KEDUDUKAN DAN DERAJAT RASULULLAH SAW DALAM AL-QUR'AN - Muslim Says

728x90 AdSpace

Trending
Sunday, April 1, 2012

KEDUDUKAN DAN DERAJAT RASULULLAH SAW DALAM AL-QUR'AN


Manusia tidak mungkin dapat mengenal dan mensifati Nabi Muhammad Saw secara sempurna, sebab manusia agung ini adalah manifestasi kesempurnaan dan keagungan Sang Pencipta. Namun bukan berarti Rasul Saw jauh dari jangkauan, karena ia adalah teladan dan contoh bagi umat manusia. Hanya saja manusia agung ini tidak dapat disamakan atau disejajarkan dengan manusia-manusia lain.

Nabi Muhammad Saw selain memiliki kedudukan spiritual yang tinggi, juga menjalani kehidupan layaknya manusia biasa seperti memiliki pendamping hidup dan terlibat dalam kegiatan ekonomi. Dunia materi punya tuntutan-tuntutan spesifik yang tidak boleh diabaikan apalagi beliau diutus sebagai seorang teladan.

Tulisan ini mencoba mengkaji secara ringkas kedudukan dan derajat Nabi Muhammad Saw berdasarkan ayat-ayat al-Quran. Sebagai kekasih Allah Swt, beliau memiliki kedudukan dan posisi istimewa di sisi-Nya.

Tanpa ragu bahwa pengenalan dan makrifat kepada Allah Swt diperoleh melalui Rasul Saw. Semua Nabi as berada di bawah Rasul Saw dan ajaran mereka juga mengikuti risalah Muhammad Saw meski mereka datang lebih dulu. Mereka diutus untuk mempersiapkan kedatangan manusia agung ini. Dengan kata lain, semua Nabi as berada di bawah perintah Rasul Saw untuk menyampaikan risalah dan misi Nabi Muhammad Saw.

Ketika menjelaskan tentang kedudukan dan derajat keberadaannya yang mendahului Nabi-nabi as lain, Rasul Saw bersabda: "Hal yang pertama kali diciptakan Allah Swt adalah cahayaku." Sementara terkait derajat kenabian yang mendahului Nabi-nabi as lain termasuk Nabi Adam as, Rasul Saw bersabda: "Aku sudah menjadi Nabi saat Adam berada di antara air dan tanah liat." Hadis ini juga dapat dipahami bahwa pengangkatan Rasul Saw telah menjadi agenda Tuhan sebelum penciptaan Nabi Adam as dan Nabi-nabi as lain. Hanya saja waktu dan kondisi untuk mengutusnya ke tengah umat manusia belum tercipta kala itu.

Rasul Saw secara jelas telah berbicara tentang kedudukan dan derajatnya dalam berbagai bentuk dan pada kesempatan yang berbeda. Beliau Saw menyatakan cahayanya sebagai makhluk pertama yang diciptakan Allah Swt. Dalam hadis lain, Rasul Saw bersabda: "Hal yang pertama kali diciptakan Allah Swt adalah akal." Artinya, akal dan cahaya Muhammad Saw bukan dua hal yang berbeda, tapi akal dan cahaya adalah satu dan makhluk yang pertama kali ada adalah hakikat cahaya dan akal manusia agung ini. Masalah ini sudah dibuktikan dalam filsafat dan irfan teoritis; Nabi Muhammad Saw merupakan manifestasi pertama ciptaan Tuhan dan ia adalah makhluk yang paling mulia dan sempurna di antara ciptaan-Nya.

Islam juga tidak lain kecuali kebenaran yang dibawakan oleh Rasul Saw demi kebahagiaan umat manusia. Semua Nabi as adalah duta Nabi Muhammad Saw dalam menyampaikan agama yang lurus dan menyeru manusia kepada Allah Swt. Oleh karena itu, Allah Swt dengan tegas menyatakan akan menolak setiap ajaran selain Islam. "Barang siapa yang menginginkan selain Islam sebagai agamanya, maka tidak akan pernah diterima dan ia akan menjadi orang-orang yang merugi di akhirat kelak." (QS: Ali Imran:58). Semua Nabi as juga diperintahkan untuk menyampaikan agama yang lurus ini.

Meski secara lahiriyah Nabi Muhammad Saw berada di urutan terakhir, namun pada dasarnya Rasul Saw merupakan manifestasi pertama ciptaan Tuhan dan juga termasuk utusan yang pertama, sementara para Nabi as lain adalah penyambung lisan Nabi Muhammad Saw. Semua menyeru kepada Islam dan membenarkan risalah Rasul Saw serta memberi kabar gembira tentang kedatangan penghulu para Nabi Saw. Berikut ini kami sebutkan beberapa kedudukan dan derajat Rasul Saw sebagaimana dijelaskan dalam al-Quran.

1. Tunduk dan Pasrah Di Hadapan Allah Swt
Allah Swt dalam banyak ayat menjelaskan kedudukan dan derajat Nabi Muhammad Saw di dunia dan akhirat. Di antara posisi istimewa itu adalah sikap tunduk dan pasrah di hadapan Tuhan. Rasul Saw memiliki kepasrahan yang begitu murni sampai-sampai Allah Swt memuji kedudukan ini. (QS: Ali Imran:2, Al An'am:41, 17 dan 361).

2. Risalah Kenabian
Risalah kenabian termasuk posisi istimewa lain yang diberikan Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw. Risalah kenabian beliau Saw memiliki keistimewaan yang khas dibanding risalah para Nabi as sebelumnya. Karakteristik risalah Rasul Saw adalah sebagai penutup, penghapus risalah sebelumnya, penyempurna risalah para Nabi as terdahulu, ditujukan untuk seluruh umat manusia, dan sebagai rahmat bagi semesta alam. Ciri-ciri ini dimiliki oleh Nabi Muhammad dan tidak dimiliki oleh para Nabi as sebelumnya.

Risalah Nabi-nabi as terdahulu hanya untuk kaum tertentu saja dan sesuai dengan kondisi pada masa itu. Sementara risalah Nabi Muhammad Saw diperuntukkan bagi seluruh umat manusia dan berlaku hingga akhir zaman. Allah Swt juga telah menjelaskan bahwa Rasul Saw adalah penutup para Nabi sehingga tidak ada Nabi lain setelahnya.

3. Pemberi Syafaat
Pemberi syafaat termasuk gelar lain yang disandang oleh Rasul Saw. Kedudukan ini juga dapat diperoleh oleh manusia biasa melalui shalat tajahud dan sunnah di pertengahan malam. Hanya saja syafaat yang dimiliki Rasul Saw adalah syafaat yang bersifat mutlak. Allah Swt memberi wewenang kepada Rasul Saw untuk memberi syafaat kepada umatnya kelak. Meski Allah Swt dalam kitab sucinya tidak pernah menyebutkan nama seorang pun yang kelak di hari kiamat akan memberikan syafaat, namun al-Quran menyebutkan beberapa kriteria pemberi syafaat dan siapa saja yang memiliki sifat-sifat tersebut, berarti ia adalah pemberi syafaat di hari kiamat.

Ada beberapa golongan yang disebut oleh al-Quran sebagai pemberi syafaat. Di antaranya adalah para Nabi as, malaikat, dan kaum mukmin yang saleh. Selain itu, amal perbuatan yang baik juga dapat memberikan syafaat kepada pelakunya.

4. Kemaksuman Mutlak
Kemaksuman mutlak (kesucian mutlak) juga termasuk kedudukan lain yang dimiliki Rasul Saw. Mazhab Syiah meyakini bahwa Nabi Muhammad Saw dan Nabi-nabi as lain terjaga dari dosa dan maksiat, baik dosa kecil atau besar, yang disengaja atau tidak. Tujuan utama diutusnya Nabi Saw adalah untuk memberikan petunjuk kepada seluruh umat manusia dan membimbing mereka kepada hakikat kebenaran. Pada dasarnya, Nabi Saw adalah duta Tuhan untuk seluruh umat manusia. Beliau ditugaskan untuk memberi hidayah kepada jalan yang lurus. Apabila beliau sendiri tidak konsisten dengan ajaran Ilahi, atau bahkan mengamalkan yang sebaliknya, maka umat manusia akan tersesat dan ini bertentangan dengan tujuan pengutusan Nabi.

Allah Swt dalam ayat 23 dan 231 surat Ali Imran menegaskan kewajiban mentaati Rasul Saw secara mutlak dan menganggap ketaatan kepada manusia suci ini sebagai ketaatan kepada-Nya. Perintah ini mengindikasikan kemaksuman mutlak dan sempurna yang dimiliki Rasul Saw, sebab jika tidak demikian, tentu saja Allah Swt akan memerintahkan manusia untuk mematuhinya dalam kasus tertentu saja. Sementara Allah Swt menilai ketaatan kepada Rasul Saw sama dengan ketaatan kepada-Nya dan tanpa pengecualian sama sekali. Dalam surat An-Nisa' ayat 64, Allah Swt berfirman: "Dan Kami tidak mengutus seorang Rasul pun melainkan untuk ditaati dengan izin Allah." Ketaatan mutlak kepada Nabi Saw hanya terjadi jika beliau berada di bawah ketaatan kepada Allah Swt dan sebagai perpanjangan dari-Nya.

Metode penjelasan seperti itu dengan sendirinya membuktikan kemaksuman mutlak Rasul Saw. Beliau terjaga dari segala bentuk kesalahan, kekeliruan, kelupaan dan sejenisnya. Jika tidak, mustahil Allah Swt memerintahkan manusia untuk mematuhinya secara mutlak.

5. Hakim dan Pemberi Putusan
Di antara kedudukan dunia dan akhirat Nabi Muhammad Saw adalah bertindak sebagai hakim dan pemberi putusan atas sebuah perkara dan sengketa yang terjadi di tengah umatnya. Selama di dunia, Nabi Saw juga bertugas memutuskan perkara dan sengketa di tengah umat manusia berdasarkan hukum Allah Swt. Beliau bertindak sebagai hakim dan memberi putusan yang adil terhadap setiap kasus. Sementara di akhirat, Nabi Saw menjadi pembagi antara penghuni surga dan neraka.

6. Wilayah dan Kepemimpinan
Rasul Saw mengemban tugas untuk memberi penjelasan berbagai urusan dunia dan akhirat umat manusia. Beliau menjelaskan kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan wahyu. Beliau juga menjalankan roda pemerintahan yang kelak menjadi sumber manifestasi rahmat Tuhan, keadilan Islam dan simbol memerangi kezaliman.

7. Penghambaan
Lembaran kehidupan Rasul Saw adalah kumpulan makrifat, keilmuan dan amal saleh yang mendidik umat manusia. Manusia agung ini telah melakukan puncak penghambaan kepada Allah Swt dan melepaskan diri dari segala bentuk ikatan selain-Nya. Di hadapan keagungan Allah Swt, beliau menjadi hamba yang pasrah secara mutlak sehingga menggapai kekuatan spiritual yang agung. Karena itu, Rasul Saw tak pernah gentar menghadapi kekuatan syirik, kufur, gemerlap materi atau penguasa yang berhias diri dengan harta dan bala tentara.

Ibadah adalah tangga yang mengantarkan manusia ke puncak kesempurnaan ruh dan spiritual. Setiap amal kebaikan yang dilakukan dengan niat mendekatkan diri kepada Allah Swt, tergolong ibadah dan penghambaan. (IRIB Indonesia/Taqrib/SL)


[Oleh: Ali Reza Derakhsyan ] 

Kami sangat menghargai komentar pembaca sekalian, baik saran, kritik, bantahan dan lain sebagainya. 
Bagi pembaca yang ingin berkomentar silahkan untuk login dengan mengklik Login di Tombol Login komentar dan pilih akun yang ingin anda gunakan untuk Login, Bisa dengan Facebook, Twitter, Gmail dsb. 
 peraturan komentar: 
1. komentar pendek atau panjang tidak masalah, baik lebih dari satu kolom juga tidak apa-apa. 
2. komentar menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar tidak berbelit-belit. 
3. tidak menggunakan kata-kata kotor, hujat atau caci maki
4. langsung pada topik permasalahan
KEDUDUKAN DAN DERAJAT RASULULLAH SAW DALAM AL-QUR'AN Reviewed by Muslim Say on 8:10 AM Rating: 5 Manusia tidak mungkin dapat mengenal dan mensifati Nabi Muhammad Saw secara sempurna, sebab manusia agung ini adalah manifestasi kesempurna...

No comments: