Slider Top

[6][true][slider-top-big][Slider Top]
Cari Artikel di Sini

Menjawab Note Rudy Yohanes Hutagalung Bahwa Al-Qur'an Memfitnah Nasrani

| 4 Comments

Rudy Said : “SAYA TIDAK MENCELA AL QURAN, TAPI SAYA MAU MELURUSKAN FITNAH DALAM ALQURAN KEPADA NASRANI, INILAH DAFTAR FITNAH TERSEBUT: bla..... bla.... bla...

Baiklah saya akan menjawab setiap tuduhan anda satu-persatu:

1.     YAHUDI DAN NASRANI TIDAK PERNAH MENUHANKAN 3 TUHAN 

“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu , dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, 'Isa putera Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya . Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan : "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah menjadi Pemelihara.” (QS.An-Nissa:171)

Jawab:

Seperti yang kita ketahui, didalam ajaran Kristen (kecuali saksi Yehovah dan Unitarian yg lain), Tuhan dikonsepkan menjadi 3 oknum.
Tuhan Bapa, Tuhan anak(yesus) dan Tuhan Roh Kudus.
Dan ketiga-tiga oknum ini diblender menjadi sehakikat dan satu dalam zat.

Yesus bukan Tuhan dan tidak sama dengan Tuhan (Bapa/Allah) dengan bukti:
1. Yesus lebih kecil daripada Tuhan (Yohanes 10:29).
2. Tuhan lebih besar dari pada Yesus (Yohanes 14:28).
3. Yesus duduk di sebelah kanan Tuhan (Markus 16:19, Roma 8:4).
4. Yesus berdiri di sebelah kanan Tuhan (Kisah Para Rasul 7:56).
5. Allah tahu kapan datangnya kiamat, sedang Yesus tidak tahu (Matius 24:36).
6. Yesus bersyukur kepada Tuhan (Matius ll:25, Lukas 10:21).
7. Yesus berteriak memanggil Tuhan (Matius 27:46, Markus 15:34).
8. Yesus menyerahkan nyawanya kepada Tuhan (Lukas 23:44-46, Yohanes 19:30).
9. Yesus disetir oleh Tuhan (Yohanes 5:30).

Yesus adalah utusan Tuhan (Rasul Allah)
Dalil : Markus 9:37, Yohanes 5:24, 30,7:29,33,8:16,18,26,9:4,10:36,II:42,13:20,16:5, 17:3,8,23,25.


Coba kita lihat 2 ayat ini saja dulu:
 Markus 16:19 Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, terangkatlah Ia ke sorga, lalu duduk di sebelah kanan Allah.

Dan injil Matius 27:46 Kira-kira jam tiga berserulah Yesus dengan suara nyaring: "Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?

Jika di kaji dari kedua ayat ini dapat dengan mudah dipahami bahwa Yesus dan Allah itu beda bukan satu kesatuan, jikalau Allah dan Yesus itu bersatu atau satu pribadi kenapa pada waktu dia naik ke surga, dia duduk di sebelah kanan Allah, di sebelah kanan itu berarti ada dua objek bukan satu objek yaitu Allah di kiri dan Yesus di kanan.

Selain itu sekiranya Allah dan Yesus itu satu pribadi kenapa di injil Matius 27:46, yesus memanggil-manggil Allah, mestinya jika Yesus itu sama dengan Allah atau Allah sama dengan yesus (satu kesatuan) dia tidak perlu repot memanggil/berseru kepada Allah karena dia sendiri Allah, sekiranya Yesus itu mau berseru tentunya yang ia panggil dirinya sendiri bukan Allah,  jadi yang lebih tepat bukan Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?,

Yesus tidak sama dengan Roh Kudus dan Allah
Ketika Yesus dibaptis di sungai Yordan, Roh Kudus turun seperti burung merpati dan Allah berfirman dari langit.
 “Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan dia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atasnya, lalu terdengarlah suara dari sorga yang mengatakan:

“Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepadanyalah Aku berkenan” (Matius 3: 17; Markus 1: 11 dan Lukas 3:22).

Di sini ada tiga wujud pribadi yang berbeda, yaitu manusia Yesus yang dibabtis, burung merpati (Roh Kudus) dan suara Allah. Jelaslah bahwa Allah, Yesus dan Roh Kudus bukan pribadi yang sama, sezat dan sehakekat.


Dalam hal ini, Tuhan sudah terpecah kedalam tiga zat yang berbeda.
Sebab jika tetap dikatakan masih dalam satu zat, maka pada ketika itu juga terjadilah zat Bapa adalah zat anak kemudian zat anak dan Bapa itu adalah juga zat Roh Kudus.
Sewaktu zat yang satu disebut Bapa, dimanakah anak ?
Dan sewaktu zat yang yang satu disebut sebagai anak, maka dimanakah Bapa serta Roh Kudus ?


Jadi setiap orang yang mau mempergunakan akal pikirannya dengan baik dan benar akan menganggap bahwa Kristen Trinitas, bukanlah termasuk dalam golongan agama yang mengEsakan Tuhan, selama ia masih mengajarkan Tuhan itu memiliki tiga oknum seperti yang dijelaskan diatas. Siapa lagi yang mengatakan bahwa Bapa, Yesus dan Roh kudus adalah satu oknum Tuhan kalau bukan umat nasrani?!

Kalau tidak mau dibilang menuhankan 3 tuhan, kenapa mesti ada faham Trinitas? Kenapa tidak turuti saja perintah Yesus untuk menuhankan Allah saja bukan menuhankan dirinya,  Yesus tidak pernah mengakui bahwa dirinya adalah Tuhan, yang ada hanya pengakuan bahwa dia hanya utusan Tuhan (rasul):

Markus 12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.)

Yohanes 5:30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku),

Yohanes 17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Berarti surat An-Nisa’:171 bukanlah fitnah.

===========================================

2. YAHUDI DAN NASRANI TIDAK PERNAH MENGATAKAN MARYAM BERZINAH

“ Dan karena kekafiran mereka (terhadap 'Isa) dan tuduhan mereka terhadap maryam dengankedustaan besar (zina)” (QS.An-Nisa:156)

Jawab:


Klausa "tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zina), " dalam QS Annisa: 156.
Siapakah yang menuduh dalam ayat tersebut?
Dalam rangka mengkonter ajaran dan pengaruh Isa Al Masih, kaum agamawan Yahudi melancarkan strategi fitnah. Kaum agamawan itu menyebarluaskan rumor bahwa Isa Al Masih adalah anak hasil perzinahan antara Maryam dan seorang perwira Rumawi yang bernama Panthera. Fitnah tersebut dicatat oleh Yohanes dalam Injil Yohanes 8:42. Fitnah Yahudi diangkat dalam buku berjudul "The Jesus Dynansty" karangan James D. Tabor terbitan Gramedia.

Dengan mengetahui sejarah tersebut, kita dapat mengetahui bahwa fitnah bahwa Isa Al Masih adalah anak hasil hubungan zinah dilancarkan oleh orang-orang Yahudi. Fitnah yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi tersebut dilawan oleh Al Qur'an dalam QS Annisa:156. Ahli kitab yang menuduh bahwa Isa Al Masih adalah anak hasil perzinahan antara Maryam dengan orang-orang Rumawi adalah orang-orang Yahudi. Umat Al Masih tidak mungkin menuduh Maryam berbuat zinah dan tidak mungkin menuduh Isa Al Masih adalah anak hasil perzinahan yang dilakukan oleh Maryam. Justru umat al Masih menghormati Siti Maryam, bahkan ada yang menganggapnya Tuhan
Maka ahli kitab yang disebut dalam QS Annisa:156 adalah orang-orang Yahudi, bukannya umat Al Masih.

Pernyataan orang-orang Yahudi dalam QS Annisa: 156 itu bukan dikatakan oleh orang-orang Yahudi jaman Isa Al Masih, melainkan dikatakan oleh orang-orang Yahudi jaman nabi Muhammad dan yang sedang berdialog dengan nabi Muhammad. Ini dapat diketahui dari QS Annisa: 156, yaitu dari kata يُؤْمِنُونَ 'yū’minûna' "mereka percaya" yang berbentuk imperfektif.

===========================================

3. SEMUA AGAMA PENGIKUT YESUS MEYAKINI YESUS DISALIB, TAPI AL QURAN MEMUTAR BALIKKAN FAKTA

“dan karena ucapan mereka : "Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, 'Isa putra maryam, Rasul Allah ", padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan 'Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) 'Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah 'Isa”.

 Jawab:

Bible mengisahkan bahwa Yesus memberikan informasi kepada murid-muridnya perihal salah seorang dari antara mereka yang akan menyerahkan dirinya, kemudian para murid-murid Yesus mempersoalkan siapa yang terbesar di antara mereka sebagai respons atas informasi Yesus tersebut, menyaksikan perbincangan siapa yang terbesar di antara murid-muridnya, Yesus memberikan petunjuk, bahwa orang yang terbesar diantara mereka adalah yang paling muda, dalam kisah yang lain, Yesus terharu akan orang tersebut.

Ada keserasian antara kisah al-Qur’an, al-Hadits dan Bible yaitu, pertama, al-Qur’an dan al-Hadits mengisahkan bahwa salah seorang dari murid nabi Isa as diserupakan dengan nabi Isa as, sementara Bible mengisahkan bahwa Yesus memberikan informasi salah seorang muridnya akan menyerahkan dirinya dan hal itu membuat Yesus sangat terharu, bukankah salah satu sebab yang membuat seseorang sangat terharu adalah pengorbanan demi dirinya?. Kedua, al-Qur’an, al-Hadits dan Bible sama-sama sepakat bahwa orang yang telah menjadi fokus pembicaran adalah yang termuda dari antara murid-muridnya. Umat Kristiani tentu sepakat bahwa orang itu adalah Yudas, jadi dengan demikian Yudaslah yang diserupakan, dibunuh dan disalib.

Selanjutnya bible mengisahkan, ketika orang-orang Yahudi dan sepasukan tentara telah berhasil mengepung Yesus dan murid-muridnya, Yesus bertanya kepada mereka “siapa yang kalian cari”, mereka menjawab “Yesus dari Nazaret”, Yesus menjawab “akulah dia”, sesaat setelah itu, orang-orang Yahudi dan pasukannya mundur dan terjatuh ke tanah. Bible sama sekali tidak menyinggung penyebab dan maksud hingga mereka mundur dan terjatuh ke tanah, padahal mundur hingga terjatuh pastilah bukan kejadian biasa, pasti ada sesuatu yang luar biasa, karena sebelum dan sesudah mereka mundur hingga terjatuh, mereka menghadapi Yesus biasa-biasa saja.

Dalam al-Hadits yang diriwayatkan Abi Hatim dari Ibnu Abbas, sesaat sebelum penangkapan, terjadilah proses penyerupaan dari wajah Yudas menyerupai wajah Yesus dan sebaliknya. Sangat mungkin apa yang dikisahkan Bible mereka mundur dan terjatuh ke tanah adalah saat proses penyerupaan wajah Yudas ke wajah Yesus dan sebaliknya, sehingga mereka tidak mengetahui proses tersebut, atau saat mereka mundur dan terjatuh ke tanah adalah saat penggenapan dari nubuat yang disampaikan Yesus bahwa salah seorang muridnya akan membuatnya sangat terharu, dan satu alasan yang paling mungkin yang membuat Yesus sangat terharu adalah karena pengorbanan muridnya tersebut, umat Kristiani tentu sepakat bahwa orang yang dinubuatkan Yesus tersebut yang membuatnya sangat terharu adalah Yudas Iskariot, jadi secara kontekstual, Yudas sebenarnya adalah seseorang yang berkorban demi Yesus, dan bentuk pengorbanan itu sangat mungkin seperti yang diinformasikan al-Hadits yaitu penyerupaan wajah Yudas ke wajah Yesus yang menjadikan Yudas ditangkap untuk menggantikan Yesus.

Setelah itu orang-orang Yahudi membawa Yudas yang dikiranya Yesus untuk diadili dan ditentukan nasibnya. Petrus salah seorang murid Yesus mengikuti Yudas dari kejauhan, sesampainya di tempat Yudas diadili, Petrus menunggu dari luar memperhatikan jalannya sidang dan menunggu putusan nasib atas Yudas tersebut.

Ketika Petrus sedang menunggu, datanglah orang-orang Yahudi kepada Petrus dan mendakwa Petrus sebagai orang yang selalu bersama-sama dan sebagai murid Yesus orang yang sedang diadili, namun Petrus menyangka dakwaan tersebut, karena Petrus yakin bahwa orang yang sedang diadili bukanlah Yesus.

Kisah selanjutnya, orang yang diadili tersebut diserahkan kepada penguasa setempat yaitu Pontius Pilatus untuk diadili, dan Pontius Pilatus akhirnya memutuskan untuk menyalib Yesus yang sesungguhnya adalah Yudas. Umat Kristiani tentu sepakat bahwa orang yang disalib adalah orang yang sebelumnya diadili dan orang yang disangkal oleh Petrus, dan orang itu adalah orang yang ditangkap di taman Getsemani, berdasarkan argumentasi sebelumnya, bahwa yang ditangkap, diadili oleh orang-orang Yahudi dan disangkal oleh Petrus adalah Yudas, maka orang yang disalib dengan sendirinya adalah Yudas Iskariot yang telah diserupakan dengan Yesus.

IBU, ITU ANAK IBU
Sebetulnya, dari kisah pra penyaliban tersebut di atas, sudah cukup untuk membuktikan bahwa bukan Yesus yang disalib, melainkan Yudas Iskariot yang bersedia diserupakan de-ngan Yesus, namun, sangat menarik untuk menggali bukti bahwa yang disalib adalah Yudas Iskariot bukan Yesus, dari sisi saat-saat penyaliban itu sendiri.

Ketika Yudas Iskariot telah disalib, datanglah Ibu Yesus untuk menyaksikan orang yang disalib. Kemudian ibu Yesus berdiri dekat tiang salib, Yudas Iskariot yang disalib me-lihat Ibu Yesus dan salah seorang murid yang dikasihi Yesus berdiri disamping ibu Yesus, kemudian Yudas berkata kepada ibu Yesus :

“Ibu, itu anak Ibu”

dan berkata kepada murid yang dikasihi Yesus yang ada disamping Ibu Yesus :

“Itu Ibumu”

Perkataan Yudas tersebut sepertinya untuk menunjukkan kepada ibu Yesus bahwa anaknya adalah yang ada di sampingnya, bukan dirinya yang sedang disalib. Adalah wajar bila ibu Yesus mengira orang yang disalib adalah anaknya, karena memang orang yang disalib berwajah Yesus. Karena alasan itulah Yudas memberitahu kepada ibu Yesus “ibu, itulah anakmu”, dan berkata kepada orang yang di samping ibu Yesus “Itu Ibumu”, perkataan Yudas kepada kedua orang tersebut, seakan-akan ingin menyentuh dari sisi bathiniah bahwa antara keduanya terdapat ikatan yaitu antara ibu dan anak.

Sekarang mari kita kutip kisah selengkapnya tentang perkataan orang yang disalib tersebut dalam Alkitab bahasa Indonesia sehari-hari :

Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan pengikut yang dikasihi-Nya berdiri di situ, Ia berkata kepada ibu-Nya, "Ibu, itu anak Ibu." Kemudian Yesus berkata kepada pengikut-Nya itu, "Itu ibumu." Semenjak itu pengikut itu menerima ibu Yesus untuk tinggal di rumahnya. Injil Yohanes 19:26-27

Kata-kata yang bergaris bawah adalah ucapan orang yang disalib, dan kata-kata yang tidak bergaris bawah adalah komentar atau narasi dari penulis Injil  Yohanes-, penulis berusaha menggiring pembacanya agar meyakini bahwa orang yang disalib adalah Yesus, namun, narasi tersebut menjadikan ucapan orang yang disalib tampak janggal, karena kata-kata “ibu, itu anak ibu” berarti yang mengatakan bukan anaknya.

Dalam Alkitab terjemahan lama, ucapan orang yang disalib berbunyi sebagai berikut :

"Hai perempuan, tengoklah anakmu"

Perkataan semacam itu, tidak mungkin keluar dari mulut seorang anak kepada ibunya, kalimat seru “hai perempuan” menunjukkan bahwa yang menyeru bukanlah anak dari orang yang diseru, berarti orang yang disalib bukanlah anak dari ibu Yesus, dan itu berarti orang yang disalib bukanlah Yesus.

