MUSLIM BUKAN PENYEMBAH KA'BAH, BERHALA DAN HAJAR ASWAD - Muslim Says

728x90 AdSpace

Trending
Tuesday, January 3, 2012

MUSLIM BUKAN PENYEMBAH KA'BAH, BERHALA DAN HAJAR ASWAD


Sejak zaman Nabi Adam as manusia tahu bahwa ka’bah bukanlah berhala yang disembah. Bahkan hingga masa kehidupan bangsa Quraisy yang terkenal sebagai penyembah ...berhala dan telah meletakkan tidak kurang dar...i 360 berhala di seputar ka’bah, mereka pun tidak terpikir untuk menyembah ka’bah. Bahkan orang arab di masa itu sering membuat tuhan dari makanan seperti roti, kurma dan apapun yang menurut khayal mereka bisa dianggap menjadi tuhan. Tapi tidak dengan ka’bah, karena dalam keyakinan mereka ka’bah memang bukan tuhan atau berhala. Mereka hanya melakukan ibadah dan tawaf di sekelilingnya. Ka’bah bagi para penyembah berhala itu bukanlah berhala yang disembah, ka’bah bagi mereka adalah rumah Allah SWT untuk melaksanakan ibadah. Hal itu bisa menjadi lebih jelas ketika raja Abrahah dari Habasyah menyerbu ka’bah dengan tentara bergajah.

 Orang-orang Quraisy saat itu tidak merasa takut ka’bah mereka akan hilang, karena dalam diri mereka ada keyakinan bahwa ka’bah itu bukan tuhan, tapi ka’bah adalah rumah Allah, tentu saja Sang Pemilik yang akan menjaganya. Saat itu Abdul Muttalib Kakek dari Rasulullah saw justru sibuk mengurus kambing-kambing miliknya yang dirampas sang raja. Hingga ada seorang Quraisy yang bertanya kepadanya (Kurang lebih) “Wahai Abdul Muttalib mengapa engkau sibuk mengurus kambing-kambing engkau sedang rumah Tuhanmu hendak dihancurkan?” maka Kakek Nabi menjawab “Kambing ini kepunyaan saya maka saya menjaganya sedangkan Ka’bah kepunyaan Allah maka Dialah yang menjaganya” beginilah keyakinan orang-orang Quraisy dulu, masalah ka’bah, mereka yakin sekali pasti ada Yang Menjaganya. Dan Allah terangkan dalam Al Quran. “Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara gajah. Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka(untuk menghancurkan ka’bah) itu sia-sia, dan Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong, yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar, lalu Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)“. (QS. Al-Fiil (105): 1-5) 

Pada masa Nabi Muhammad SAW berusia 30 tahun (Kira kira 600 M dan belum diangkat menjadi Rasul pada saat itu), bangunan ini direnovasi kembali akibat bajir bandang yang melanda kota Mekkah pada saat itu. Sempat terjadi perselisihan antar kepala suku atau kabilah ketika hendak meletakkan kembali batu Hajar Aswad namun berkat penyelesaian dan kebijaksanaan Muhammad SAW perselisihan itu berhasil diselesaikan tanpa pertumpahan darah dan tanpa ada pihak yang dirugikan. Pada saat menjelang Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi sampai kepindahannya ke kota Madinah. Lingkungan Ka’bah penuh dengan patung yang merupakan perwujudan Tuhan bangsa Arab ketika masa kegelapan pemikiran (jahilliyah) padahal sebagaimana ajaran Nabi Ibrahim yang merupakan nenek moyang bangsa Arab dan bangsa Yahudi serta ajaran Nabi Musa terhadap kaum Yahudi, Tuhan tidak boleh disembah dengan diserupakan dengan benda atau makhluk apapun dan tidak memiliki perantara untuk menyembahnya serta tunggal tidak ada yang menyerupainya dan tidak beranak dan diperanakkan (Surat Al Ikhlas dalam Al-Qur’an).

Hajar Aswad merupakan sebuah batu yang tertanam di pojok Selatan Kabah pada ketinggian sekira 1, 10 meter dari tanah. Panjangnya sekira 25 sentimeter dan lebarnya sekira 17 sentimeter. Awalnya Hajar Aswad adalah satu bongkah batu saja, tetapi sekarang berkeping-keping menjadi 8 gugusan batu-batu kecil karena pernah pecah. Hal ini terjadi pada zaman Qaramithah yaitu sekte dari Syiah Ismailiyyah al-Baatiniyyah dari pengikut Abu Thahir al-Qarmathi yang mencabut Hajar Aswad dan membawanya ke Ihsaa pada tahun 319 H, tetapi kemudian dikembalikan lagi pada 339 H. Gugusan terbesar seukuran satu buah kurma, dan tertanam di batu besar lain yang dikelilingi oleh ikatan perak. Inilah batu yang kita dianjurkan untuk mencium dan menyalaminya. KENAPA KITA MENCIUM HAJAR ASWAD? Bangsa Arab di masa paganismenya menyembah 360 berhala yang diletakkan di dalam dan di sekeliling ka’bah. Tapi tidak pernah menyembah ka’bah. Demikian juga, mereka tidak pernah menyembah batu hitam (hajar aswad). Yang mereka sembah itu patung yang diukir dan dibuat membentuk dewa-dewa. Tapi mereka tidak pernah menyembah batu sebagai bahan dasar pembuatan patung. Seperti yang dijelaskan sebelumnya. Maka setelah mereka (Orang Arab) memeluk Islam, Rasulullah saw sudah tidak perlu lagi menjelaskan posisi Hajar Aswad dalam hal peribadahan mereka. Bahkan Umar bin Al-Khattab (Sahabat Nabi yang saya rasa ente juga tahu) kita kenal dengan ungkapannya yang abadi: “Sesungguhnya aku tahu bahwa engkau adalah batu yang tidak membahayakan, dan tidak pula dapat memberi manfaat. Seandainya aku tidak melihat Rasulullah saw. menciummu, maka sekali-kali aku tidak akan menciummu.” (H.R. Bukhari). Rasulullah SAW mencium hajar aswad karena batu itu mulia dan berasal dari surga. Tapi bukan karena kita diajarkan untuk menyembah batu itu. Dari Ibn Abbas bahwa Nabi Muhammad s.a.w. tidak melambaikan tangan (menyalami) kecuali kepada Hajar Aswad dan Rukun Yamani. dua kota suci, Mekkah dan Madinah. Bagi kita sendiri ummat Islam sudah jelaslah ketetapan akan hukum-hukum Allah. [Al Baqarah :21] “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa.” [Al Baqarah :22] “Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” Dalam berbagai kesempatan umat kristen bilang bahwa umat Islam adalah umat penyembah batu. Mereka beranggapan demikian karena setiap hari umat Islam sholat selalu menghadap ka’bah yang dibagiannya ada Hajar Aswadnya.
Ummat Islam dalam sholat menghadap ka’bah (batu) dan dalam thowaf keliling batu bukanlah berarti ummat islam menyembah batu. Mereka melakukan ini karena itu adalah diperintahkan oleh Tuhannya supaya dalam sholat dan thowaf untuk menghadap batu dan keliling batu.

Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai.

Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. [Terjemahan Qur’an Al Baqarah (2):144].
Jadi intinya bukan menyembah batu tapi inti dari ajaran itu ialah ketundukan kepada Tuhan mereka. Pengakuan bahwa Allah itu Tuhan mereka. Analoginya begini, misalkan anda disuruh oleh orang tua anda untuk mencium komputer di depan anda lalu anda menuruti, lalu apakah ini berarti anda menyembah komputer ? Tentu orang yg berfikiran jenih mengatakan tidak. Anda melakukan itu karena wujud taat dan tunduk kepada peintah orang tua, sebagai wujud bakti anda sebagai anak kepada orang tua. Nah begitulah ummat islam dalam melakukan sholat dan thowaf kenapa mereka menghadap batu dan mencium batu.Itu karena wujud ketaatan kepada Allah, Tuhan mereka memerintahkan dalam ajaran Nya supaya melakukan demikian. Mereka tidak menganggap batu itu istimewa, bahkan dalam Hadis Bukhori (Referensi ummat islam yg kedua setelah Al Qur’an), Ummar bin Khatab pun berkata:

Diriwayatkan oleh ‘Abis bin Rabia:
Saidina Umar bin al-Khattab r.a pernah mengecup Hajarul Aswad. Kemudian dia berkata: Demi Allah! Aku tahu kamu hanyalah sekedar batu yang tidak dapat memudharatkan dan tidak dapat memberi manfaat siapapun.. Sekiranya aku tidak melihat sendiri Rasulullah s.a.w mengucupmu, pasti aku tidak akan mengucupmu.” (Sahih Bukhari juz 2 no 667).
Kalau anda membaca sejarah tentang peradaban islam, maka anda akan jumpai bahwa dulu batu hitam itu pernah dicuri oleh seseorang (artinya ka’bah pernah tidak ada hajar aswad di dalamnya). Tetapi apakah setelah hilangnya batu itu ummat Islam lantas tidah sholat karena hadapannya tidak ada ? Kalau ummat Islam sholat karena landasan harus menghadap batu itu, niscaya mereka sudah tidak pada sholat lagi sebab batunya telah hilang, atau kalupun sholat menghadapnya mungkin ke si pencuri batu itu. Tetapi ternyata tidak. Ummat islam tetap sholat menghadap kiblat, baik dengan ada batu ataupun tidak sebab esensi mereka ialah mematuhi perintah Allah bukan menghadap batu dan menyembah batu.

Kemudian dalan sejarah islam pun dijelaskan bahwa setelah batu hitam itu berhasil ditemukan kembali, batu itu sudah tidak utuh lagi. Ada pecahan disana sini, bahkan volumenya sudah mulai berkurang. Dan batu hitam yg ada sampai sekarang pun itu sudah paduan antara batu hitam yg asli dengan yg imitasi. Tetapi anda lihat, apakah ummat islam heboh karena itu ? Jawabnya: Tidak pernah!. Sebab Tuhan mereka bukanlah batu tetapi Allah. Batu boleh rusak dan hilang tetapi Allah (Tuhan mereka) tetap ada. Berbeda sekali dengan ummat agama lain yg menganut paganisme.

Mereka melakukan itu bukan atas dasar perintah Tuhan tetapi apa kata nenek moyang mereka, apa kata tetua-tetua mereka dan apa kata leluhur mereka. Tidak ada dasar yg langsung di dasari dari ketentuan Kitabnya (yg merupakan kumpulan perintah-perintah Tuhan). Ini bisa anda lihat dalam berbagai literatur tentang filsafat agama dan perbandingan agama. Tiga agama yg memiliki kitab suci yang berisi perkataan – perkataan Langsung Tuhan, yaitu Islam, Kristen dan Yahudi.

Selebihnya agama yg lain hanya didasari oleh filsafat orang-orang terdahulu dan nenek moyang mereka. Jadi inilah perbedaannya antara ibadah ritual ummat Islam yg menghadap batu dengan ibadah ritual ummat lain yg juga menghadap batu. Dalam agama lain, batu itu dianggap seperti Dewa/Tuhan, sesuatu yg diagungkan dan dipuja-puja, sedangkan ummat islam memandang batu itu hanyalah sebagai alat untuk mewujudkan kebaktian kepada Tuhan yang sebenarnya. Sebetulnya pengertian berhala di sini tidak hanya batu saja, tetapilebih luas. Berhala bisa berarti ideologi, bisa berarti materi/uang, bisa berarti manusia, bisa berarti yg lain-lain selain Tuhan alam Semesta.

Setiap kegiatan yg tidak didasari oleh ketundukan kepada ketentuan Tuhan dan perintah-perintah Tuhan (Allah), maka berartiseorang muslim bisa terjebak dalam penyembahan “berhala”. Seperti seorang muslim yg lebih menggandrungi dan memuja artis tertentu sampai-sampai tidak sholat karena ada acara konser, maka bisa dikatakan orang itu telah menyembah (telah tunduk) kepada “berhala” (ketundukan ia dan ketakutan ia kepada Tuhannya telah terkalahkan oleh seorang artis). Begitu juga bila seseorang telah tunduk dan sujud kepada batu (batu tsb dianggap mempunyai kekuatan gaib dan kemudian dipuja-puja) atau bila seseorang telah tunduk dan sujud kepada matahari (menganggap matahari itu sebagai pemberi rezki) ataupun kepada sapi (menganggap bahwa sapi itu titisan dewa dll lalu disembah dan diagung-agungkan) maka semua itu adalah penyembahan terhadap “berhala”.

Jadi anda harus bisa membedakan mana yg benar-benar memuja benda/hewan/tumbuhan sebagai Tuhan dan mana yg melakukan sujud menghadap batu hanya sebagai wujud ketaatan kepada Tuhan yg sebenarnya. Rasulullah sendiri pernah menunjuk Hajar Aswad dengan tongkat Beliau:
Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas:

Nabi mengerjakan Tawaf mengelilingi Ka’bah dengan menunggang seekor unta pada ibadah haji terakhir dan menyentuh hajar aswad dengan tongkatnya. (Sahih Bukhari juz 2 no 677).

Dengan demikian nyatalah bahwa Hajar Aswad itu hanyalah batu yang tidak dapat mendatangkan celaka atau tidak dapat mendatangkan untung kecuali dengan ijin Allah swt.


******



Kami sangat menghargai komentar pembaca sekalian, baik saran, kritik, bantahan dan lain sebagainya. 
Bagi pembaca yang ingin berkomentar silahkan untuk login dengan mengklik Login di Tombol Login komentar dan pilih akun yang ingin anda gunakan untuk Login, Bisa dengan Facebook, Twitter, Gmail dsb. 
 peraturan komentar: 
1. komentar pendek atau panjang tidak masalah, baik lebih dari satu kolom juga tidak apa-apa. 
2. komentar menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar tidak berbelit-belit. 
3. tidak menggunakan kata-kata kotor, hujat atau caci maki
4. langsung pada topik permasalahan


MUSLIM BUKAN PENYEMBAH KA'BAH, BERHALA DAN HAJAR ASWAD Reviewed by Muslim Say on 4:36 PM Rating: 5 Sejak zaman Nabi Adam as manusia tahu bahwa ka’bah bukanlah berhala yang disembah. Bahkan hingga masa kehidupan bangsa Quraisy yang terkena...

12 comments:

  1. Anda selalu mengatakan diri anda yang paling benar,... anda selalu berucap bahwa hanya agamamulah yang paling benar. Perlu diketahui bahwa pada Ka'Abah tersebut terdapat apa yang kami sebut dengan LINGGA BATHARA CIWA,... ANDA JANGAN MUNAFIK. Coba Buktikan !!! Buka dan siarkan ke seluruh DUNIA kalau memang kata2 saya ini salah. Kalau memang agama anda yang paling benar dan apalagi saat ini adalah bulan Ramadhan,... tidak akan ada TERORIS dimuka bumi ini, tidak akan ada KORUPSI di dunia ini, apalagi di INDONESIA. Dan kalau saya, saya akan MALU mengaku ISLAM selama masih banyak KEJAHATAN yang dilakukan oleh teman-teman anda sendiri. Ini fakta bukan seperti ANDA,... anda yang bilang SALAH namun anda juga yang MEMBELANYA.

    ReplyDelete
  2.  Tidak perlu bertingkah TOLOL.  mengukur benar salah agama bukan dari pemeluknya. tapi dari ajarannya. pemeluk agama belum tentu mencerminkan agamanya. bisa saja agamanya cuma KTP doang. klo mau lihat lihat ajaran agamanya. Dongok

    ReplyDelete
  3. kayaknya org takut memberi komentarkepaa anda karena kesannya anda MUDAH TERSINGGUNG dan MARAH2,berdebat seumpama memperbaiki benang yang kusut harus dijawab dengan penuh kesabaaaaaraan

    ReplyDelete
  4. KEMATIAN YESUS DISALIB jangan disangkal dong: yesus sudah tahu
    hal ini jauh sebelum dia disalibkan dia berpesan kamu akan ditolak di
    aniaya,dll,justru itulah TIDAK MUNGKIN YESUS PUNYA SIFAT YANG JAHAT DIA
    LOLOS DARI SALIB PENGIKUTNY YANG DIHAJAR HABIS2 AN, jadi sobat YESUS itu
    adalah teladan layak di CONTOH,dia buakan seorang PENGCUT seperti yang
    digambarkan al”quran dan biar anda puas : di kitab kami (yang kalian
    anggab dongeng) itu dituliskan:setlah yesus akandatang banyak yang
    mengaku nabi<yesus berpesan waspada lah itu NABI PALSU kemudianYOHANES16:1-2) yesus
    berkata:semuanya ini kukatakan kepadamu.,supaya kamu jangan kecewa dan
    menolak aku,2. kamu akan dikucilkan,bahkan akan datang saatnya bahwa
    setiap orang yang membunuh kamu,akan menyangka bahwa ia berbuat bakti
    bagi allah ,mereka akan berbuat demikian karena mereka tidak mengenal
    BAPA maupun AKU,(TEAM JIHAD,TERORIS) AGAMA ISLAM SUDAH diramalkan dan injil
    menganggap islam sebagai ANTICRIST (ANTI KRISTUS)

    ReplyDelete
  5. pengikut Isa Almasih yg murni dan beriman adalah pengikut sebelum kematiannya Isa Almasih,sesudahnya adalah pengikut cerita cerita dongeng aja,karena Isa Almasih tdk pernah mengatakan Tuhan,atau jelmaan Tuhan atau anak Tuhan,itu hnylah permainan kata yg mengada ada saja.begitu rendahnya jelmaan tuhan harus dilahirkan melalu vagina manusia..itu kah anak Tuhan yg dilahirkan melalui seorg manusia??..astagaaaa..rendahnya tuhan yg ngemis minta disembah manusia lain.konsekwensinya Isa Almasih ditegur oleh Allah utk sgr hadir lg dihari kebangkitan nanti utk menuntaskan mslh ini..dan Isa Almasihpun nanti berkata:"aku tdk pernah mengatakan sbg anak tuhan/jelmaan tuhan,kamu kamulah yg mengada adakan.aku hnylah hambah Allah biasa yg diberi kelebihan2 spt para nabi sebelum aku,mengapa kamu2 keras kepala dan dholim"..(nah loo)..

    ReplyDelete
  6. Allah itu Maha Suci!!..saking Maha Sucinya Maka Allah tdk akan pernah ngemis utk disembah!! tdk perlu lagi menjelma jd anak tuhan,atau bapa tuhan,krn Allah tdk ingin menyekutukan diriNYA sendiri! dg berbagai pandangan,ibarat,manifestasi2 segala..Allah Mutlak Tunggal!tdk ada yg menyerupaiNYA.Allah menciptakan Roh Roh dengan sekehendakNYA..terserah Maunya Allah..baik Roh tsb disemayamkan di rahim perempuan maupun didlm batu ataupun roh tsb disemayamkan di mikroorganisme..itu Hak Allah..jd jk Rohnya disemayamkan dirahim perempuan..dan..Jreeeenggg..bayinya dianggap anak tuhan..bgmn kalo roh itu disemayamkan dibatu..dan ..jteeenggg..lahirlah bayi manusia..trus pasti derajatnya lbh tinggi dari anak tuhan..ada perasaan takut jk yesus itu bukan anak tuhan..takut nih yee..tp takutnya itu atas dalil apa???..takut dosalah..takut kwalatlah..biarpun skr ada manusia jelmaan Allah yg lahir melalui rahim mikroorhanismepun..sy tdk menyembahnya..bhk sy bilang Allah itu hebat!bisa membuat manusia lahir dari mikroorganisme/dr bebatuan..bukan malah manusia yg lahir itu kita sembah2..itu krn Allah pny kehendak Maha pencipta..coba pakai logika dulu dong jgn takut duluan..lalu bilang dosa km kalo tdk menyembahnya..hahahaa..tunggu saja dihari akhir zaman..Isa Almasih akan turun kedunia utk mencari kalian2 dan akan meminta pertanggungjawaban kalian knp sampai bisa beliau(Isa Almasih) diberi gelar anak tuhan..keyakinan yg mengada ada!!!

    ReplyDelete
  7. adakah istilah 3 dalam 1..istilahnya spt iklan shampoo 3 in 1,baca tri in wan! apa kurang kuat 1 in 1,ESA...hahaha..kebangetennn!! didalam Islam tdk ada istilah anak tuhan,bapa dst. ibunya mana??. didlm islam sdh tegas2 dikatakan:" Wahai Manusia,katakan bahwa Allah itu Satu,TIDAK BERANAK dan TIDAK DIPERANAKAN,TIDAK ADA YG MENYAMAINYA/MENYERUPAINYA"..maknanya disini sdh tegas!!tdk ada ibarat,tdk ada pemikiran,tdk ada pandangan lain,tdk ada manifestasi2an,tdk ada jelma2an,tdk pny anak maupun tdk disebut bapak!!.Allah ya Allah!!

    ReplyDelete
  8. umat kristen pasti ketakutan kalo patung/kalung salibnya dibuang..atau dipatah patahkan..pdhal itu buatan pengrajin..takut yg tdk mendasar!!paling2 bilang:"jgn dibuang,entar Lu dosa!"..hahahaaa...jiwa pskisisnya sdh ketakutan!!..org cerdas adalah org yg bisa melihat kebenaran akan keyakinannya sendiri..krn kebenaran Allah hrs digali terus ..jgn berhenti atau malah ketakutan sendiri..jgnlah takut dg keyakinanmu sendiri tp takutlah kpd Allah!!..hahaaaaaa....

    ReplyDelete
  9. Allah bukanlah ROH..tapi Allahlah yg menciptakan ROH ROH..tidak benar Allah itu bersemayam didalam ROH..kesimpulannya spt ROH itu lbh besar dibandingkan Allah!!hahaaa..itu spt permainan kata2 lagi!!..mengapa kita juga harus menyembah ROH ROH kudus..pdhal ROH ROH Kudus itu ciptaan Allah juga..masak ciptaan menyembah sesama ciptaan..hahaaaa...

    ReplyDelete

  10. Demikiankah yang di ucapkan nabimu, demikian juga kamu
    perbuat, tetapi tidak ada kuasa yang lebih dari terang, dan tidak ada
    kuasa yang lebih dari pada gelap, sebab kedua sisi ada dan saling
    membagi, jika kuasa datang dari kesunyian dalam hati dalam diri dengan
    mata tertutup dan air mata, di tempat tersembunyi dan kerinduan, dalam
    kesendirian yaitu dalam kegelapan di kamarmu, maka aku telah memisahkan terang itu
    bagi dunia dari kegelapan, sebab pernyataanku bukan mengatakan kegelapan
    itu tidak ada dan tidak baik, tetapi ciptaanku yang baru itulah terang,
    sebab terdahulu aku melakukannya sampai sekarang dalam ruang yang
    rahasia dalam kegelapan, semua mujizatku bekerja, sebab tidak satupun
    yang dapatkan aku dimana aku berada, namun mereka mengenal kuasaku dan
    memberiku nama, atas segala kuasaku, dimanakah mereka sekarang, dia yang
    berada dalam nabi yang engkau katakan itu, jika aku berkuasa atas
    hidup ataupun mati, sebab itu aku berkata kepadamu, wahai penginjilku,
    dan roh kebenaranku, dimanakah letak kamu menilai diriku tentang
    pengertian yang ada padamu, mengapa engkau seperti simon petrus yang
    terus menyangkal aku, dan berkatalah dimana waktu itu kamu harus
    mengatakan kepada pohon ara itu, wahai pohon ara tak kubiarkan kamu dimakan orang sampai
    aku kembali di bumi, sebab pohon ara itu adalah bagian dari kerajaanku ,
    kamu akan tetap hidup sampai selamanya, dan walaupun kesalahan yang
    terjadi di alam semesta bukan jalanku untuk membuatmu berubah, tetapi
    untuk menyatakan kuasa, atas segala kuasa , tercipta dari segala yang
    tercipta, akan hadir waktunya yang menutupi segalanya di dalam sisi
    gelap yang jahat, baik itu segala tuhan, dan segala dewa, di mana aku
    menyadari, dalam dirikupun aku menyesalinya dan aku membuat air
    mataku di surga, dibumi, di neraka, dan dialam yang besertaku sekarang ini,
    agar mereka dapat menyaksikan dan mendapati aku, dalam keadaan telanjang
    melihat aku, di hatinya.




    Pahamilah wahai bangsaku, pemilik kerajaanku, janganlah menilai dari
    pemikiranmu yang dangkal tentang aku, imammu tidak mampu melihat
    kebenaran dihatiku, sebab nabimu telah melakukan seperti yang engkau
    lakukan sekarang ini, seberkas kehendakmulah yang harus kamu dapati di
    bumi tempat kamu bernaung, sebab itu aku membentuk kamu sama dengan
    segala alam semesta yang di bumi, dan dapatilah satu alam di sorga, maka kamu dapat
    menilai tuhanmu, dengan hatimu, agar kamu kekal selamanya.



    ReplyDelete
  11. Maaf anda belum tahu sepenuhnya sebelum anda ada di dalam kekristenan itu sendiri...saya beri satu hal....kekristenan itu bukan apa yg dari luar yg memperi pengaruh tapo apa yg dari dlm kehidupan seseorglah yg mengubahkan...jadi soal atribut2x macam salib dll itu gak ada kuasa sama sekali...maaf mari kita saling menghormati...

    ReplyDelete
  12. Ayo sobat....biar oleh pengetahuan itu sendiri kita bisa menjadi bijaksana olehnya, sudahlah pahami ajaran masing2x dan berbaktilah dgn taat, pasti juga kita dpt mengerti pada akhirnya mengapa harus gini or gitu...bagi saya Tuhan tdk bisa dipelajari atau diukur..seandainya bisa Dia bukan Tuhan...nah karena Dia itu TUHAN maka tdk dpt dijelaskan...Dia mau seperti apa itu hak Nya...maaf

    ReplyDelete