Menjawab Fitnah Terhadap Islam

Breaking News

[4][News][ticker][Breaking News]

Movie Category 1

Subscribe Us

Template Information

Test Footer 2

Movie Category 2

Movie Category 3

Pages

Powered by Blogger.

Movies of The Week

Join This Site On Google Friend

Blog Archive

Movie Category 5

Movie Category 4

Slider Top

[6][true][slider-top-big][Slider Top]
You are here: Home / , , Jibril adalah Ruh Qudus, Tanggapan atas Situs IsadanIslam.com : Muhammad, Jibril, Roh, dan Tiruan Gabriel

Jibril adalah Ruh Qudus, Tanggapan atas Situs IsadanIslam.com : Muhammad, Jibril, Roh, dan Tiruan Gabriel

| 6 Comments
Pada artikel kali ini Staff IDI mencoba mengkritik pandangan umat Islam terhadap Ruh Kudus / Jibril yang disebutkan dalam Al-Qur'an. Dalam tulisan yang agak panjang Staff IDI hanya memberikan pertanyaan-pertanyaan Kritis tapi tidak memiliki dasar sama sekali soal sikap Kritisnya. dan tidak pula memiliki dasar apa-apa terhadap klaim-klaim yang mereka lontarkan terhadap malaikat Jibril. seperti ungkapan Nabi tidak pernah menguji malaikat Jibril, tidak pernah terbukti apakah malaikat Jibril benar-benar datang dari Allah dan lain sebagainya. ungkapan-ungakapan seperti ini hanya sekedar bicara saja tanpa ada bukti apa-apa. berikut kami paparkan kekeliruan dan klaim tanpa dasar Staff IDI terhadap Malaikat Jibril.

Staff IDI menulis disitusnya www.IsadanIslam.com:

http://www.isadanislam.com/kepercayaan-orang-islam/muhammad-jibril-roh-dan-tiruan-gabriel

Muhammad, Jibril, Roh, dan Tiruan Gabriel




malaikat-iblisJibril adalah figur sentral dari kemutlakan Al-Quran. Al-Quran dipercaya sebagai hasil transmisi lengkap dan sempurna dari Jibril. Menurut umat Islam, Jibril membawa pewahyuan Allah SWT kepada Nabi terakhir, Muhammad. Sehingga Muhammad bukan siapa-siapa bila Jibril tidak mengunjunginya. Al-Quran dan Islam tidak akan ada tanpa oknum yang satu ini.

Beberapa Pertanyaan Penting

“Siapakah 'Jibril' dan Rohulqudus yang disamakan dengan Jibril? Benarkah ia sama dengan Gabriel utusan Allah yang berperan dalam Alkitab? Adakah ia memperkenalkan namanya pada Muhammad secara formal, atau setidaknya sesuai norma perkenalan? Tahukah kaum Muslim kapan Jibril memperkenalkan namanya menurut Al-Quran?
Benarkah Jibril itu Rohulqudus? Sementara Gabriel dalam Alkitab bukan Roh Kudus.  Mengapa Al-Quran diwahyukan pada Muhammad harus memakai perantara Jibril? Sebelumnya, bukankah Tuhan bersabda secara langsung pada para nabi-Nya?

Menguji Roh yang Berbicara Atas Nama Allah

Ayat per ayat, kata per kata telah diturunkan Jibril yang disebut Ruhulqudus (Roh Kudus) selama 23 tahun pada Muhammad. Terhimpunlah sekitar 6240 ayat Al-Quran. Semua diterima tanpa diuji, seakan-akan Jibril mutlak pasti datangnya dari Allah!

Belasan Tahun Muhammad Tidak Tahu Nama Jibril

Bagaimana jika Jibril bukan utusan Tuhan? Sebuah misteri-besar bahwa Muhammad tidak mengenal nama malaikat pewahyunya selama dua belas tahun di Mekkah. Nama itu baru diketahuinya kelak sesudah hijrah ke Madina.
Banyak umat Muslim tidak mengetahui bahwa 85 sura (!) yang teridentifikasi diturunkan di Mekah (surat-surat Makkiyah), tidak satupun ayatnya menyebut roh pewahyu dengan nama “Jibril”!  Sosok yang diklaim begitu intim dengan Muhammad, justru namanya tersembunyi selama belasan tahun.

Beraneka Nama Lain Jibril

Dalam kegamangan akan namanya, Muhammad selalu menyebut roh itu dengan nama berbeda. Al-Quran mencatat setidaknya ada belasan istilah dari 29 kali penyebutannya. Sebutan ruh (roh) yang berubah-ubah ini menunjukkan ketidak-pastian Muhammad akan oknum agen-pewahyunya!
Ruh, ruh-Ku, Ruh-Nya, ruh Kami, ruh dari Kami, Ruhulqudus, Ruhul Amin, Malaikat dengan wahyu atas perintah-Nya, (Ruh Perintah-Nya). Juga dipakai ‘Ruh dengan perintah Kami,’ rasul karim, syadid al-quwa, dzu mirrah dan “para malaikat” (dalam bentuk jamak) sebagai agen pewahyu.
Terakhir barulah muncul nama Jibril sebanyak tiga kali dalam Al-Quran. Pada ayat Qs 2:97, 98 dan Qs 66:4.  [Perhatikan , di luar ini nama Jibril hanyalah tambahan penterjemah, yang tidak terdapat di bahasa aslinya.]

tanda-tanyaSosok yang Misterius

Muhammad  tidak mengenal dan tidak pernah menguji, siapakah ruh yang mencekiknya di Gua Hira. Dia merasa bingung apakah ruh itu berasal dari Tuhan atau setan. Sebab tidak memperkenalkan namanya, juga tidak menyapa Muhammad dengan nama.
Berbeda dengan yang dilakukan Tuhan Yahwe ketika pertama kali menyapa Musa, Zakharia dan Maria. Masing-masing disapa dengan namanya, sebagai bukti Tuhan Maha-tahu.
Sebaliknya, ruh di Gua Hira itu hanya mencekik dan memaksa Muhammad dengan seruan “Iqra” (bacalah!). Bukankah ruh jahat juga dapat berbuat hal yang persis sama – mencekik dan menteror targetnya, bahkan lebih?

Teolog Islam dan Nama Jibril

Teolog Islam bersilang pendapat. Mereka tidak tahu persis kapan Muhammad mulai memastikan, ruh misterius itu utusan Allah. Terlebih kapan ia mulai disebut sebagai “Jibril.”
Memang ada hadits (muncul hampir 200 tahun setelah Al-Quran) yang menyebutkan nama Jibril di awal kenabian Muhammad.  Tentu itu hanyalah tambahan (susulan setelah Al-Quran), ditulis belakangan setelah ada fakta.  Sebab, Jibril sendiri baru memperkenalkan namanya secara wahyu, setelah di Medina. 

Pandangan Waraqah bin Naufal, Orang Nasrani

Lewat pandangan pribadi dari sepupu Khadijah, yaitu Waraqah bin Naufal yang Nasrani, ruh tersebut ditafsirkan sebagai “Namus,” yang berarti “rahasia” atau “hukum” (Shahih Bukhari no.3). Ketika ia berspekulasi bahwa itu adalah Namus dan bukan Gabriel (sosok historis yang definitif dalam Injil), maka kita mempunyai alasan kuat untuk berkata, roh tersebut memang bukan Gabriel. Melainkan “Namus” versi Waraqah sendiri!

Muhammad Gamang, Siapakah Ruh Misterius Itu?

Sebaliknya Muhammad tetap gamang dan tidak mempunyai konklusi. Ruh yang misterius itu tetap membungkam namanya. Hingga kelak Muhammad mendapatinya dari sumber lain (bukan dari yang empunya nama). Yaitu tatkala dia berada di Medina dan berhubungan dengan banyak orang Yahudi!
Muhammad yang mengaku sebagai Rasul Allah, sering diperolok dan dites orang-orang Yahudi tentang ruh itu. Muhammad juga tidak pernah melihat ruh itu melakukan mujizat. Untuk menutupi ketidak-pastiannya, Muhammad menjawab, “Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh, katakanlah, ‘Ruh itu adalah urusan Tuhanku dan kamu tidak diberi ilmu melainkan sedikit’” (Qs. 17:85). Dengan kata lain, ruh itu hanya urusan Tuhan. Muhammad menghindar dengan tidak berurusan!

Gabriel Dalam Alkitab

Sejarah kenabian Yahudi sudah mengenal nama malaikat Gabriel, seribu tahun sebelum Muhammad. Juga di zaman nabi Daniel, dan digaungkan lebih jauh di era Zakharia dan Maria. Gabriel memperkenalkan nama dan jati dirinya sebagaimana layaknya. Tanpa misteri! “Akulah Gabriel yang melayani Tuhan dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau...” (Injil, Rasul Lukas 1:19).
Gabriel sejati bukan hanya mengklaim, tetapi sekaligus menunjukkan otoritas dan berita kebenaran yang dibawanya dari Tuhan. Dia berkuasa bernubuat dan bermujizat, tanda ia dari Tuhan. Dia menubuatkan isteri Zakharia yang mandul dan Maria yang masih perawan akan hamil. Mukjizat pun terjadi sesuai nubuatnya.  Tidak ada kerancuan, apakah ini ruh jahat atau utusan Tuhan.

Jibril Bukan Roh Kudus

Jibril tidak pernah mengaku sebagai Roh Kudus. Roh Kudus tidak pernah mengklaim sebagai Jibril! Al-Quran hanya memuat tiga ayat tentang “Jibril” dan empat ayat tentang “Ruhulqudus”. Mudah bagi kita membandingkan dan memeriksa kebenaran kedua ayat ini. Yaitu Qs. 2:97, 98, 66:4 versus 2:87, 253; 5:110; 16:102. Dalam tujuh ayat tersebut, Allah sama-sekali tidak mengidentikkan sosok Jibril dengan Rohulqudus.
Pakar Muslim menyamakan Rohulqudus dengan Jibril, semata-mata karena keduanya dapat “menurunkan wahyu” Allah (sebagai agen pewahyu).  Padahal aktifitas itupun termasuk peran Tuhan dan setan. Tuhan bisa langsung berwahyu, sementara setan bisa menyelipkan ayat-ayat setannya! (Qs 22:52-53). Toh keduanya tidak disebut “Jibril”.
Sebenarnya, untuk mencari tahu hubungan urusan dengan Ruh, Muhammad telah diberi dua rumusan yang tertulis dalam Al-Quran. Bahwa Ruh itu urusan Tuhan! Dan bila ada keraguan akan wahyunya, dapat dirujuk pada Alkitab (QS. 17:85 dan 10:94).

Roh Kudus Kekal, Bukan Mahluk Ciptaan

Alkitab memberitahu secara jelas, Roh Kudus bukan mahluk ciptaan. Ia adalah oknum integral keilahian Tuhan, yang ada sejak semula. Bersatu dan bersama Tuhan (Taurat, Kitab Kejadian 1:1-2). Ia tri-senyawa yang keluar dari Bapa. Sama seperti Firman yang berasal dari atas, juga keluar dari Bapa, nuzul ke dunia menjadi “Kalimatullah” dalam sosok Yesus (Injil, Rasul Besar Yohanes.15:26, 8:42, 1:1, 14).
Roh Kudus itulah Penolong yang menyertai umat-Nya sampai kekal. Dengan sifat kemaha-hadiran yang tidak dimiliki Gabriel sebagai mahluk. Dalam Kitab Mazmur 139:7-8 Daud berkata, “Ke mana aku dapat pergi menjauhi Roh-Mu, ke mana aku dapat lari dari hadapan-Mu? Jika aku mendaki ke langit, Engkau di sana; jika aku menaruh tempat tidurku di dunia orang mati, di situpun Engkau”

Roh Allah Yang Maha-Hadir, Bukan Jibril

Ingatlah, Roh Allah Maha-Hadir, tetapi bukan Jibril.
Kita membaca, Isa Al-Masih yang dikandung dari Kalimat dan Roh Allah senantiasa diperkuat  Rohulqudus / Jibril (Qs 4:171; 5:110). Sedangkan Nabi Yahya semasa bersama Isa Al-Masih tentu juga diwahyui Roh Jibril yang sama.  Jadi, apakah Jibril bisa berada dalam Isa dan Yahya sekaligus?
Maryam, ketika sedang mengandung Isa dalam rahimnya (keduanya disertai Roh Allah / Rohulqudus / Jibril) masih dikunjungi oleh “Jibril lain” yang berseru kepadanya dari luar rahimnya, yaitu “dari tempat yang rendah” (Qs 19:24).
Jadi Jibril mana lagi yang bisa sekaligus ada di dalam dan di luar rahim Maryam, juga sekaligus berada dalam Isa dan Yahya? 

Roh Perlu Perlu Diuji

Al-Quran menutup pengujian atas “roh” Jibril oleh manusia. Dengan pendalilan bukan termasuk wilayah urusan mereka. “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit” (Qs.17:85).  
Alkitab memberi pesan yang berbeda. Dalam setiap pertarungan roh -- apapun manifestasinya -- selalu terjadi pertarungan diantara dua “Bapa”. Yaitu Bapa Sorgawi (Injil, Rasul Besar Matius 6:9) dan “Bapa Segala Dusta” (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:44).
Bapa Sorgawi memerintah kita untuk tidak percaya begitu saja pada setiap roh.  Roh penipu terlalu licik dan gampang memperdaya manusia yang kurang mengerti sepak-terjangnya. Itulah sebabnya Tuhan mengharuskan kita untuk menguji. Apakah roh itu benar datang dari Tuhan atau tidak. Alkitab berkata,“Iblis pun menyamar sebagai Malaikat Terang” (Injil, Surat 1 Yoh.4:1, 2 Korintus.11:14).

Kesimpulan Akhir

Ruh Jibril yang dikatakan intim dengan Muhammad selama 20-an tahun, ternyata tidak memperkenalkan diri dengan semestinya.  Delapan puluh lima (85) surat Makkiyah tidak satupun memunculkan nama Ruh ini. Setelah belasan tahun Muhammad menerima wahyu, barulah mengenal Jibril.
Gabriel abad kesatu dan Jibril abad ketujuh serta Rohulqudus, sungguh tidak ada kesamaan oknum. Al-Quran dan Hadis tidak mempunyai solusi untuk menjelaskan ketiganya.  Namun Alkitab mendudukkan  Rohulqudus dan Gabriel berbeda. Oknum yang misterius dan tidak berortoritas seperti Jibril itu, tidak akan pernah menjadi utusan Tuhan.  

Berita Terpenting Yang Pernah Disampaikan Gabriel

Menurut Injil, tugas terpenting yang pernah dilakukan Gabriel adalah memberitahu Nabi Zakaria serta Maryam tentang penjelmaan Isa Al-Masih.
Memberitakan Kabar Baik tentang kedatangan Kalimat Allah yang menggemparkan dunia, memang perlu diserahkan kepada Gabriel. Sebab Allah rindu kita mengetahui maksud kedatangan Isa Al-Masih secara lebih mendalam!
[Staff Isa dan Islam – Sangat penting kita perhatikan Juruselamat yang ditunjukkan Gabriel, yaitu Isa Al-Masih.  Kami mengundang pembaca memperdalami keselamatan yang dibawa Juruselamat Dunia ini.]

Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.


******************************

Demikianlah pemaparan dari Tulisan Staff IDI di atas. penulis yang membacanya pasti akan paham di mana letak kekeliruan Staff IDI termasuk ungkapan atau Klaim tanpa dasar yang mereka lontarkan seolah-olah Kritis tapi kosong dari kebenaran dan sama sekali tidak beralasan.

Nabi Muhammad tetaplah Nabi Allah walaupun tanpa Malaikat Jibril.

Sebuah klaim tanpa dasar dan sangat seenaknya dari Staff IDI menyebut menurut umat Islam, Nabi Muhammad tidak ada apa-apanya tanpa malaikat Jibril. ini adalah kesimpulan yang sangat memaksa dan sangat seenaknya. apakah Staff IDI bisa menyebutkan siapa muslim yang dimaksud?  
Atau Staff IDI lagi-lagi melakukan kebohongan Publik seperti yang sering kali dilakukan dalam tiap tulisannya?

Nabi Muhammad adalah tetap Nabi Allah. walaupun tanpa adanya malaikat Jibril. karena hak menetapkan kenabian dan kemuliaan bukan malaikat Jibril tapi ALLAH. Logika yang sangat BODOH sekali ketika melihat Al-Qur'an diturunkan melalui malaikat Jibril lantas disimpulkan bahwa Tanpa Jibril Nabi Muhammad tidak ada apa-apanya.

Allah dapat menurunkan Firman-Nya tanpa malaikat Jibril.  sebagaimana Firman Allah yang diturunkan kepada Musa AS. Allah juga menurunkan firman-Nya kepada Nabi Muhammad Saw., lewat mimpi. seperti halnya Hadits Qudsi. dan pada peristiwa Isra Mi'raj, juga tanpa melalui perantara Jibril. sangat bodoh sekali menyimpulkan Nabi Muhammad tidak ada apa-apanya tanpa Jibril.

Kenabian bukan dari Jibril tapi dari ALLAH. turunnya Firman Allah adalah atas kehendak Allah. baik yang langsung Allah sampaikan maupun melalui perantara Jibril. karna Jibril memang ditugaskan sebagai malaikat penyampai wahyu.

layaknya seorang Presiden yang mengirim surat kepada Mentrinya. kemudian Surat tersebut dikirm lewat Pos. apakah lantas kita katakan bahwa Mentri tersebut tidak ada apa-apanya tanpa ada Pak Pos?  
padahal Surat bisa saja dikirim lewat Fax, atau diantar langsung dan lain sebagainya.

Baik pada Masa Nabi Muhamammad Maupun para Nabi terdahulu, Wahyu juga turun melalui perantara Jibril dan kadang turun secara langsung tanpa perantara.

Salah satu persepsi yang selalu ditanamkan Kristen termasuk Staff IDI untuk menyerang pewahyuan Al-Qur'an adalah menyatakan bahwa dulu Firman Allah atau wahyu Allah turun langsung atau diwahyukan langsung kepada Para Nabi, tanpa perantara malaikat Jibril atau Roh Kudus. sementara Al-Qur'an aneh karena diturunkan melalui perantara malaikat Jibril.

ini adalah Persepsi keliru dan bohong yang selalu berusaha ditanamkan Kristen terhadap umat Islam, dan orang-orang Kristen sendiri. padahal persepsi atau pandangan ini keliru besar.

karena faktanya di Alkitab selalu disebutkan bahwa Musa, Daud dan para Nabi lain yang menulis Alkitab bersumber atau terinspirasi dari ROH Kudus.  Pembaca bisa cek disemua artikel atau tulisan Kristen seputar pewahyuan atau penulisan Alkitab, semua disebut bersumber atau inspirasi dari Roh Kudus.

bukankah ini juga melalui perantara? di dalam Alkitab semisal Taurat Musa, Musa hanya disebutkan menerima beberapa firman di atas gunung atau bukit. yang disebutkan beberapa Firman Allah. lantas cerita, atau kisah, dan firman Allah yang lain di dapatkan dari mana selain dari Inspirasi Roh Kudus?
cek lagi ayat-ayat Paulus, jika benar itu adalah Firman Allah. apakah pernah Paulus mengatakan Tuhan berfirman langsung kepada dirinya? atau dia mengatakan terinspirasi dari Roh Kudus? 

bukankah ini juga perantara?

Pandangan yang sangat membabi-buta Kristen dan termasuk Staff IDI mengatakan bahwa Wahyu Allah sebelumnya langsung tanpa perantara. sementara Al-Qur'an melalui perantara ini jelas Klaim KOSONG, dan Kebohongan Publik yang dilakukan Staff IDI.

Orang yang berakal Sehat, Pasti Akan mengakui Al-Qur'an adalah Firman ALLAH.

Di atas Staff IDI kembali mempertanyakan kebenaran Jibril apakah benar-benar datang dari Allah dan apa yang disampaikan Jibril benar-benar dari Allah. pertanyaan-pertanyaan yang berulang-ulang seolah-olah Kritis, tapi sungguhnya sangat konyol dan tidak beralasan.
berbicara Al-Qur'an yang turun dari Jibril apakah benar Firman dari Allah? bila bicara menguji Jibril tentu hal tersebut adalah suatu hal yang konyol karena anda tidak akan pernah bisa bertemu dengan Jibril kecuali atas kehendak ALLAH. tapi kita bisa menguji kebenaran Firman Allah yang disampaikan Jibril dengan mengkaji ayat-ayat yang turun kepada Nabi Muhammad melalui perantara Jibril.

pembaca mungkin sudah berulang kali atau pernah membaca bagaimana susuanan Al-Qur'an itu sendiri. tertulis dengan bahasa Arab yang sastranya tak pernah tertandingi hingga di masa modern sekarang. begitu banyak sastrawan Arab yang pakar bahasa Arab, Nahwu, Balaghah dan lain sebagainya. tapi mereka tidak mampu membuat satu surat pun seperti Al-Qur'an. ini merupakan salah satu tantangan Al-Qur'an kepada semua manusia yang meragukan kebenaran Al-Qur'an yang benar datang dari ALLAH.

Al-Qur'an juga tersusun secara interlock. dengan perhitungan angka yang rumit dalam tiap huruf dan kata-katanya. Dari ucapan Bismillahirrahmanirrahim yang dalam bahasa Arab terdapat 19 huruf, menjadi rumusan jumlah huruf dan kata-kata dalam Al-Qur'an. pembaca bisa membaca secara panjang lebar di artikel sebelumnya: Matematika Al-Qur'an
di sini orang yang berakal sehat, pasti akan meyakini kebenaran Al-Qur'an datang dari Allah, bukan buatan Nabi Muhammad, atau kebongan Jibril atau datang dari Iblis.

Sikap Staff IDI yang mempertanyakan atau kritis hanyalah sikap yang tidak beralasan sama sekali. karena justru begitu banyak ilmuwan, para pakar, termasuk beberapa tokoh Kristen sendiri jujur mengakui dan tulus mengakui kebenaran Al-Qur'an dan mengucapkan Syahadatain.
dan pengakuan ini bukan di dasari sekedar percaya saja, melainkan lahir dari pengkajian secara mendalam dalam hal sejarah, sains, dan lain sebagainya.

orang berakal sehat, dan benar-benar menginginkan kebenaran pasti akan mengakui kebenaran Al-Qur'an adalah Firman Allah.

Klaim Dusta Staff IDI, belasan Tahun Nabi Tidak tahu Nama Jibril.

Salah satu kedustaan Staff IDI, menyatakan Nabi tidak tahu nama Jibril hingga belasan Tahun. ini jelas klaim dusta. karena ketika Nabi menerima wahyu pertama, maka Nabi Muhammad dan istrinya Khadijah mengunjungi salah seorang Rahib, yakni Waraqah bin Naufal. dan beliau (waraqah bin Naufal) menjelaskan secara panjang lebar dan mengucapkan keimanannya kepada Nabi Muhammad sebagai Nabi Akhir Zaman yang dinantikan. dan beliau menjelaskan yang datang kepada Nabi Muhammad adalah Jibril (Namus) yang beliau sebut pernah datang kepada para Nabi sebelumnya.

Sehingga sangat bohong dan klaim yang sangat dusta sekali menyebut Nabi belasan tahun tidak tahu nama Jibril. 
lagi logika konyol menyatakan Nabi tidak kenal nama Jibril lantaran di dalam Al-Qur'an terutama surat Makkiyah ( yang turun di Mekkah) tidak satupun disebutkan nama Jibril. ini adalah logika Konyol sekali.
apakah karena tidak disebutkan nama Jibril berarti Nabi tidak kenal nama Jibril??
logika yang sama sekali konyol dan cacat. menyimpulkan terlalu mudah tanpa didukung fakta yang sesungguhnya. sebab, pada peristiwa Nabi menerima wahyu kedua, Nabi sudah menantikan kedatangan Jibril di Goa Hira.  Sikap yang membutakan fakta yang terjadi sesungguhnya.

Kebodohan Staff IDI soal RUH

Salah satu kebodohan Staff IDI dan termasuk usaha Staff IDI untuk menciptakan persepsi pembaca bahwa Jibril yang disebutkan dalam Al-Qur'an adalah sosok yang tidak jelas adalah menyatakan bahwa RUH yang disebutkan dalam Al-Qur'an tidak konsisten.

Staff IDI memang sangat pintar membohongi dan menciptakan persepsi, sayang  sikap itu adalah wujud kebodohan dan sikap menipu. 

karena kata Ruh dalam Al-Qur'an itu banyak, dan tidak semuanya kata Ruh merujuk kepada Jibril. kadang Nabi Muhammad disebut juga RUH, Jibril pada kisah Maryam, saat Maryam diberitakan akan diberi anak, maka Ruh yang diutus, yang disebut Ruh Kami, adalah Jibril. manusia hidup juga karena ditiupkan Ruh.

Maka sangat Konyol menyimpulkan bahwa Jibril tidak jelas sosoknya, karena penyebutan Ruh tidak konsisten.  apakah RUh di dalam Al-Qur'an cuma merujuk Jibril saja? kenyataanya tidak. emang Ruh dalam Al-Qur'an cuma merujuk Jibril doang sehingga dikatakan g konsisten.

jika Ruh dalam Al-Qur'an tidak hanya merujuk pada Jibril jelas dong pasti penyebutan Ruh tidak akan konsisten.
sebab kata Ruh bukan cuma untuk Jibril walaupun beberapa kata Ruh diperuntukan kepada Jibril.

sehingga di sini saja, Staff IDI sudah Cacat Logika dan melakukan kebohongan Publik.

Menurut Al-Qur'an maupun Alkitab Sepakat ROH Kudus adalah Jibril

Staff IDI di atas dengan seenaknya mengklaim bahwa Al-Qur'an tidak jelas menyebutkan sosok Jibril, siapakah Jibril apakah benar Ruh Quddus atau Ruh Amin seperti yang diyakini oleh umat Islam.

pandangan ini jelas keliru dan merupakan kebohongan besar.

Al-Qur'an memang tidak secara tegas atau tersurat menyebutkan bahwa Jibril adalah Ruh Quddus, atau Ruh AMin, tapi secara tersirat Al-Qur'an menyebutkan bahwa Jibril adalah Ruh Quddus.

Perhatikan ayat berikut:

Surah Al-Baqarah: 97. Katakanlah: "Barang siapa yang menjadi musuh Jibril, maka Jibril itu telah menurunkannya (Al Quran) ke dalam hatimu dengan seizin Allah; membenarkan apa (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjadi petunjuk serta berita gembira bagi orang-orang yang beriman

Perhatikan ungkapan di atas, Jibril itu telah menurunkannya (Al-Qur'an) ke dalam hatimu dengna seizin Allah.

kata kunci, Jibril telah menurunkan Al-Qur'an.

baca ayat berikut:

QS : An-Nahl [16]: 102. Katakanlah: "Ruhul Qudus  menurunkan Al Quran itu dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan menjadi petunjuk serta kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)." 


Perhatikan ungkapan di atas, Ruhul Qudus menurunkan Al-Qur'an dari Tuhanmu,

maka apakah ini bukan bukti bahwa yang dimaksud Jibril yang menurunkan Al-Qur'an tidak lain dan tidak bukan adalah Ruhul Qudus itu sendiri?

Sebuah Klaim yagn sangat tidak mendasar mengatakan bahwa sosok Ruh Qudus dengan Jibril tidak sama, dan tidak jelas. selain itu Klaim yang sangat tidak mendasar mengatakan bahwa Hadits muncul 200 Tahun setelah Al-Qur'an.. ini adalah kebohongan publik. Apakah Staff IDI berani bertanggung-jawab atas Kebohongan ini?

selain dari Al-Qur'an Alkitab pun mengakui Jibril adalah Roh Kudus itu sendiri.
perhatikan baik-baik ayat berikut:

Lukas:
1:26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel h pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, i 
 1:27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf j dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. 
1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai 1 , Tuhan menyertai engkau." 
1:29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. 
1:30 Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, k hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. l



Bandingkan dengan ayat berikut:


Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibuNya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami istri”

 Matius 1:18


Siapakah Orang ajaib yg diutus kepada Maria?? Pada kitab Matius dia adalah ROH KUDUS, dan kitab Lukas dia adalah GABRIEL.

Jadi... Siapakah sebenarnya ROH KUDUS itu??

ROH KUDUS itu adalah MALAIKAT GABRIEL.


QS  17 : 85 (mereka bertanya kepadamu tentang Ruh..) apakah bicara soal Jibril.?


Lagi sebuah kekonyolan Staff IDI dan upaya mengaburkan Makna Ruh yakni mengatakan bahwa Nabi gamang soal Jibril dengan mengutip salah satu ayat Al-Qur'an yakni QS 17 :85 yang berbicara soal RUh.

Padahal ayat tersebut bukan berbicara soal RUh Qudus atau Jibril. melaikan berbicara soal Ruh secara umum, baik itu manusia, Jin, binatang dan lain sebagainya. pengetahuan soal RUh, bukan soal Jibril. di sini Staff IDI mencoba menciptakan persepsi bahwa setiap kata Ruh bermakna Jibril. padahal di sini keliru besar.


Dari pemaparan di atas apakah Staff IDI berani bertangung jawab atas tulisannya?



Wallahu A'lam Bis Showab


Kami sangat menghargai komentar pembaca sekalian, baik saran, kritik, bantahan dan lain sebagainya. 
Bagi pembaca yang ingin berkomentar silahkan untuk login dengan mengklik Login di Tombol Login komentar dan pilih akun yang ingin anda gunakan untuk Login, Bisa dengan Facebook, Twitter, Gmail dsb. 
 peraturan komentar: 
1. komentar pendek atau panjang tidak masalah, baik lebih dari satu kolom juga tidak apa-apa. 
2. komentar menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar tidak berbelit-belit. 
3. tidak menggunakan kata-kata kotor, hujat atau caci maki
4. langsung pada topik permasalahan