Kalimat seru “hai perempuan”, terasa sangat kasar dan menjadikan orang yang diseru bisa terperanjat dan bertanya-tanya, apakah mungkin anaknya berkata seperti itu, kasar dan seperti orang lain ?, Namun sepertinya Yudas memang menginginkan ibu Yesus segera berpikir dan percaya bahwa orang yang disalib bukanlah anaknya, tetapi anaknya adalah yang ada di sampingnya, hal itu ditunjukan oleh Yudas dengan ucapan selanjutnya “tengoklah anakmu”, dan kepada pengikut Yesus yang ada disamping ibu itu Yudas berkata “tengoklah ibu-mu”, ucapan Yudas ini akan menjadikan Ibu Yesus mengok kepada pemuda yang ada disampingnya dan menjadikan pemuda yang di sampingnya menengok kepada ibu Yesus, maka selanjutnya yang akan terjadi adalah naluri seorang ibu akan mengetahui bahwa pemuda yang ada di sampingnya adalah Yesus anak-nya. Fragmen tersebut di atas sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa orang yang disalib bukanlah Yesus.

Sekarang mari kita kutip ucapan orang yang disalib dari berbagai versi Alkitab :

King James Version : KJV : “Woman, behold thy son”
Cotemporary English Version : "This man is now your son."
Alkitab today’s Englis Version : "He is your son."
Alkitab Terjemahan Dunia Baru : "Wanita, lihatlah Putramu!"
Alkitab Sunda : "Ibu, eta teh putra ibu!"
Alkitab Jawa : "Ibu, menika ingkang Putra."

Tidak satupun kutipan ucapan orang yang disalib dari berbagai versi Alkitab di atas me-nunjuk bahwa dirinya adalah anak ibu Yesus, bahkan lebih tegas orang yang disalib mengatakan bahwa orang yang ada di samping ibu Yesus itulah yang sebagai anaknya.

Namun di dalam Alkitab Terjemahan Baru yang diterbitkan LAI  (Lembaga Alkitab Indonesia) kata “itulah” telah berubah menjadi “inilah”, seperti kutipan berikut :

“Ibu, Inilah anakmu”

Tentu saja perubahan itu telah mengubah makna secara radikal, bila yang diucapkan orang yang disalib “Ibu, itulah anak ibu” maka artinya orang yang disalib bukanlah Yesus, tetapi bila yang diucapkan “Ibu, inilah anakmu” berarti orang yang disalib adalah Yesus. Tentu saja perubahan tersebut telah menjadikan para pembaca Alkitab tergiring dalam satu pemahaman bahwa yang disalib adalah Yesus, namun bagi siapa saja yang kritis perubahan itu justru melahirkan sebuah keraguan, untuk apa Yesus menunjukkan bahwa dirinya adalah Yesus, bukankah kalau memang benar bahwa yang disalib adalah Yesus, Ibu Yesus pasti mengenali?

KISAH DALAM AL-QUR’AN
dan karena ucapan mereka:
"Sesungguhnya kami telah membunuh Al-Masih, Isa putera Maryam, Rasul Allah",
padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesung-guhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. QS. An-Nisa:157

Al-Qur’an sama sekali tidak menyangkal adanya penyaliban, al-Qur’an menyatakan bahwa yang dibunuh dan disalib adalah seseorang yang diserupakan dengan nabi Isa as yaitu Yudas.

Al-Qur’an lebih jauh menyatakan, bahwa mereka dalam keragu-raguan tentang orang yang disalib, mereka tidak yakin bahwa yang disalib adalah nabi Isa as, mereka hanya mengikuti persangkaan belaka.

Setelah kita kaji ucapan orang yang disalib, telah cukup membuktikan apa yang dinyatakan al-Qur’an bahwa mereka dalam keragu-raguan terhadap orang yang disalib. Kalau mau secara jujur menafsirkan apa yang diucapkan oleh orang yang disalib, tentulah akan timbul pertanyaan, apa mungkin orang yang disalib itu Yesus, mengapa dia mengatakan bahwa anak dari Ibu Yesus adalah yang disamping ibu Yesus, bukan orang yang disalib, mengapa orang yang disalib menyatakan “hai perempuan” kepada ibu Yesus kalau orang yang menyatakan itu adalah anak dari ibu Yesus ?

Perubahan dari “Ibu, itulah anakmu”  menjadi  “Ibu, inilah anakmu”, juga membuktikan bahwa sebenarnya mereka dalam keragu-raguan terhadap orang yang dibunuh dan disalib, kalau mereka sudah yakin mengapa harus mengubah-ubah apa yang diucapakan orang yang disalib ?.

SEJARAH MEMBUKTIKAN
Pada abad-abad petama -s/d110 M-, telah banyak aliran-aliran dalam agama Kristen, setiap aliran mempunyai versi kitab dan keyakinan yang berbeda dengan aliran yang lain. Salah satu contoh, ada sebuah aliran yang meyakini bahwa penyaliban Yesus merupakan ilusi belaka. Ignatius, uskup Antiokia menyerang mati-matian aliran tersebut, Ignatius merasa kuatir terhadap perkembangan aliran Kristen yang meyakini penyaliban Yesus hanyalah ilusi . Serangan dan kekuatiran Ignatius membuktikan bahwa aliran tersebut berkembang sangat luas dan kuat, artinya, pada masa-masa Kristen awal banyak yang meyakini penyaliban Yesus adalah ilusi.

Iganatius dalam bukunya Trallians menulis :
“Namun jika, seperti yang dikatakan sebagian orang ,penderitaannya hanyalah penampakan/ilusi, maka mengapa aku dipenjara, dan mengapa aku harus melakukan perjuangan panjang melawan hewan-hewan liar? Jika memang demikian, aku hanya mati sia-sia”

Tulisan Ignatius tersebut membuktikan, betapa kuat keyakinan orang-orang yang meyakini penyaliban Yesus hanya merupakan ilusi, sehingga Ignatius harus mati-matian melawan mereka hinga dipenjara dan mati karenanya.

Bukti sejarah tersebut telah menguatkan apa yang dikatakan al-Qur’an, bahwa bukan nabi Isa as yang disalib dan dibunuh, tetapi orang yang diserupakan dengan beliau, sekaligus membuktikan bahwa mereka ragu-ragu tentang orang yang disalib dan dibunuh.

=============================================


4. PADA MASA YESUS, TIDAK SATUPUN PENGIKUT YESUS MENUHANKAN MARYAM

“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: "Hai 'Isa putera maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah ?". 'Isa menjawab: "Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib".(QS.Al-Maidah:116)

Jawab: 

Apakah Allah telah salah berfirman dalam Al-Qur'an bahwa Bunda Maria adalah salah satu Tuhan yg di sembah oleh Nasrani pada waktu itu?

Mari kita lihat:

1. Para penulis besar abad pertama seperti St. Ignatius dari Antiokhia, St. Yustinus Martir, St. Ireneus, dan lain-lain telah menulis dan mengakui bahwa Maria adalah Perawan dan Bunda Allah. Setelah Konsili Nicea (325 CE), tulisan-tulisan tentang Bunda Maria makin berkembang, bukan hanya di Gereja Timur melainkan juga di Gereja Barat. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari kontroversi tentang Kristus sebagai Allah yang secara tidak langsung berhubungan dengan Maria sebagai Bunda Allah. Perkembangan akan cinta dan devosi kepada Kristus dan BundaNya memberikan Maria tempat yang istimewa dalam liturgi dan hal ini semakin nyata setelah Konsili Efesus.

2.Hari Raya Santa Perawan Maria Bunda Allah
Perayaan ini dirayakan umat Katolik pada tanggal 1 Januari. Pengakuan akan kebundaallahan Maria merupakan unsur sentral dalam penghormatan umat Katolik terhadap Bunda Maria. Dasar pengakuan ini terutama Kitab Suci yang menyebutkan bahwa Yesus dilahirkan dari Santa Perawan Maria. Kalau mengakui Yesus sebagai Allah, maka harus juga mengakui Maria sebagai Bunda Allah.

Untuk lebih lengkapnya silahkan baca di sini:

Sekelumit bukti di atas cukup membuktikan bahwa benarlah firman Allah dalam surah Al-Maidah:116 "Hai Isa putera arMaryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?

Penjelasan:

Menurut penafsiran Ibnu Abbas, penggalan ini merupakan ancaman bagi kaum Nasrani dan sebagai celaan serta cercaan terhadap mereka di depan para saksi utama.Penafsiran Qatadah ini didasari atas firman Allah Ta'ala," Ini adalah suatu hari yg bermanfaat yg benar kebenaran mereka."Sehubungan dg penafsiran itu, diriwayatkan pula sebuah hadist marfu' oleh al-Hafizh Ibnu Asakir dalam biografi Abu Abdullah, budak Umar bin Abdul Aziz, dan Abdullah merupakan orang yg terpercaya. Abdullah berkata, saya mendengar Abu Burdah menceritakan kepada Umar bin Abdul Aziz dari ayahnua Abu Musa al-Asyari, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda," Jika hari kiamat tiba, maka para nabi dan umatnya diseru. Maka diserulah Isa. Allah Ta'ala menuturkan nikmat yg telah di anugerahkan kepadanya dan Isapun mengakuinya. Allah berfirman, adakah kamu mengatakan kepada manusia: "Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?" Isa menolak bahwa dirinya mengatakan demikian. lalu di tampilkanlah kaum nasrani lalu di tanya. Maka mereka menjawab, "benar, isa menyuruh kami berbuat demikian. Nabi bersabda,'maka rambut Isa menjadi panjang. lalu setiap malaikat memegang rambut kepala dan bulu tubuh Isa. kemudian isa menjadikan kaum nasrani duduk memeluk lutut di hadapan Allah selama seribu tahun sebelum di tegakkan hujah yg mengalahkan mereka, di angkat ke tiang salib, dan di giring ke neraka.

Satu lagi bukti Kristen menuhankan Maryam ialah, kristen memanjatkan doa kepada Maria agar terhapus dosa dan terkabul permohonan

Bunda Maria, Perawan yang berkuasa, bagimu tidak ada sesuatu yang tak mungkin, karena kuasa yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa kepadamu. Dengan sangat aku mohon pertolonganmu dalam kesulitanku ini, janganlah hendaknya engkau meninggalkan aku, sebab aku yakin engkau pasti dapat menolong, meski dalam perkara yang sulit, yang sudah tidak ada harapannya, engkau tetap menjadi pengantara bagi Puteramu.
Baik keluhuran Tuhan, penghormatanku kepadamu maupun keselamatan jiwaku akan bertambah seandainya engkau sudi mengabulkan segala permohonanku ini. Karenanya, kalau permohonanku ini benar-benar sesuai dengan kehendak Puteramu, dengan sangat aku mohon, o Bunda, sudilah meneruskan segala permohonanku ini ke hadirat Puteramu, yang pasti tak akan menolakmu.
Pengharapanku yang besar ini, berdasarkan atas kuasa yang tak terbatas yang dianugerahkan oleh Allah Bapa kepadamu. Dan untuk menghormati besarnya kuasamu itu, aku berdoa bersama dengan St. Mechtildis yang kau beritahukan tentang kebaikan doa “Tiga Salam Maria”, yang sangat besar manfaatnya itu.

(Salam Maria……..3x)
Perawan Suci yang disebut Tahta Kebijaksanaan, karena Sabda Allah tinggal padamu, engkau dianugerahi pengetahuan Ilahi yang tak terhingga oleh Puteramu, sebagai makhluk yang paling sempurna untuk dapat menerimanya.
Engkau tahu betapa besar kesulitan yang kuhadapin ini, betapa besar pengharapanku akan pertolonganmu. Dengan penuh kepercayaan akan tingginya kebijaksanaanmu, aku menyerahkan diri seutuhnya kepadamu, supaya engkau dapat mengatur dengan segala kesanggupan dan kebaikan budi, demi keluhuran Tuhan dan keselamatan jiwaku. Sudilah kiranya Bunda dapat menolong dengan segala cara yang paling tepat untuk terkabulnya permohonanku ini.
O Maria, Bunda Kebijaksanaan Ilahi, sudilah kiranya Bunda berkenan mengabulkan permohonanku yang mendesak ini. Aku memohon berdasarkan atas kebijaksanaanmu yang tiada bandingnya, yang dikaruniakan oleh Puteramu melalui Sabda Ilahi kepadamu.
Bersama dengan St. Antonius dari Padua dan St. Leonardus dari Porto Mauritio, yang rajin mewartakan tentang devosi “Tiga Salam Maria” aku berdoa untuk menghormati kebijaksanaanmu yang tiada taranya itu

(Salam Maria……..3x)
O Bunda yang baik dan lembut hati, Bunda Kerahiman Sejati yang akhir-akhir ini disebut sebagai “Bunda yang penuh belas kasih”, aku datang padamu, memohon dengan sangat, sudilah kiranya Bunda memperlihatkan belas kasihmu kepadaku. Makin besar kepapaanku, makin besar pula belas kasihmu kepadaku.

Aku tahu, bahwa aku tidak pantas mendapat karunia itu. Sebab seringkali aku menyedihkan hatimu dengan menghina Puteramu yang kudus itu. Betapapun besarnya kesalahanku, namun aku sangat menyesal telah melukai Hati Kudus Yesus dan hatikudusmu.
Engkau memperkenalkan diri sebagai “Bunda para pendosa yang bertobat” kepada St. Brigita, maka ampunilah kiranya segala kurang rasa terima kasihku padamu. Ingatlah akan keluhuran Puteramu saja serta kerahiman dan kebaikan hatimu yang terpancar dengan mengabulkan permohonanku ini melalui perantaraan Puteramu.

O Bunda, Perawan yang penuh kebaikan serta lembut dan manis, belum pernah ada orang yang datang padamu dan memohon pertolongamu engkau biarkan begitu saja. Atas kerahiman dan kebaikanmu, aku berharap dengan sangat, agar aku dianugerahi Roh Kudus. Dan demi keluhuranmu, bersama St. Alfonsus Ligouri, rasul kerahimanmu serta pengajar devosi “Tiga Salam Maria”, aku berdoa untuk menghormati kerahimanmu dan kebaikanmu.
(Salam Maria……..3x)

Patung Bunda Maria Segala Bangsa berdiri tegak di bukit Keling Desa Nili sekitar 15 Km arah Selatan Kota Maumere Ibu Kota Kabupaten Sikka di Pulau Flores Propinsi Nusa Tenggara Timur (NNT) Patung setinggi 16, 5 meter (29 meter dari permukaan tanah) teri Patung ini tertinggi di dunia dari patung Kristus raja di Rio de Janerio tingganya hanya 13 meter dan Patung Kristus Raja di Timor Leste yang tingginya hanya 13,5 meter

=========================================== 

4. DALAM SEJARAH MANUSIA DAN SAMPAI KAPAN PUN ISRAEL(YAKUB) TIDAK PERNAH BERAGAMA ISLAM

“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya'qub. (Ibrahim berkata): "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk AGAMA ISLAM". (QS.Al-Baqarah:132)

Jawab:

Kita harus tahu beda bangsa Yahudi dengan bangsa Arab. Nabi Ibrahim as. memiliki dua putra yang juga Nabi dan Rasul. Yang sulung adalah Nabi Ismail as. yang merupakan Bapak dari bangsa Arab. Semua keturunan nabi Ismail as. disebut sebagai bangsa Arab. Dan Nabi Ishak as. adalah anak kedua Nabi Ibrahim as. yang merupakan Bapak dari bangsa Yahudi. Semua keturunan Nabi Ishak as. digolongkan sebagai bangsa yahudi.
Sebelumnya harap dibedakan antara pengertian agama dan bangsa.

1.Yahudi sebagai nama bangsa.
Yahudi sebelumnya merupakan nama dari Yehuda yg merupakan putra Nabi Yakub as. Nabi Yakub as. memiliki 12 orang putra yang nantinya menjadi cikal bakal 12 suku bani Israil. Merekalah yang menyebut dirinya sebagai bangsa Israil atau Yahudi. Jadi, pada saat itu, Yahudi merupakan nama bangsa dan bukan nama agama.

2. Yahudi sebagai nama agama (Yudaisme).
 Agama yahudi yang kita ketahui saat ini, bukanlah ajaran monotheisme /tauhid (Islam) seperti yang telah diajarkan oleh Nabi-nabi mereka. Kitab suci mereka sudah dirubah oleh tangan–tangan ahli kitab dan mereka(bangsa Yahudi) memiliki kitab Talmud sebagai pengganti kitab Taurat. Bagi mereka, kitab Talmud yang merupakan ajaran para Hakkam/Rabbi (pendeta Yahudi) lebih mereka sukai dan lebih suci dibandingkan Kitab Taurat. Mereka juga tidak bertuhan Allah SWT, tetapi tuhan mereka adalah Yahweh atau YHWH dalam bahasa Ibrani. Inilah Yudaisme yang kita kenal dengan nama Yahudi sebagai nama agama dan di Barat dikenal sebagai Jew.
Semua agama nabi dan rasul yang diutus kepada mereka, adalah Islam atau muslim, termasuk Nabi Ismail as, Ishak as, Yakub as, Musa as., Yahya as.,
Isa as. adalah muslim. Untuk mempercepat pembahasan silahkan buka note saya yang ini :

=====================================

 5.  SAMPAI KAPAN PUN TIDAK PERNAH YESUS BERNUBUAT TENTANG KEDATANGAN NABI AHMAD 

“Dan (ingatlah) ketika 'Isa ibnu Maryam berkata: "Hai Bani Israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)." Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yang nyata." (QS.As-Shaff:6)

Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil .. (QS. Al-A’raf:157)


Dua ayat di atas memberikan pengertian sangat kuat bahwa akan ada seorang nabi yang akan datang sesudah kenabian Isa AS dengan nama “Ahmad” yang tercatat dalam kitab Taurat dan Injil (Alkitab) yaitu kitab yang sekarang menjadi pegangan umat Kristiani.

Tetapi nama “Ahmad” tidak kita temukan secara langsung dalam Alkitab yang ada sekarang ini, hal ini bisa terjadi karena memang tidak ada Alkitab yang berbahasa aslinya yaitu bahasa Ibrani atau karena sengaja disembunyikan atau karena memang ada kesalahan penulisan dan penterjemahan.

Alhamdulillah, dengan usaha keras, ulet dan teliti dari para pakar akhirnya terkuak juga letak kesalahannya yang menyebabkan hilangnya nama Ahmad dalam Alkitab yang ada sekarang ini. Sebagaimana yang kita ketahui, bahasa yang dipergunakan oleh nabi Isa AS beserta kaumnya adalah bahasa Ibrani, begitu pula firman Allah dan sabda nabi Isa AS juga dalam bahasa Ibrani. Dengan demikian nubuat-nubuat yang ada dalam Injil kalau kita kembalikan ke dalam baha-sa Ibrani, nama Ahmad akan muncul sangat nyata dengan sendirinya, begitu juga dengan Taurat, kalau kita kembalikan ke dalam bahasa aslinya, nama Ahmad juga akan muncul dengan sendirinya.


Sang HIMADA adalah AHMAD
Sebab-sebab turunnya nubuat akan kedatangan seorang nabi yang diutus bagi semua bangsa yang bernama “Ahmad” adalah ketika bangsa Israel yang telah hancur jatuh terpuruk diijinkan kembali membangun Yerusalem dan Bait Sulaiman yang telah diratakan dengan tanah oleh bangsa Khaldea, sebagian orang berada dalam kegembiraan dan sebagaian yang lain berada dalam kesedihan yang memilukan karena teringat kembali akan keindahan Bait Agung Sulaiman.

Pada saat itulah, Allah mengutus Haggai (Menurut Alkitab Haggai adalah seorang nabi) untuk menghibur bangsa Israel yang telah terpuruk dengan menyampaikan janji Allah bahwa akan diutus seseorang yang akan mengangkat kembali bangsa Israel dari keterpurukan :

Dan aku akan menggoncangkan semua bangsa, dan HIMADA untuk semua bangsa ini akan datang; dan aku akan mengisi rumah ini dengan kemegahan, kata Tuhan pemilik rumah. Hagai 2:7

Seseorang yang diutus untuk mengangkat kembali bangsa Israel adalah Himada, bangsa Israel tentu menunggu sang Himada segera datang agar bangsanya segera bangkit dari keterpurukan. Namun sayang seribu sayang bangsa Israel tidak menafsirkan kata Himada sebagai nama riil seorang nabi yang diutus, tetapi mereka menafsirkan kata Himada sebagai kata sifat yang abstrak sesuai arti Himada dalam bahasa mereka yaitu : keinginan, hasrat, kerinduan dan pujian.

Tentu saja ketika janji Allah tersebut diterjemahkan kedalam bahasa lain, maka yang terjadi adalah kata Himada akan ikut diterjemahkan dan berubah dengan sendirinya, mari kita lihat terjemahannya ke dalam bahasa Inggris :

And I will shake all nations, and the desire of all nations shall come: and I will fill this house with glory, saith the LORD of hosts. Hagai 2:7

Lihatlah kata Himada diterjemahkan menjadi desire dalam bahasa Inggris yang artinya keinginan atau hasrat, hal ini dianggap benar oleh para penulis Injil karena mereka memahami Himada bukanlah nama orang tetapi sebagai kata benda abstrak.

Perlu diketahui terjemahan Alkitab dalam bahasa apapun, baik kedalam bahasa Arab, Indonesia, Jepang, Spanyol dan bahasa-bahasa lainnya adalah mengambil dari Alkitab yang berbahasa Inggris tersebut, sehingga tidak aneh kalau kita tidak menemukan nama Ahmad dalam Alkitab.

Mari kita lihat terjemahan Alkitab dalam bahasa Indonesia yang diterjemahkan dari Alkitab berbahasa Inggris :

Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. Hagai 2:8

Lihatlah kata desire dalam bahasa inggris diterjemahkan menjadi barang yang indah-indah, dari sini saja sudah nampak distorsi dari Inggris ke Indonesia, sehingga makin tersembu-nyilah nama Ahmad dalam Alkitab. Sebagai informasi tambahan, kalau kita amati Alkitab berbahasa Inggris mencatat ayat tersebut dalam Hagai 2:7 tetapi dalam Alkitab berbahasa Indonesia tercatat dalam Hagai 2:8 tentu saja selisih satu ayat ini perlu dipertanyakan penyebabnya.

Tetapi kalau Alkitab yang berbahasa Inggris kita terjemahkan ke dalam bahasa Yahudi atau Ibrani, maka kata Himada tersebut akan muncul kembali dengan sendirinya, kurang-lebihnya seperti berikut ini :

“ve yavu himdath kol haggoyim

Huruf th dalam kata Himdath bisa diganti menjadi hi atau bahkan dihilangkan sama sekali, sekarang mari kita analisa kata-kata dalam bahasa Yahudi, Ibrani dan Arab :

Himdath = Himdahi = Himda = bahasa Yahudi
Himada = bahasa Ibrani
Ahmad = bahasa Arab

Semua kata tersebut mempunyai kesamaan arti yaitu terpuji dan mempunyai kesamaan akar kata yaitu H-M-D, lihatlah bila kita hilangkan vokal dan kita biarkan konsonannya, maka akan menjadi :

H-M-D = dalam bahasa Yahudi
H-M-D = dalam bahasa Ibrani
H-M-D = dalam bahasa Arab

Tentu ini sebuah bukti yang tak dapat dibantah sedikitpun, dan bagi siapapun yang ahli dalam bahasa Semit tentu mempunyai kesimpulan yang sama bahwa Himada dan Ahmad adalah sama, tentu kesimpulannya adalah nama Ahmad memang ada dalam Alkitab.

PARAKL’TOS adalah AHMAD
Bangsa Israel/Yahudi melihat nabi Isa AS ternyata bukanlah nabi yang dijanjikan Allah seperti yang disampaikan oleh Haggai yang dapat mengangkat bangsa Israel/Yahudi dari keterpurukan. Oleh karena itulah Bani Israel masih terus mencari siapakah orang yang dijanjikan Allah seperti yang disampaikan Haggai ?.

Suatu ketika Yesus berpidato kepada kaumnya, memberitakan akan ada nabi lain yang akan diutus sesudah dirinya, menurut Yesus kedatangan nabi tersebut tidak akan lama lagi.

Pidato Yesus tersebut sangat dipahami oleh orang-orang Israel, namun sayang sekali mereka tidak langsung menuliskan apa yang disabdakan Yesus ketika itu, dan pidato Yesus yang berbahasa Ibrani tersebut baru dicatat enampuluh (60) tahun kemudian dan itupun dalam bahasa Yunani oleh orang yang mengaku bernama Yohanes :

“Kagō erōtaō tou patēr kai allos paraklētos didōmi humin hina meta humōn eis tou aiōn eimi” Yohanes 14:16

Kata Paraklētos mempunyai beberapa arti yaitu: mengagungkan, memuji dan penolong, dan kalau kata Paraklētos diterjemahkan ke dalam bahasa Ibrani, kata yang didapat adalah : Hamida

Kalau kata Hamida yang disebut oleh Yesus diartikan sebagai kata benda abstrak maka terjemahan pidato Yesus adalah seperti berikut ini :

Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya. Yohanes 14:16

Tetapi kalau kata Hamida yang disebut Yesus diartikan sebagai sebuah nama yang konkrit maka terjemahannya adalah seperti berikut ini :

Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu Hamida, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya. Yohanes 14:16

Maka pidato Yesus tersebut senada dengan Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an :

Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata: "Hai bani Israil,”.(aku.) memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad ". QS. 61:6

Tentu hasil akhir yang kita dapatkan adalah kata Hamida dalam bahasa Ibrani dan kata Ahmad dalam bahasa Arab, dan kedua kata ini adalah berasal dari akar kata yang sama yaitu H-M-D dan mempunyai arti yang sama yaitu terpuji, dan senada pula dengan makna Periklētos.

Sebagaimana penjelasan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa, apakah kata Hamida dianggap sebagai kata benda abstrak atau riil, jika kita kembalikan ke dalam bahasa Yesus yaitu Ibrani, maka nama Ahmad tidak akan mampu disembunyikan lagi.

KEAJAIBAN NAMA MUHAMMAD
Sesuatu yang sangat menarik adalah, tidak ada seorangpun yang bernama Ahmad atau Muhammad sejak nabi Adam diciptakan sampai dengan lahirnya seorang anak dari Abdullah dan Siti Aminah.

Hal ini bukanlah kebetulan yang direkayasa kalau Siti Aminah memberi nama Muhammad pada anaknya, tetapi hanya semata-mata sebagai takdir Allah Yang Maha Kuasa dan sebagai bukti ke-Agungan rencan-Nya. (al-islahonline)

Sumber :
1. Perjanjian Baru Interlinier, Yunani Indonesia Diterbitkan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI)
2. Konkordasi Perjanjian Baru - LAI
3. Menguak Misteri Muhammad, Sahara Publishers

Jadi tidak ada fitnah dalam Alqur’an terhadap kaum Nasrani. Jika tugas anda adalah mengabarkan injil. Maka tugas saya adalah mengabarkan kebenaran atas Nama Allah satu-satunya Tuhan Semesta Alam...

Wallahu’alam

Kami sangat menghargai komentar pembaca sekalian, baik saran, kritik, bantahan dan lain sebagainya. 
Bagi pembaca yang ingin berkomentar silahkan untuk login dengan mengklik Login di Tombol Login komentar dan pilih akun yang ingin anda gunakan untuk Login, Bisa dengan Facebook, Twitter, Gmail dsb. 
 peraturan komentar: 
1. komentar pendek atau panjang tidak masalah, baik lebih dari satu kolom juga tidak apa-apa. 
2. komentar menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar tidak berbelit-belit. 
3. tidak menggunakan kata-kata kotor, hujat atau caci maki
4. langsung pada topik permasalahan