Select Menu

clean-5

Wisata

Budaya

Kuliner

Kerajaan

Muslimah

Nabi Muhammad Saw

» » » » » Menjawab Tuduhan PENCIPTAAN ALAM SEMESTA MENURUT AL-QUR'AN, 6 ATAU 8 MASA?


Penciptaan Alam Semesta Menurut Al-Qur'an

Ayat yang dimaksud adalah surah Fushshilat dan surah Yunus tentang waktu penciptaan alam semesta. Dalam surah Fushshilat:

Ayat 9: bumi diciptakan dalam 2 masa.
Ayat 10: penciptaan gunung dalam 4 masa.
Ayat 12: langit diciptakan dalam 2 masa. Lalu orang menyimpulkan, penciptaan alam semesta adalah dalam (2+4+2) = 8 masa.

Dengan demikian, surah ini bertentangan dengan surah Yunus ayat 3 yang menyatakan alam semesta diciptakan dalam 6 masa.

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy untuk mengatur segala urusan…,” (QS Yunus[10]: 3).


Surah Fushshilat yang dianggap bertentangan dengan surah Yunus 3 adalah,

“Katakanlah: ‘Sesungguhnya patutkahkamu kafir kepada Yang menciptakan bumi dalam dua masa dan kamu adakan sekutu-sekutu bagi-Nya? (Yang bersifat) demikian itu adalah Rabb semesta alam,” (QS Fushshilat[42]: 9).

“Dan dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuninya) dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya,” (QS Fushshilat: 10). “Maka Dia menjadikannya tujuh langit dalam dua masa,” (QS Fushshilat: 12).

Ketika membaca surah Fushshilat ayat 9-10, para pendusta Al-Qur’an hanya terpaku pada angka-angka, tanpa meneliti redaksinya, sehingga ada kesalahan (salah kaprah) yang disengaja ketika membaca surah ini. Jika dicermati, surah Fushshilat 9 hanya menyebutkan penciptaan bumi dalam 2 masa (fii yaumain). Sementara Fushilat 10 menceritakan masa penciptaan bumi dan segala isinya (gunung, tumbuhan, hewan dan lainnya) dalam 4 masa (fii arba’ati ayyaam). Sedangkan, surah Fushshilat 11-12 menyebutkan, Allah menciptakan langit (saja) dalam 2 masa. Dari surah Fushshilat 9 dan 10 dapat dipahami bahwa Allah menciptakan bumi selama 2 masa, menjadikan gunung dan semua isi bumi dalam 2 masa dan menciptakan langit juga 2 masa. Dari surat Fushshilat 9-12 disimpulkan, masa penciptaan bumi, isi bumi dan langit adalah (2+2+2) = 6 masa.

Jadi, ayat ini sama sekali tidak bertentangan dengan surah Yunus. A. Hassan dalam Tafsir Al-Furqan membuat analogi menarik untuk menjelaskan pengertian surah Fushshilat 9 dan 10.

Lantas, Bagaimanakah Penciptaan Alam Semesta Menurut Alkitab?

Perhatikanlah bagaimana Alkitab justru menyimpan kemusyrikan dalam menjelaskan penciptaan alam. Berikut di antaranya:
Hari pertama, Tuhan menciptakan langit dan bumi dalam keadaan kosong dan gelap gulita. Lalu, menjadikan terang yang memisahkan pagi dan petang. (Kejadian 1:1-5).
Hari kedua, Tuhan menciptakan langit (Kejadian 1:6-8).
Hari ketiga, Tuhan menciptakan tumbuh-tumbuhan (Kejadian 1:9-13).
Hari keempat, Tuhan menciptakan matahari dan bintang (Kejadian 1:14-19).
Hari kelima, Tuhan menciptakan binatang laut dan burung (Kejadian 1:20-23).
Hari keenam, Tuhan menciptakan makhluk hidup, ternak, binatang dan Adam, manusia pertama (Kejadian 1:24-31).
Hari ketujuh, Tuhan berhenti dari segala pekerjaan-Nya yang disebut sebagai Hari Sabat Tuhan (Kejadian 2:2, Keluaran 20:10-11, Ulangan 5:14).

Kisah penciptaan alam versi Alkitab sangat bertentangan dengan sains. Perhatikanlah logika berikut ini:

Hari pertama, Tuhan menciptakan bumi lengkap dengan terang dan gelap sehingga ada siang dan malam. Padahal, Bibel menerangkan matahari baru diciptakan pada hari keempat. Bukankah tak akan ada siang dan malam tanpa matahari? Kemudian, diciptakan tanaman dan pepohonan pada hari ketiga. Aneh bukan? Bagaimana tumbuhan bisa hidup tanpa matahari? Bukankah tumbuhan memerlukan sinar matahari untuk proses fotosintesis dan proses alam lainnya?

Seharusnya, matahari diciptakan lebih dulu sebelum penciptaan siang-malam dan tumbuhan. Para pendusta Al-Qur‘an tak memahami pengertian “kontradiksi”, sehingga menimbulkan misinterpretasi.

Berikut contoh kontradiksi yang nyata. Alkitab menyebut batasan umur manusia maksimal 120 tahun saja. “Berfirmanlah Tuhan: Roh-Ku tidak akan selama-lamanya tinggal di dalam manusia, karena manusia itu adalah daging, tetapi umurnya akan seratus dua puluh tahun saja,” (Kejadian 6:3).“Maka berkatalah Tuhan, Aku tidak memperkenankan manusia hidup selama-lamanya; mereka makhluk fana, yang harus mati. Mulai sekarang umur mereka tidak akan melebihi 120 tahun,” (Kejadian 6:3, Alkitab Bahasa Indonesia Sehari-hari).Batasan usia dalam Bibel ini ternyata salah.

Faktanya, banyak orang yang usianya lebih dari 120 tahun. Antara lain, Nabi Adam hidup selama 930 tahun (Kejadian 5:3-5), Nuh berusia 950 tahun (Kejadian 9:29), Set berumur 912 tahun (Kejadian 5:6–8), Enos hidup selama 905 tahun (Kejadian 5:9-11), Kenan berumur 910 tahun (Kejadian 5:12-14).Mahalaleel selama 895 tahun (Kejadian 5:15-17), Yared berumur 962 tahun (Kejadian 5:18-20), Henokh usianya sampai 365 tahun (Kejadian 5:21- 23), Metusalah berumur 969 tahun (Kejadian 5:25-27), Sem hidup selama 600 tahun (Kejadian 11:10-11), dan lainnya.Hal yang serupa tak akan ditemukan dalam al-Qur`an.

Kami sangat menghargai komentar pembaca sekalian, baik saran, kritik, bantahan dan lain sebagainya. 
Bagi pembaca yang ingin berkomentar silahkan untuk login dengan mengklik Login di Tombol Login komentar dan pilih akun yang ingin anda gunakan untuk Login, Bisa dengan Facebook, Twitter, Gmail dsb. 
 peraturan komentar: 
1. komentar pendek atau panjang tidak masalah, baik lebih dari satu kolom juga tidak apa-apa. 
2. komentar menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar tidak berbelit-belit. 
3. tidak menggunakan kata-kata kotor, hujat atau caci maki
4. langsung pada topik permasalahan

About Muslim Say

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

9 comments:

  1. assalamualaikum....
    saya muslim ingin bertanya, memang di alkitab dalam penciptaan alam semesta banyak yang ga logis. tapi untuk tumbuhan tumbuh sebelum ada matahari bukannya Al-Quran juga menjelaskan secara tersirat demikian. Pembentukan gunung dan isinya ada pada masa ke 3 dan 4, sedangkan langit pada masa 5 dan 6. mohon penjelasannya...
    terimakasih 

    ReplyDelete
  2.  wa 'alaikumus salam wr wb....

    untuk jawaban pertanyaan antum bisa antum baca pada artikel berikut: http://muslims-says.blogspot.com/2012/04/proses-penciptaan-alam-semesta-dalam.html

    ReplyDelete
  3. klo g tw, g ush sok dehhh.. sperti ini ngaku muslim..

