Menjawab Fitnah " Nabi membiarkan pembunuhan atas Ummu Qarfah yg dilakukan oleh Zaid bin Tsabit? - Muslim Says

728x90 AdSpace

Trending
Tuesday, March 27, 2012

Menjawab Fitnah " Nabi membiarkan pembunuhan atas Ummu Qarfah yg dilakukan oleh Zaid bin Tsabit?

Bismillahirrohmanirrohim
Tudingannya adalah bahwa Zaid bin Tsabit pernah membunuh seorang wanita tua dengan cara yg sangat kejam, hanya karena Ummu Qarfah memusuhi Nabi. Ummu Qarfah diikat kedua kakinya oleh Zaid di dua ekor unta yg berbeda, satu kaki diikat di unta yg pertama dan kaki yg lainnya diikat di unta yg kedua. Lalu kedua unta tsb di cambuk agar berlari, dan hasilnya wanita itupun terbelah menjadi dua. Nabi yg katanya waktu itu melihat langsung kejadian itu, sama sekali tidak melarangnya.

Riwayat ini sebutkan oleh Ibnu Sa'ad dalam Kitab Thabaqat, lalu di nukilkan oleh Ibnul Jauzi dalam kitabnya Al-Muntazham. Riwayat tersebut berkutat pada Muhammad bin Umar Al-Waqidi, dan ia orang yg telah dicurigai sebagai pendusta oleh para ulama hadist.
Kisah ini disebutkan oleh Ibnu Katsir dalam Kitab Al-Bidayah wa An-Nihayah secara lebih singkat, namun Ibnu Katsir tidak mencantumkan apapaun dalam riwayat tsb. Dan keduanya meriwayatkan kisah itu dari Muhammad bin Ishaq, tanpa menyebutkan sanadnya. Dan tentu saja dapat dipastikan bahwa riwayat itu tidak benar dan tidak dapat dijadikan hujjah.


Nama asli dari Al-Waqidi adalah Muhammad bin Umar bin Waqid bin Al-Waqidi Al-Islami Abu Abdillah Al-Madani. Ia adalah hakim kota baghdad, dan ia adalah seorang maula dari Abdullah bin Buraida Al-Aslami.

Imam Al-Bukhari mengatakan: Al-Waqidi berasal dari kota Madinah, lalu ia tinggal di Baghdad. Ia adalah perawi yang hadistnya tidak dapat di percaya. Diantara para ulama yg menolak periwayatannya adalah: Ahmad, Ibnu Numair, Ibnul Mubarak, dan Ismail bin Zakaria (Kitab Tahdzib Al-kamal jilid 26 hal.185-186)

Ahmad mengatakan: Al-Waqidi adalah Pendusta.

Yahya mengatakan: Al-Waqidi adalah Perawi yang lemah.Dan di tempat lain ia mengatakan: Al-Waqidi adalah Perawi yg tidak dianggap.

Abu daud mengatakan: Para perawi yang mendengar langsung dari Ali bin Al-Madini memberitahukan kepadaku, bahwa Ali pernah berkata: Al-Waqidi meriwayatkan sekitar 3000 hadist aneh.

Abu Bakar bin Khaitsamah mengatakan: aku pernah mendengar Yahya bin Ma'in berkata: Al-Waqidi tidak dapat menulis. Hadist-hadist yang diriwayatkan Al-Waqidi tidak dianggap.

Abdurrahman bin Abi hatim mengatakan: Aku pernah bertanya kepada Ali bin Al-Madini mengenai Al-Waqidi, ia berkata: hadist yg diriwayatkan Al-Waqidi di tinggalkan(tidak dapat dipakai).

An-Nasaa'i, dalam Kitab adh-Dhu'afa wa Al-Matrukiin, mengatakan: Para perawi yg terkenal sering berdusta atas Nabi ada 4 orang. Diantara keempat orang itu adalah: Al-Waqidi di kota Madinah, Muqatil di kota Khurasan, dan Muhammad bin Sa'id di kota Syam.

dari semua keterangan itu dapat disimpulkan bahwa yg disebutkan oleh penuding adalah riwayat palsu. Dan untuk membandingkan kisah pada riwayat palsu itu dengan keterangan yg dsebutkan dalam Alkitab ttg kekejaman dalam hukuman yg keji, pembunuhan yg kejam, bahkan penistaan terhadap mayat-mayat, mari kita lihat ayat-ayat dlam Alkitab di bawah ini:

(1_Samuel_15:3)
(3) "Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai."

(Yehezkiel_9:5-7)
(5) Dan kepada yang lain-lain aku mendengar Dia berfirman: "Ikutilah dia dari belakang melalui kota itu dan pukullah sampai mati! Janganlah merasa sayang dan jangan kenal belas kasihan.
(6) Orang-orang tua, teruna-teruna dan dara-dara, anak-anak kecil dan perempuan-perempuan, bunuh dan musnahkan! Tetapi semua orang yang ditandai dengan huruf T itu, jangan singgung! Dan mulailah dari tempat kudus-Ku!" Lalu mereka mulai dengan tua-tua yang berada di hadapan Bait Suci.
(7) Kemudian firman-Nya kepada mereka: "Najiskanlah Bait Suci itu dan penuhilah pelataran-pelatarannya dengan orang-orang yang terbunuh. Pergilah!" Mereka pergi ke luar dan memukuli orang-orang sampai mati di dalam kota.

(Yesaya_13:15-16)
(15) Setiap orang yang didapati akan ditikam, dan setiap orang yang tertangkap akan rebah mati oleh pedang.
(16) Bayi-bayi mereka akan diremukkan di depan mata mereka, rumah-rumah mereka akan dirampoki, dan isteri-isteri mereka akan ditiduri.

(Hakim-hakim_21:20-21)
(20) Maka mereka berpesan kepada bani Benyamin, demikian: "Pergilah menghadang di kebun-kebun anggur.
(21) Perhatikanlah baik-baik; maka apabila anak-anak perempuan Silo keluar untuk menari-nari, baiklah kamu keluar dari kebun-kebun anggur itu, dan masing-masing melarikan seorang dari anak-anak perempuan Silo itu menjadi isterinya dan pergi ke tanah Benyamin.

Yosua_10:40)
(40) Demikianlah Yosua mengalahkan seluruh negeri itu, Pegunungan, Tanah Negeb, Daerah Bukit dan Lereng Gunung, beserta semua raja mereka. Tidak seorangpun yang dibiarkannya lolos, tetapi ditumpasnya semua yang bernafas, seperti yang diperintahkan TUHAN, Allah Israel.

Kami sangat menghargai komentar pembaca sekalian, baik saran, kritik, bantahan dan lain sebagainya. 
Bagi pembaca yang ingin berkomentar silahkan untuk login dengan mengklik Login di Tombol Login komentar dan pilih akun yang ingin anda gunakan untuk Login, Bisa dengan Facebook, Twitter, Gmail dsb. 
 peraturan komentar: 
1. komentar pendek atau panjang tidak masalah, baik lebih dari satu kolom juga tidak apa-apa. 
2. komentar menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar tidak berbelit-belit. 
3. tidak menggunakan kata-kata kotor, hujat atau caci maki
4. langsung pada topik permasalahan
Menjawab Fitnah " Nabi membiarkan pembunuhan atas Ummu Qarfah yg dilakukan oleh Zaid bin Tsabit? Reviewed by Muslim Say on 5:22 AM Rating: 5 Bismillahirrohmanirrohim Tudingannya adalah bahwa Zaid bin Tsabit pernah membunuh seorang wanita tua dengan cara yg sangat kejam, hanya kare...

No comments: