Mana Yang Lebih Otentik Kisah Bulan Terbelah Atau Kisah di Injil kanonik? - Muslim Says

728x90 AdSpace

Trending
Friday, April 13, 2012

Mana Yang Lebih Otentik Kisah Bulan Terbelah Atau Kisah di Injil kanonik?

Kisah Bulan pernah terbelah sering dijadikan dasar bagi para penghujat islam (yang berasal dari Kristen) menghujat dan melecehkan Islam,mereka menghujat dan melecehkan Allah swt, nabi Muhammad saw dan Muslim.
sikap mereka ini bisa dijumpai diberbagai forum diskusi lintas iman. Dan salah satu ejekan dan penghinaan kepada Muslim adalah karena mempercayai peristiwa “bulan terbelah”, dan salah satu ejekan yang mereka lontarkan adalah tentang kebodohan.
dan pola ejekan dan penghinaan juga beraneka ragam. Ada yang secara terang terangan mengejek dan melecehkan tetapi ada juga yang mengejek dan melecehkan dengan cara cara yang ‘sangat halus’. Seperti mengajukan pertanyaan. Ingin diskusi hanya soal Sains dll.

Muslim yang mempercayai tentang Bulan terbelah lebih terfokus menjelaskan bahwa Kisah tersebut layak dipercaya.
sedangkan mereka yang mengejek dan menghina Allah swt dan nabi Muhammad saw lebih mefokuskan diri membuktikan bahwa kisah kisah di dalam Injil kanonik (Injil matius,injil Markus,Injil Lukas dan Injil Yohanes) lebih baik dan lebih valid kisah kisahnya dibandingkan Kisah bulan terbelah
dan dalam hal ini sebagai seorang muslim saya akan coba menjawab ejekan dan penghinaan mereka bahwa Kisah Bulan terbelah LEBIH VALID dan LEBIH LAYAK dipercaya dibandingkan Seluruh kisah yang ada didalam Injil Kanonik
STANDAR PENGUJIAN YANG DIAJUKAN SAYA JELAS :
1.penulis Kitabnya jelas siapa dia (tidak diperdebatkan).
2.saksi mata dan sumber informasi Kisah tersebut juga jelas.
mari kita buktikan SIAPA YANG BODOH, Muslim yang percaya Bulan pernah terbelah atau Orang Kristen yang percaya dengan kisah kisah di INJIL KANONIK

 I. Penulis Kitab yang menceritakan tentang Kisah bulan terbelah jelas
1. IMAM BUKHORI
Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju’fi al-Bukhari atau lebih dikenal Imam Bukhari adalah ahli hadits yang termasyhur di antara para ahli hadits sejak dulu hingga kini bersama dengan Imam Muslim, Abu Dawud, Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah bahkan dalam kitab-kitab Fiqih dan Hadits, hadits-hadits beliau memiliki derajat yang tinggi. Sebagian menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits (Pemimpin kaum mukmin dalam hal Ilmu Hadits). Dalam bidang ini, hampir semua ulama di dunia merujuk kepadanya.
Beliau diberi nama Muhammad oleh ayah beliau, Ismail bin Ibrahim. Yang sering menggunakan nama asli beliau ini adalah Imam Turmudzi dalam komentarnya setelah meriwayatkan hadits dalam Sunan Turmudzi. Sedangkan kuniah beliau adalah Abu Abdullah. Karena lahir di Bukhara, Uzbekistan, Asia Tengah; beliau dikenal sebagai al-Bukhari. Dengan demikian nama lengkap beliau adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju’fi al-Bukhari. Ia lahir pada tanggal 13 Syawal 194 H (21 Juli 810 M). Tak lama setelah lahir, beliau kehilangan penglihatannya.
Bukhari dididik dalam keluarga ulama yang taat beragama. Dalam kitab ats-Tsiqat, Ibnu Hibban menulis bahwa ayahnya dikenal sebagai orang yang wara’ dalam arti berhati hati terhadap hal hal yang bersifat syubhat (ragu-ragu) hukumnya terlebih lebih terhadap hal yang haram. Ayahnya adalah seorang ulama bermadzhab Maliki dan merupakan murid dari Imam Malik, seorang ulama besar dan ahli fikih. Ayahnya wafat ketika Bukhari masih kecil.
Bukhari berguru kepada Syekh Ad-Dakhili, ulama ahli hadits yang masyhur di Bukhara. pada usia 16 tahun bersama keluarganya, ia mengunjungi kota suci terutama Mekkah dan Madinah, dimana dikedua kota suci itu dia mengikuti kuliah para guru besar hadits. Pada usia 18 tahun dia menerbitkan kitab pertama Kazaya Shahabah wa Tabi’in, hafal kitab-kitab hadits karya Mubarak dan Waki bin Jarrah bin Malik. Bersama gurunya Syekh Ishaq, menghimpun hadits-hadits shahih dalam satu kitab, dimana dari satu juta hadits yang diriwayatkan 80.000 perawi disaring menjadi 7275 hadits.
Bukhari memiliki daya hafal tinggi sebagaimana yang diakui kakaknya, Rasyid bin Ismail. Sosok beliau kurus, tidak tinggi, tidak pendek, kulit agak kecoklatan, ramah dermawan dan banyak menyumbangkan hartanya untuk pendidikan.

2. IMAM MUSLIM
Imam Muslim dilahirkan di Naisabur pada tahun 202 H atau 817 M. Imam Muslim bernama lengkap Imam Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj bin Muslim bin Kausyaz al Qusyairi an Naisaburi. Naisabur, yang sekarang ini termasuk wilayah Rusia, dalam sejarah Islam kala itu termasuk dalam sebutan Maa Wara’a an Nahr, artinya daerah-daerah yang terletak di sekitar Sungai Jihun di Uzbekistan, Asia Tengah.
Perhatian dan minat Imam Muslim terhadap ilmu hadits memang luar biasa. Sejak usia dini, beliau telah berkonsentrasi mempelajari hadits. Pada tahun 218 H, beliau mulai belajar hadits, ketika usianya kurang dari lima belas tahun. Beruntung, beliau dianugerahi kelebihan berupa ketajaman berfikir dan ingatan hafalan. Ketika berusia sepuluh tahun, Imam Muslim sering datang dan berguru pada seorang ahli hadits, yaitu Imam Ad Dakhili.
Mengenai metode penyusunan hadits, Imam Muslim menerapkan prinsip-prinsip ilmu jarh, dan ta’dil, yakni suatu ilmu yang digunakan untuk menilai cacat tidaknya suatu hadits. Beliau juga menggunakan sighat at tahammul (metode-metode penerimaan riwayat), seperti haddasani (menyampaikan kepada saya), haddasana (menyampaikan kepada kami), akhbarana (mengabarkan kepada saya), akhabarana (mengabarkan kepada kami), dan qaalaa (ia berkata).
Imam Muslim menjadi orang kedua terbaik dalam masalah ilmu hadits (sanad, matan, kritik, dan seleksinya) setelah Imam Bukhari. “Di dunia ini orang yang benar-benar ahli di bidang hadits hanya empat orang; salah satu di antaranya adalah Imam Muslim,” komentar ulama besar Abu Quraisy Al Hafizh.

3. IMAM TIRMIDZI
Abu Isa Muhammad bin Isa bin Surah At Turmudzi (lebih dikenal sebagai Imam Turmudzi/ At Turmudzi/ At Tirmidzi) adalah seorang ahli hadits.

Abu ‘Isa aat-Tirmizi diakui oleh para ulama keahliannya dalam hadits, kesalehan dan ketakwaannya. Ia terkenal pula sebagai seorang yang dapat dipercaya, amanah dan sangat teliti. Salah satu bukti kekuatan dan cepat hafalannya ialah kisah berikut yang dikemukakan oleh al-Hafiz Ibnu Hajar dalam Tahzib at-Tahzib-nya, dari Ahmad bin ‘Abdullah bin Abu Dawud, yang berkata:
“Saya mendengar Abu ‘Isa at-Tirmizi berkata: Pada suatu waktu dalam perjalanan menuju Makkah, dan ketika itu saya telah menuslis dua jilid berisi hadits-hadits yang berasal dari seorang guru. Guru tersebut berpapasan dengan kami. Lalu saya bertanya-tanya mengenai dia, mereka menjawab bahwa dialah orang yang kumaksudkan itu. Kemudian saya menemuinya. Saya mengira bahwa “dua jilid kitab” itu ada padaku. Ternyata yang kubawa bukanlah dua jilid tersebut, melainkan dua jilid lain yang mirip dengannya. Ketika saya telah bertemu dengan dia, saya memohon kepadanya untuk mendengar hadits, dan ia mengabulkan permohonan itu. Kemudian ia membacakan hadits yang dihafalnya. Di sela-sela pembacaan itu ia mencuri pandang dan melihat bahwa kertas yang kupegang masih putih bersih tanpa ada tulisan sesuatu apa pun. Demi melihat kenyataan ini, ia berkata: ‘Tidakkah engkau malu kepadaku?’ lalu aku bercerita dan menjelaskan kepadanya bahwa apa yang ia bacakan itu telah kuhafal semuanya. ‘Coba bacakan!’ suruhnya. Lalu aku pun membacakan seluruhnya secara beruntun. Ia bertanya lagi: ‘Apakah telah engkau hafalkan sebelum datang kepadaku?’ ‘Tidak,’ jawabku. Kemudian saya meminta lagi agar dia meriwayatkan hadits yang lain. Ia pun kemudian membacakan empat puluh buah hadits yang tergolong hadits-hadits yang sulit atau garib, lalu berkata: ‘Coba ulangi apa yang kubacakan tadi,’ Lalu aku membacakannya dari pertama sampai selesai; dan ia berkomentar: ‘Aku belum pernah melihat orang seperti engkau.”

4. IMAM AHMAD
Ahmad bin Hanbal (781 – 855 M, 164 – 241 AH)[1] (Arab أحمد بن حنبل‏‏ ) adalah seorang ahli hadits dan teologi Islam. Ia lahir di Marw (saat ini bernama Mary di Turkmenistan, utara Afganistan dan utara Iran) di kota Baghdad, Irak. Kunyah beliau Abu Abdillah lengkapnya: Ahmad bin Muhammad bin Hambal bin Hilal bin Asad Al Marwazi Al Baghdadi/ Ahmad bin Muhammad bin Hanbal dikenal juga sebagai Imam Hambali.

II.Siapakah sumber Informasi dan Saksi mata PERISTIWA TERSEBUT?
1.Abdullah bin ‘Abbas
2.Anas bin Malik
3.Abdullah bin Masud

Siapakah mereka?
1.Abdullah bin Abbas (Bahasa Arab عبد الله بن عباس) adalah seorang Sahabat Nabi, dan merupakan anak dari Abbas bin Abdul-Muththalib, paman dari Rasulullah Muhammad SAW. Dikenal juga dengan nama lain yaitu Ibnu Abbas (619 – Thaif, 687/68H).
selengkapnya baca disini : http://id.wikipedia.org/wiki/Abdullah_bin_Abbas

2.Anas bin Malik bin Nadar al-Khazraj (Arab:العربية) – lahir: 612-wafat:709/712) – adalah Sahabat Nabi Muhammad SAW.
Anas bin Malik berasal dari Bani an-Najjar dan merupakan anak dari Ummi Sulaim. Sejak kecil Beliau melayani keperluan Nabi Muhammad SAW, sehingga selalu bersama Rasulullah. Dengan selalu bersama Rasulullah, Beliau menghafal banyak hadist.
Setelah wafatnya Nabi Muhammad, Anas bin Malik pergi dan menetap di Damaskus dan kemudian ke Basrah. Ia mengikuti sejumlah pertempuran dalam membela Islam. Ia dikenal sebagai sahabat Nabi Muhammad SAW yang berumur paling panjang. (sumber :http://id.wikipedia.org/wiki/Anas_bin_Malik)

3.Abdullah bin Mas’ud (bahasa Arab: عبدالله بن مسعود) (meninggal652) adalah orang keenam yang berpindah menuju Islam setelah Muhammad mengawali dakwah di Mekah. Dia juga salah satu sahabat terdekat nabi Muhammad.

Inilah beberapa KITAB HADIST yang menceritakan tentang “BULAN TERBELAH”
HADIST IMAM MUSLIM No 5010
حَدَّثَنَا عَمْرٌو النَّاقِدُ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالَا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ أَبِي مَعْمَرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَانْشَقَّ الْقَمَرُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِشِقَّتَيْنِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اشْهَدُوا
Telah menceritakan kepada kami [Amru An Naqid] dan [Zuhair bin Harb] keduanya berkata: Telah menceritakan kepada kami [Sufyan bin Uyainah] dari [Ibnu Abi Najih] dari [Mujahid] dari [Abu Ma'mar] dari [Abdullah] berkata: Bulan terbelah dua bagian dimasa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Saksikan.”

HADIST IMAM  MUSLIM 5012
حَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ الْعَنْبَرِيُّ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ أَبِي مَعْمَرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ قَالَانْشَقَّ الْقَمَرُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِلْقَتَيْنِ فَسَتَرَ الْجَبَلُ فِلْقَةً وَكَانَتْ فِلْقَةٌ فَوْقَ الْجَبَلِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ اشْهَدْحَدَّثَنَا عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ مُعَاذٍ حَدَّثَنَا أَبِي حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِثْلَ ذَلِكَ و حَدَّثَنِيهِ بِشْرُ بْنُ خَالِدٍ أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ ح و حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عَدِيٍّ كِلَاهُمَا عَنْ شُعْبَةَ بِإِسْنَادِ ابْنِ مُعَاذٍ عَنْ شُعْبَةَ نَحْوَ حَدِيثِهِ غَيْرَ أَنَّ فِي حَدِيثِ ابْنِ أَبِي عَدِيٍّ فَقَالَ اشْهَدُوا اشْهَدُوا
Telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Mu'adz Al Anbari] telah menceritakan kepada kami [ayahku] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al A'masy] dari [Ibrahim] dari [Abu Ma'mar] dari [Abdullah bin Mas'ud] berkata: Bulan terbelah dimasa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam menjadi dua bagian, salah satunya menutupi gunung atau yang lainnya di atas gunung, kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Ya Allah saksikanlah.” Telah menceritakan kepada kami [Ubaidullah bin Mu'adz] telah menceritakan kepada kami [ayahku] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al A'masy] dari [Mujahid] dari [Ibnu Umar] dari nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam seperti itu. Telah menceritakannya kepadaku [Bisyr bin Khalid] telah mengkhabarkan kepada kami [Muhammad bin Ja'far]. Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Basyar] telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abi Adi], keduanya dari [Syu'bah] dengan sanad Ibnu Mu’adz dari Syu’bah seperti haditsnya, hanya saja dalam hadits Ibnu Abi Adi disebutkan: Lalu beliau bersabda: “Saksikanlah, saksikanlah.”

HADIST MUSLIM 5015
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ قُرَيْشٍ التَّمِيمِيُّ حَدَّثَنَا إِسْحَقُ بْنُ بَكْرِ بْنِ مُضَرَ حَدَّثَنِي أَبِي حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ رَبِيعَةَ عَنْ عِرَاكِ بْنِ مَالِكٍ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَإِنَّ الْقَمَرَ انْشَقَّ عَلَى زَمَانِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Telah menceritakan kepada kami [Musa bin Quraisy At Taimi] telah menceritakan kepada kami [Ishaq bin Bukair bin Mudlar] telah menceritakan kepadaku [ayahku] telah menceritakan kepada kami [Ja'far bin Rabi'ah] dari [Irak bin Malik] dari [Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah bin Mas'ud] dari [Ibnu Abbas] berkata: Di masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bulan pernah terbelah.

HADIST SUNAN TIRMIDZI 2108
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَانْفَلَقَ الْقَمَرُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اشْهَدُواقَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَاب عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ وَأَنَسٍ وَجُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ وَهَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] telah bererita kepada kami [Abu Daud] telah menceritakan kepada kami [Syu'bah] dari [Al A'masy] dari [Mujahid] dari [Ibnu Umar] berkata: di masa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bulan terbelah menjadi dua, kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Saksikanlah.” Abu Isa berkata: dalam hal ini ada hadits serupa dari Ibnu Mas’ud, Anas dan Jubair bin Muth’im dan hadits ini hasan shahih.

HADIST SUNAN TIRMIDZI 3209
حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ أَبِي مَعْمَرٍ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ قَالَانْشَقَّ الْقَمَرُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَنَا النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اشْهَدُواقَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
Telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Umar] telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ibnu Abu Najih] dari [Mujahid] dari [Abu Ma'mar] dari [Ibnu Mas'ud], ia berkata; bulan terbelah pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada kami: “Saksikanlah.”

HADIST SUNAN TIRMIDZI 3210
حَدَّثَنَا مَحْمُودُ بْنُ غَيْلَانَ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَانْفَلَقَ الْقَمَرُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اشْهَدُواقَالَ هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ
Telah menceritakan kepada kami [Mahmud bin Ghailan] telah menceritakan kepada kami [Abu Daud] dari [Syu'bah] dari [Al A'masy] dari [Mujahid] dari [Ibnu Umar], ia berkata; bulan terbelah pada zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, kemudian beliau berkata: “Saksikanlah.” Abu Isa berkata; hadits ini adalah hadits hasan shahih.

HADIST SUNAN TIRMIDZI 3211
حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ كَثِيرٍ عَنْ حُصَيْنٍ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَانْشَقَّ الْقَمَرُ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى صَارَ فِرْقَتَيْنِ عَلَى هَذَا الْجَبَلِ وَعَلَى هَذَا الْجَبَلِ فَقَالُوا سَحَرَنَا مُحَمَّدٌ فَقَالَ بَعْضُهُمْ لَئِنْ كَانَ سَحَرَنَا فَمَا يَسْتَطِيعُ أَنْ يَسْحَرَ النَّاسَ كُلَّهُمْقَالَ أَبُو عِيسَى وَقَدْ رَوَى بَعْضُهُمْ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ حُصَيْنٍ عَنْ جُبَيْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ نَحْوَهُ
Telah menceritakan kepada kami [Abdu bin Humaid] telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Katsir] telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Katsir] dari [Hushain] dari [Muhammad bin Jubair bin Muth'im] dari [ayahnya], ia berkata; telah terbelah bulan pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam hingga menjadi dua belah di atas gunung ini. Kemudian orang-orang kafir berkata; Muhammad telah menyihir kita. Kemudian sebagian mereka berkata; Pun seandainya ia menyihir kita namun ia tidak mampu menyihir seluruh manusia. Abu Isa berkata; sebagian para ulama telah meriwayatkan hadits ini dari [Hushain] dari [Jubair bin Muhammad bin Jubair bin Muth'im] dari [ayahnya] dari [kakeknya yaitu Jubair bin Muth'im] seperti itu.

MUSNAD AHMAD 3402
حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ عَنْ مُجَاهِدٍ عَنْ أَبِي مَعْمَرٍ عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍانْشَقَّ الْقَمَرُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شِقَّتَيْنِ حَتَّى نَظَرُوا إِلَيْهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اشْهَدُوا
Telah menceritakan kepada kami [Sufyan] dari [Ibnu Abu Najih] dari [Mujahid] dari [Abu Ma'mar] dari [Ibnu Mas'ud]; Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah terjadi bulan terbelah menjadi dua bagian hingga kami melihatnya, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Saksikanlah.”

MUSNAD AHMAD 3729
حَدَّثَنَا مُؤَمَّلٌ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَانْشَقَّ الْقَمَرُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى رَأَيْتُ الْجَبَلَ مِنْ بَيْنِ فُرْجَتَيْ الْقَمَرِ
Telah menceritakan kepada kami [Mu`ammal] telah mengabarkan kepada kami [Isra`il] dari [Simak] dari [Ibrahim] dari [Al Aswad] dari [Abdullah] ia berkata; Pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah terjadi bulan terbelah hingga aku dapat melihat gunung berada di antara dua belahan bulan.

MUSNAD AHMAD 13409
حَدَّثَنَا مُؤَمَّلٌ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ الْأَسْوَدِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ قَالَانْشَقَّ الْقَمَرُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى رَأَيْتُ الْجَبَلَ مِنْ بَيْنِ فُرْجَتَيْ الْقَمَرِ
Telah bercerita kepada kami [Muhammad bin Ja'far] telah bercerita kepada kami [Syu'bah] dan [Hajjaj] berkata; telah bercerita kepadaku [Syu'bah] berkata; saya telah mendengar [Qatadah] menceritakan dari [Anas bin Malik] dia berkata; Bulan terbelah pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjadi dua bagian.

MUSNAD AHMAD 13410
حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ سَمِعَ أَنَسًا يَقُولُانْشَقَّ الْقَمَرُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Telah bercerita kepada kami [Abu Daud] telah bercerita kepada kami [Syu'bah] dari [Qatadah] telah mendengar [Anas] berkata; Bulan telah terbelah pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
MUSNAD AHMAD 13448
حَدَّثَنَا عَبْد اللَّهِ حَدَّثَنَا أَبُو عَبْدِ اللَّهِ السُّلَمِيُّ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو دَاوُدَ عَنْ شُعْبَةَ عَنْ قَتَادَةَ قَالَ سَمِعْتُ أَنَسًا يَقُولُانْشَقَّ الْقَمَرُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Telah bercerita kepada kami Abdullah telah bercerita kepada kami [Abu Abdullah As-Sulami] berkata; telah bercerita kepadaku [Abu Daud] dari [Syu'bah] dari [Qatadah] berkata; saya telah mendengar [Anas] berkata; Bulan terbelah pada masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

MUSNAD AHMAD 16510
قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ قَالَ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ كَثِيرٍ عَنْ حُصَيْنِ بْنِ عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَانْشَقَّ الْقَمَرُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَارَ فِرْقَتَيْنِ فِرْقَةً عَلَى هَذَا الْجَبَلِ وَفِرْقَةً عَلَى هَذَا الْجَبَلِ فَقَالُوا سَحَرَنَا مُحَمَّدٌ فَقَالُوا إِنْ كَانَ سَحَرَنَا فَإِنَّهُ لَا يَسْتَطِيعُ أَنْ يَسْحَرَ النَّاسَ كُلَّهُمْ
(Ahmad bin Hanbal radliyallahu’anhu) berkata; telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Katsir] berkata; telah menceritakan kepada kami [Sulaiman bin Katsir] dari [Hushain bin Abdurrahman] dari [Muhammad bin Jubair bin Muth'im] dari [Bapaknya] berkata; Bulan terbelah pada masa Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam menjadi dua bagian, satu bagian di atas gunung ini dan satu bagian lagi pada gunung itu. Mereka berkata; “Muhammad telah menyihir kita”. Mereka juga berkata; “Jika dia telah menyihir kita, namun niscaya dia tidak akan bisa menyihir manusia semuanya.”
setidaknya sebagai seorang Muslim saya sudah menjelaskan dasar kepercayaan kami terhadap Kisah bulan terbelah

Sekarang kita bahas sedikit tentang injil kanonik!
Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes,  ke-4 Injil kanonik tersebut adalah Injil yang “dikarang” oleh Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, dikatakan “dikarang” karena mereka tidak menulis Injil berdasarkan kata-kata Yesus kata-demi-kata atau sebagai saksi langsung, melainkan terinspirasi oleh kisah-kisah Yesus yang beredar di masyarakat pada saat itu baik berupa tulisan maupun lisan.


Seperti yang ditulis oleh seorang pengarang Injil yang bernama Lukas dalam Injil karangannya :
Teofilus yang mulia, Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu. Injil Lukas 1:1-3.
Menurut Lukas sendiri, bahwa Injil karangannya adalah berdasarkan berita-berita yang beredar di masyarakat yang sampai kepada dirinya dan diselidikinya dengan seksama lalu diklaimnya sebagai suatu kebenaran.
Dari pernyataan Lukas sendiri dalam Injilnya 1:1-3 yang menyatakan “seperti yang disampaikan kepada kita oleh mereka, yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman” , menunjukkan bahwa dia bukanlah murid Yesus dan bukan saksi langsung atas ajaran Yesus, dia hanya menerima berita dari orang-orang yang menerima berita dari saksi mata dan murid-murid Yesus.

Namun, orang-orang Kristen awam mengklaim, bahwa ke-4 pengarang Injil adalah saksi mata kisah-kisah Yesus sekaligus sebagai murid-murid Yesus. Orang Kristen awam menyatakan bahwa penulisan Injil adalah atas dasar bimbingan Roh Kudus sehingga akan terjamin kebenarannya, padahal para pengarang Injil sendiri tidak pernah menyatakan bahwa Injilnya dikarang atas bimbingan Roh Kudus. Hanya Matius dan Yohanes yg termasuk dari 12 orang murid Yesus, sedangkan Lukas dan Markus bukan murid Yesus. Herannya injil-injil yang ditulis oleh murid-murid yesus yang lain malah tidak diakui, kan aneh.

MAKA SEKARANG SAYA PERSILAHKAN JIKA ADA DARI PIHAK KRISTEN UNTUK FOKUS MENJELASKAN KISAH INJIL KANONIK yang ada LEBIH BAIK DARI KISAH BULAN TERBELAH.
adakah dari mereka yang bisa membuktikan Kisah di dalam injil Kanonik lebih VALID dan LAYAK DIPERCAYA dibandingkan Kisah Bulan terbelah? Jangan bilang kalau kisahnya diambil dari ilham roh kudus ya? buktikan kebenarannya seperti saya membuktikan kebenaran kisah bulan terbelah di atas.
Kami sangat menghargai komentar pembaca sekalian, baik saran, kritik, bantahan dan lain sebagainya. 
Bagi pembaca yang ingin berkomentar silahkan untuk login dengan mengklik Login di Tombol Login komentar dan pilih akun yang ingin anda gunakan untuk Login, Bisa dengan Facebook, Twitter, Gmail dsb. 
 peraturan komentar: 
1. komentar pendek atau panjang tidak masalah, baik lebih dari satu kolom juga tidak apa-apa. 
2. komentar menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar tidak berbelit-belit. 
3. tidak menggunakan kata-kata kotor, hujat atau caci maki
4. langsung pada topik permasalahan
Mana Yang Lebih Otentik Kisah Bulan Terbelah Atau Kisah di Injil kanonik? Reviewed by Muslim Say on 2:19 AM Rating: 5 Kisah Bulan pernah terbelah sering dijadikan dasar bagi para penghujat islam (yang berasal dari Kristen) menghujat dan melecehkan Islam,...

20 comments:

  1. Dia
    menurunkan alkitab ( Al-Qur’an ) kepadamu dengan sebenarnya :
    membenarkan kitab yang telah diturunkan sebelumnya dan menurunkan taurat
    dan Injil  (
    Q.S. Ali Imran ayat 3)
     

    ReplyDelete
  2. Hadist dipercaya ? Tolong tanya deh sama Islam syiah, siapa tuh Aisyah sang pelacur menurut keyakinan Syiah (lihat Youtube), Aisyah (Anak Abu Bakar) adalah prbadi yang kontroversial dan haus kekuasaan, Syiah tdk mempercayai hadist2 yang disampaikan Aisyah dan termasuk hadist sahabat2 Muhammad yang haus kekuasaan.

    ReplyDelete
  3.  wajah2 kristen yang sedang memelas. tak sanggup jawab. akhirnya cuma mmapu sumpah serapah... kristen selalu lekat dengan kebohongan, maka wajar ngomong syiah yg juga lekat dengan kebohongan.. emang loe punya bukti apa selain kedunguan dan ngles doang!!!

    ReplyDelete
  4. subhanallah,
    maha suci allah dan ayat2ny,
    semua itu suatu bukti jelas bahwa islam ialah agama yang benar2 sempurna,dan tidak agama lain yang lebih sempurna selain islam

    terima kasih akhy infonya,
    mhon ijin promo,
    blog ana yang membahas tentang tips dan trick seo.

    http://cerpen666.blogspot.com

    ReplyDelete
  5. teman2 muslim jika saya membaca ayat2 diatas penuh dengan kelucuan dan keanehan, ltar belakng ceritanya kayaknya gak propesional bahasanya ada disebutkan abraham menceritakan,musa menceritakan ????? kpan pula kedua nabi ini bercerita diera 600tahun masehi sma siapa kah menceritakan caranya gimana,kok anda bilang injil  KANONIK , ini kebenarannya BOS: INJIL memang tidak diturunkan ayat demi ayat oleh malaikat jibril,jujur gak masuk akal, jadi injil ditulis SEUMPAMA WARTAWAN tapi wartawannya kerajaan sorga atau wartaannya Allah jadi mereka menulis tanpa gaji bro...alias gratis dan gak ada untungnya MENIPU2 bro, karena gak ada untungnya kita menipu apalagi tentang kesaksian FIRMAN TUHAN kami sangat percaya tulisan mereka karena mereka bukan gila harta brooo..BUKTI TIDAK CARI UNTUNG: 1.PAULUS(orang YAHUDI) gak membuat aturan yang nggak2 harus naik haji ke:israel,atau 2.ROMA juga gak buat aturan yang aneh aneh gitu seolah2 ROMA ikut2an KAYAK ISRAEL disebut NEGARA PUSAT AGAMA, yah cukuplah bos kami israel PUSAT AGAMA

    ReplyDelete
  6. saudaraku, bukan maksud untuk menghujat, melecehkan atau mendzolimi agama baik Islam atau Kristen. sebab setiap perkataan kalian yang dilandasi pemahaman yang tidak betul akan menghasilkan pertanyaan baik diajukan untuk umat Muslim ataupun umat Kristen tidak akan pernah menghasilkan kesamaan. apalagi temen2 yang berkomentar disini hanya bercuap cuap tanpa dilandasi kebenaran yang anda UCAPKAN. sekali anda tidak memahami dasar agama dengan baik dan benar serta sumber yang benar-benar bisa dipercaya, saya kira anda hanya OMONG KOSONG belaka. 

    silakan jika anda memiliki landasan dasar yang kuat untuk umat Kristen dipersilahkan, sehingga jangan anda menjudge terhadap umat Islam akan tetapi anda tidak memahami dengan betul, terhadap perkataan yang anda ucapkan. 

    Perlu diketahui, apa yang anda sampaikan tentang Islam syi'ah, adalah berbeda pemahaman dengan kaum sunni. Bahkan kaum syiah Islam telah membantu kaum islam sendiri di Irak, dan Suriah saat ini. Kalaupun anda menjadikan sumber referensi syiah pada tema ini, saya kira pertanyaan anda tidak akan ditemukan solusi / jawaban pemahaman bersama. 

    dan Saya mengakui bahwa tiap2 orang yang beragama baik saya (sebagai umat Muslim) dan anda umat Kristen, memiliki prinsip dan pemikiran sendiri2. sampai kapanpun Jika kita berdebat tentang agama, tidak akan pernah tuntas sampai hari kiamat. wallahu'alam.  Namun jika anda sebagai umat Kristen yang baik semestinya anda, mampu memberikan pertanyaan maupun sanggahan yang DISERTAI landasan agama Kristen anda. BUKAN sekedar UCAPAN OMONG KOSONG. ITUPUN tidak akan menghasilkan kesepahaman bersama di antara 2 agama besar Islam dan Kristen.

    ReplyDelete
  7. #koreksi tentang kaum syiah.
    Seperti diketahui, bahwa kaum syiah memiliki prinsip yang sungguh sangat berbeda dengan ajaram Islam Sunni. Bagaimana mungkin anda bisa membandingan dengan kaum syiah, selagi kita berpegang teguh pada kaum Sunni ?

    Kitab : Tadzkirah (syiah) - Alquran (Sunni)
    Wudhu : Wudhu tidak penting bagi syiah, tetapi wajib bagi kaum Sunni.
    Syiah mengutamakan Ali R.A atau setara dengan Rasullulah SAW, namun mengkafirkan sahabat nabi Abu Bakar, Umar, Ustman. Syiah juga memiliki teks ada yang sedikit berbeda dengan adzan Sunni.

    dan perlu anda ketahui, syiah saat ini telah membunuh sesama muslim di Irak dan Suriah. bagaimana mungkin anda mengambil sumber dari umat yg berbeda pemahaman, pandangan, prinsip, tauhid ???

    ReplyDelete
  8.  pada dasarnya orang senang mendengar hal2 yang tidak baik dan menimbulkan kontroversi...

    ReplyDelete
  9.  kiranya cukuplah kita menyempurnakan iman kita masing2...karena kebenaran yang sempurna hanya akan kita dapatkan di hari pembalasan nanti..jk kt beriman pd hr akhir...

    ReplyDelete
  10.  maaf sblmnya...tidak mslh anda menyangkal hadist..yg bg anda hny sampah..meskipun itu mengungkapkan kebaikan...tp knp untuk hal2 yg terlihat buruk dan memojokkan anda sgt mudah percaya?anda percaya youtube spt itu firman Tuhan saja..

    ReplyDelete
  11.  siapa bilang km tdk mengimani kitab terrdahulu..dan Al-Qur'an adl penyempurna kitab terdahulu...

    ReplyDelete
  12. hanya akal pikiran yang bisa menjawab semuanya
    iman tanpa akal itu BODOH
    akal tanpa iman namanya SOMBONG

    kawan2 semua orang berpendidikan bisa membaca bahkan menulis...baca dan tulis lah secara bijak dan seksama... resapi maknanya dan sampaikn secara halus...coba pikir kenapa di dunia ini hanya spesies dari homo spiens lah yang paling menguasai???
    jawabannya satu karena kita punya akal dan pikiran

    saya rasa kita telah menemukan iman dihati kita
    cuman terkadang kita malu untuk mengakuinya...

    mudah2 kita dapatkan pahala masing2 dari perdebatan ini

    ReplyDelete
  13. klo ngak bisa jawab mending DIEM.... jgn menyebar ke permasalahan yg lain apalagi dgn ucapan ngak jelas... itu membuktikan bahwa kalian (nasrani) belum FAHAM dgn kitab sendiri....

    ReplyDelete
  14. Pada hari akhir nanti Nabi ISA AS akan turun ke bumi dan menyampaikan sesuatu pada umat Nasrani. itu ada dalam Al Quran 

    ReplyDelete
  15.  permisi.......saya cuman ingin menambahkan, saya lahir dari keluarga gereja. ayah saya seorang pendeta. ibu saya seorang guru agama (kristen) di salah satu SMU swasta di kota kelahiran saya.
    5 tahun yang lalu saya telah menyelesaikan studi dan mendapat gelar sarjana theologi di kota Malang Jatim. sebenarnya cita2 saya dari dulu adalah ingin menjadi pendeta seperti ayah saya.
    tapi Puji Tuhan....Alhamdulillah sekitar 2 tahun yang lalu saya memutuskan masuk Islam. ada banyak hal yang menjadi pertimbangan kenapa saya menjadi mualaf. namun intinya, sebenarnya justru karena rasa penasaran saya untuk mendalami agama saya sebelumnya (kristen).
    berulang kali Ayah dan teman2nya yang sesama pemuka agama kristen menasihati saya agar tidak terlampau penasaran dan agar berhenti mengutak-atik firman2 Tuhan. tapi semakin dilarang, semakin saya penasaran. dan alhamdulillah juga, berkat pertolongan Allah SWT, kedua orang tua dan saudara2ku telah ikut masuk Islam sekitar 6 bulan yang lalu.

    satu hal yang mengawali kenapa saya semakin berusaha menggali lebih dalam di balik ajaran2 agama saya sebelum memeluk Islam adalah karena ketika SMP, ibu yang juga guru Agama pernah menceritakan padaku bahwa kitab Injil, menurut fakta sejarah dan agama kristen sendiri, mengkui bahwa Injil mulai ditulis beberapa puluh tahun setelah kematian Yesus. atas dasar informasi inilah saya menjadi penasaran atas keabsahan injil sebagai kitab suci.
    dan ternyata saya menemui banyak kejanggalan dan kesalahan.

    pada saat yang hampir bersamaan saya juga mempelajari Al Quran dan kitab2 hadits, dengan tujuan untuk mencari kelemahan2nya agar bisa dijadikan bahan untuk mengajak orang islam masuk ke kristen. namun justru saya menemukan yang sesungguhnya dari firman2 Tuhan

    ReplyDelete
  16. dikatakan nabi ISA (Yesus) hendak menebus dosa2 umatnya,

    gak salah tuh???
    buat apa? apa untungnya nebus dosa orang yang durhaka sama penciptaNya???

    ReplyDelete
  17. Yg kristen jawaban perlawanannya seperti ANAK 5sd, jawababnya bodoh , seperti di paksakan, udah tau salah tapi mencari pembenaran . JALAN MU itu salah LE....? untuk kristen jauh dc dari kebenaran. Yesus udah meninggal lama baru bikin buku injil, kalian tau gak itu yg nulis sapa..ABU JAHAL....hahaaa. coba kalian pejamkan mata sambil mencium burit ayam..
    SEPERTI ITU LAH KALIAN di mata saya..sudah tau bau tapi pura2 wangi.
    Baru 5 tahun saya jadi islam..tpi sudah tau betul bedanya islam dan kristen. Injil tak lebih seperti buku dongeng yg di karang oleh bapa ibu kalia .

    ReplyDelete
  18. Keturunan pembohong dan tukang fitnah, lo kebanyakan baca situsnya orang kristen sih.. maka apa bila orang kristen itu bilang ngentot babi itu halal..pasti lo ikut2n menghalalkan,tanpa pikir dan cari kebenarannya..itu suku2 kristen di mata saya

    ReplyDelete
  19. Itu supaya kristen bebas melakukan dosa...

    ReplyDelete
  20. syiah itu bukan Islam. tapi infiltrasi dan penyesatan dari upaya orang yahudi. untuk menghancurkan citra Islam di mata dunia, dan kepentingan politik mereka. titik.ga usah pake koma.

    ReplyDelete