    ReplyDelete
  4. mohon maaf, jika alkitab dibaca dengan baik dan runtut, maka tidak dapat disimpulkan demikian. Allah berfirman bahwa umur manusia tidak akan mencapai 120 tahun, itu diberitakannya setelah zaman/masa kehidupan Adam, Nuh, Enos, Kenan, Metusalah dan yang lainnya. jadi menurut saya, hal tersebut berlaku hanya pada keturunan dimana hidup sejak Allah berfirman demikian, bukan sebelum Firman Allah dinyatakan. jadi, tidak ada yang salah pada bagian alkitab dalam bagian tersebut. terima kasih

    ReplyDelete
  5. manusia tertua yang pernah hidup di dunia adalah Jeanne Calment. Telah diverifikasi secara ilmiah, nenek asal Prancis ini 'hanya' berumur 122 tahun 164 hari dan meninggal 4 Agustus 1997 silam.  Pendapat anda tentang umur manusia yg b'umur lebih dari 120thn hnya dimana sejak firman tuhan diturunkan ( Masa firman tuhan salah sich ) ,padahal dimasa sekarang ada yg mencapai lebih dari umur yg di tentukan oleh kitab anda dan itu sudah di verifikasi secara ilmiah. Sekarang bisa ga di jelasin lagi knpa tjadi perbedaan tersebut dengan firman Tuhan anda?????

    ReplyDelete
  6. itulah resikonya berkeyakinan. kita harus mati-matian membenarkannya.Padahal semua itu pendapat kuno yang disucikan. Kalo aq menganggap konsep tuhan dan alam semesta adalah doktrin dan doktrin tidak ilmiah.......

    ReplyDelete
  7. Islam MenyelamatkankuNovember 3, 2012 at 6:36 PM

    saudara slamet, itu mah pandangna kamu doang menyebut doktrin tuhan tidak ilmiah  kamu atheis??

    pandangan yang menolak Tuhan itu adalah pandangan orang-orang skeptis yang sombong, merasa rasional, merasa pintar alu sombong menyebut tuhan tidak ada karena tidak ada pembuktian empiris. padahal kalau mau jujur, berapa banyak hal yang manusia tdak sanggup mengungkap hal tersebut.
    kalau kamu orang asli indonesia, kamu bisa menyaksikan bergitu banyak hal-hal atau kejadian yang bertolak belakang dengna ilmu pengetahuan dan akal. di indonesia ladangnya atau tempatnya ilmu-ilmu ghoib. misalnya saja debus. orang disiram air keras tidak apa2. Dedy corbuzer berulang kali menunjukan beberapa hal atau pertunjukan yang tidak masuk akal dan sains, disaksikan orang banyak.. di Barat david coferfield pernah menghilangkan patung liberti disaksikan ratusan bahkan mungkin jutaan orang dalam pertunjukan sulapnya.

    coba kamu fikir. kejadian luar biasa atau hal ghoib metafisika yang ilmu pengetahuan tidak sanggup mengungkapnya, dan Akal juga tidak bisa menerimanya. Betapa sangat sombong sekali mengatakan tuhan tidak ada. sulap Dedy corbuzer saja tidak bisa mengungkapnya. kebenaran tidak bisa disandarkan ilmiah dan akal semata.

    ReplyDelete
  8. Good Post min...
    Kita semua memang harus tahu ilmunya ketika kita diserang, biar gak garuk2 kepala aja...

    Barokallah...

    ReplyDelete
  9. langit, tak bermaksud matahari.
    big bang theory menyatakan bahawa asalnya universe daripada satu titik yang intense, with power, heat, dan logiknya, bila big bang, matahari telah ada.

    wallahu'alam

    ReplyDelete

Untuk Mempermudah Pencarian Artikel Yang Anda Inginkan Gunakan Mesin Pencari Di Bawah ini:

Video