNya." Maka Kami benar-benar akan memberitakan kepada orang-orang kafir apa yang telah mereka kerjakan dan akan Kami rasakan kepada mereka azab yang keras.
Rahmat berarti Keridhoan Allah:
Az-Zumar : 9. (Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.
Al-Ahzab: 21. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah.

Dan masih banyak lagi arti dan makna serta peruntukan rahmat Allah, sehigga sangat keliru mengartikan Rahmat Allah adalah Isa.  Sungguh penipuan dan pelitiran yang seenaknya.
Selanjutnya Situs Isa dan Islam.com Melanjutkan Pelintirannya terhadap Al-Qur’an.
Kelima – Mengerti Arti Pengorbanan Anak Ibrahim
Setiap perayaan Idul Adha, umat Muslim memberikan kurban. Sayangnya tidak sedikit diantara mereka yang masih kurang mengerti makna dari kurban tersebut. Seorang yang sungguh ingin menemukan “Jalan Lurus” wajib mengetahui dengan benar makna pengorbanan anak Ibrahim.
“...Ibrahim berkata: "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab: "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; ...".  Tatkala keduanya telah berserahdiri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis-(nya) ... [Allah] panggillah dia: "Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu ... Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan [kambing] yang besar [noble, mulia]" (Qs 102-107).
Adakah hubungan korban sembelihan Ibrahim dengan Isa Al-Masih? Perhatikanlah ayat berikut ini, dalam Injil, Rasul Besar Yohanes 1:29.  Nabi Yahya Pembaptis berkata, "Lihatlah Anak Domba Allah [Isa Al-Masih], yang menghapus dosa dunia". Isa Al-Masih datang ke dunia menjadi tebusan bagi setiap orang (Injil, Rasul Matius 20:28).  Sebab Dia telah mati karena dosa-dosa manusia (Injil, I Korintus 15:3).
Dia telah mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa manusia (Injil, Surat Ibrani 9:28).  Dia sendiri telah memikul dosa manusia di kayu salib (Injil, Surat I Petrus 2:24). Kematian-Nya hanya satu kali untuk segala dosa manusia (Injil, Surat I Petrus 3:18).
Isa Al-Masih adalah korban Eid yang Allah berikan untuk dihukum ganti manusia. Melalui Dia manusia dapat menerima pengampunan dosa dan keselamatan kekal.

pada tulisan ini semakin tampak bahwa situs IsadanIslam.com memaksakan penafsiran ngawur terhadap ajaran Islam. Umat Islam meyakini dalam pengorbanan Ismail yang kemudian Allah selamatkan menjadi seekor kambing. Yang menjadi persoalan adalah kejadian tersebut dikaitkan dengan penyaliban Isa atau Yesus. Padahal dalam Islam, Al-Qur’an dengan Tegas dan Keras menyebut Isa tidak disalib, sedang yang disalib adalah orang lain yang diserupakan wajahnya sehingga mirip Isa.
Allah berfirman:
Qs An-Nisa: 157. dan karena ucapan mereka: "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah[378]", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa.
  Dan mengenai ayat ini didukung oleh Alkitab sendiri. Insya Allah pada artikel berikutnya akan dibahas mengenai bantahan penyaliban Isa menurut Alkitab.
Adalah aneh mengaitkan seuatu yang tidak terkait sama sekali, Penyembelihan Ismail bukanlah untuk pengampunan dosa, sedang Klaim Kriten penyaliban Yesus adalah untuk pengampunan dosa. Mengkaitkan penyaliban dengan konsep Al-Qur’an yang tegas menyatakan Isa tidaklah disalib.
Islam tidak mengenal istilah penebusan dosa, apa lagi konsep Tuhan menjadi manusia dan mati ditangan manusia untuk mengampuni dosa manusia. Konsep yang melecehkan Tuhan, dan merendahkan Tuhan. Karena Allah Mustahil Jadi manusia karena itu akan menjatuhan Sifat Maha Kuasa-Nya. Allah mustahil jadi manusia, karena itu akan menghapus Sifat Maha Besar, Maha Kuat, berikut sifat-sifat Allah yang lainnya.
Dalam konsep Islam, Allah punya sifat mustahil. Adanya sifat ini bukan berarti malah membatasi Allah itu sendiri, sehingga menjadi Tidak maha Kuasa. Akan tetapi Allah itu Maha Konsisten, Tidak Ingkar Janji dan Tidak Berbohong apapun yang di Firmankan-Nya.
Dalam alkitab sendiri sebenarnya sama, Allah itu Maha Kuasa dan Allah itu Maha Konsisten, tidak ada perkataan atau Firman Tuhan yang akan dilanggar oleh Tuhan itu sendiri, hanya saja sayang seribu Sayang Alkitab sudah tercampur aduk oleh perkataan Allah dengan tulisan manusia. Sehingga campur aduk, disatu sisi Allah menyatakan tidak ada yang serupa dengan Allah, distu sisi malah TUhan diceritakan seperti manusia, bercukur, menyingkap kemaluan pake tangan, dan sebagainya, dan aneh bin ajaib, dalam alkitab malah Kristen menyatakan Tuhan malah menjadi manusia lahir dari rahim wanita, Tuhan menjadi lemah karena dia manusia, takut, sedih, buang air, marah,  lapar dan sebagainya, bahkan tuhan itu mati. Di sini sangat jelas, TUhan itu tidak maha kuasa lagi. Jika TUhan jadi manusia, tidak ada lagi maha kuasa Tuhan. Dan Tuhan tidka lagi maha besar, dan Maha hidup karena tuhan sudah mati.
Wallahu A’lam Bis Shawab.






Kami sangat menghargai komentar pembaca sekalian, baik saran, kritik, bantahan dan lain sebagainya. 
Bagi pembaca yang ingin berkomentar silahkan untuk login dengan mengklik Login di Tombol Login komentar dan pilih akun yang ingin anda gunakan untuk Login, Bisa dengan Facebook, Twitter, Gmail dsb. 
 peraturan komentar: 
1. komentar pendek atau panjang tidak masalah, baik lebih dari satu kolom juga tidak apa-apa. 
2. komentar menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar tidak berbelit-belit. 
3. tidak menggunakan kata-kata kotor, hujat atau caci maki
4. langsung pada topik permasalahan
Menjawab Situs IsadanIslam.com Keselamatan menurut Al-Qur’an dan Injil Reviewed by Muslim Say on 5:59 PM Rating: 5 Dalam Artikel ini situs IsadanIslam.com tanpa malu-malu memelintir al-Qur’an  kemudian disambungkan dengan Alkitab sebagai pembenaran Dogm...

No comments: