Menjawab Fitnah FFI Qur'an Mengakui Allah adalah Dewa Pagan Sebelum Islam - Muslim Says

728x90 AdSpace

Trending
Sunday, November 18, 2012

Menjawab Fitnah FFI Qur'an Mengakui Allah adalah Dewa Pagan Sebelum Islam

Pada pembahasan kali ini kami akan memberikan tanggapan terhadap situs Faithfreedom Indonesia (FFI). Meskipun secara bertahap, Insya Allah sedikit demi sedikit kami akan memberikan tanggapan terhadap Fitnah dan Hujatan situs tersebut, Insya Allah.
Kali ini Netter FFI memfitnah Al-Qur'an dengan menyatakan bahwa al-Qur'an mengakui bahwa Allah adalah dewa Pagan sebelum Islam. Dengan mengutip potongan Al-Qur'an yang sepertinya mereka sendiri tidak tahu artinya, mereka lantas menyimpulkan ayat tersebut merupakan pembenaran bahwa Allah adalah dewan Pagan sebelum Islam.

Berikut kami Tampilkan Tulisannya secara utuh:

Sumber

Qur’an Mengakui Allâh adalah Dewa Pagan Sebelum Jaman Islam

Postby Adadeh » Fri Jan 22, 2010 3:56 am
Qur’an Mengakui Allâh adalah Dewa Pagan Sebelum Jaman Islam 
Kamis, 21 January 2010, jam 07:31
oleh Mohammed A. Khan

Meskipun para Muslim menyangkalnya, tapi dalam Qur’an Allâh sendiri telah mengaku sebagai “Dewa Bulan” masyarakat pagan Arab di jaman sebelum Islam...

Selama berabad-abad, para Muslim membual dan membesar-besarkan bahwa Qur’an merupakan satu²nya buku di dunia yang masih asli, tanpa perubahan satu patah kata pun sejak diwahyukan melalui Muhammad pada umat Muslim sejak 1.400 tahun yang lalu. Tapi di abad terakhir ini, telah banyak dilakukan penyelidikan untuk menelaah apakah Qur’an itu memang ucapan Allâh atau sekedar karangan manusia atau manusia². Setelah melakukan penelitian mendalam, para intelek dan ahli sejarah membuktikan bahwa Qur’an tak hanya sekedar ucapan campur aduk tak bernomer yang sarat kesalahan, tapi juga mengandung banyak keterangan yang tidak dimengerti Muslim. Semua Muslim percaya bahwa jika Muslim ragu akan isi Qur’an, maka dia dianggap murtad atau kafir, dan hukumannya, berdasarkan hukum Islam, adalah hukuman mati di alam fana, dan masuk neraka di alam baka. Karena itulah umat Muslim ngotot percaya bahwa Qur’an tidak pernah berubah sejak 14 abad yang lalu sampai detik ini. 

Artikel ini menjelaskan bahwa Qur’an ternyata membuktikan bahwa Allâh tak lain adalah dewa pagan sebelum jaman Islam, yang disembah dan dipuja orang² Arab Mekah sebelum jaman Islam. Tapi Muslim menyangkal kuat² bahwa Allâh adalah dewa pagan, yang juga dikenal sebagai “Dewa Bulan.” Mari kita telaah ayat² Qur’an di mana Allâh “keseleo” mengungkapkan jati diriNya. 

Qur’an, Sura Al-Nahl (16), ayat 57:
Image

WayajAAaloona lillahi albanatisubhanahu walahum ma yashtahoona
Terjemahan:
Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan. Maha Suci Allah, sedang untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang mereka sukai (yaitu anak-anak laki-laki).

Mari kita renungkan sejenak secara logis. Ayat ini membuktikan tanpa ragu bahwa Allâh adalah dewa masyarakat pagan Arab. Perhatikan bahwa Allâh marah karena para pagan menyebutnya punya anak² perempuan. Jika Allâh ini bukanlah dewa pagan masyarakat Quraish, tapi adalah Tuhan-nya Adam, umat Yahudi, Kristen, Muslim, dll, maka tentunya masyarakat Quraish juga tidak akan menyatakan Allâh punya anak² perempuan. Dalam ayat di atas, Allâh menyebut namanya sendiri, dan nama itu dikenal masyarakat pagan sebagai nama dewa mereka dan mereka meyakini dewa mereka punya anak² perempuan. Jika Allâh bukanlah dewa masyarakat pagan Arab, maka tentunya mereka tidak akan menyebut Allâh punya anak² perempuan dan hanya akan mengatakan bahwa dewa mereka punya anak Al-Lat, Mannat, dan al-Uzza, dan bahwa dewa mereka bukanlah Allâh. 

Kasus yang sama juga terjadi di Q 53:19-21 di mana Allâh lagi² mengeluh bahwa masyarakat pagan mengatakan Dia punya anak² perempuan. Di ayat ini Dia tidak menyebut namaNya sendiri, tapi menghubungkan dengan diriNya. 

Image
Terjemahan:
Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap Al Lata dan Al Uzza, [53:19]

Image
Terjemahan:
dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)? [53:20]

Image
Terjemahan
Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan? [53:21]

Isi ayat² di atas jelas sekali menunjukkan bahwa Allâh adalah dewa yang sama yang disembah masyarakat pagan. 

Aku sudah mengatakan bahwa umat Muslim percaya sekali akan keaslian Qur’an; bahwa mereka tidak akan pernah ragu dengan alasan apapun bahwa Qur’an itu benar² asli. Aku tidak tahu bagaimana Muslim bisa menerangkan ayat² di atas. Tapi satu hal yang kutahu, sejumlah besar Muslim secara tak sadar memang tidak merenungkan berbagai kesalahan Qur’an ketika membacanya. 


Kesimpulan

Jika setelah melihat keterangan jelas di atas, para Muslim tetap saja beriman bahwa Allâh bukanlah dewa pagan, maka kupikir mereka sebenarnya menolak kebenaran ayat itu, dan dengan begitu mereka menghujat Qur’an. Sikap seperti berarti mereka adalah kafir, karena mereka tidak memenuhi kewajiban agama Islam dan hukum Syariah.

Postingan Adadeh di atas sudah dapat kita baca, bahwa isinya adalah murni fitnah murahan. Dengan modal memotong bagian-bagian ayat. Lantas sang Penulis, Si Adadeh menyimpulkan ayat-ayat di atas adalah pembenaran bahwa Allah adalah dewa Pagan.

Mari kita lihat ayat-ayat yang dikutip Adadeh.


Surat An-Nahl (16): 17

57. Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan[831]. Maha Suci Allah, sedang untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang mereka sukai (yaitu anak-anak laki-laki). 


perhatikan ayat di atas, Dari mana SI ADADEH bisa menyimpulkan ayat ini adalah pembenaran bahwa Allah adalah Dewa Pagan sebelum Islam?? Akal Sehat Mana?


di atas disebutkan dengan sangat jelas, Dan MEREKA MENETAPKAN BAGI ALLAH...

Sudah sangat jelas sekali bahwa ayat ini bukan menyatakan bahwa Allah dewa Pagan, tapi ayat ini Menyangkal tuduhan orang Kafir yang disebut MEREKA pada ayat ini.

Jadi sangat tidak nyambung. Apakah si ADADEH yang katanya Penterjemah di FFI ini tidak tahu bahasa Indonesia??
 tidak paham dengan bahasa Terjemah sederhana di atas??

Lagi ayat yang dikutip si ADADEH.




Surat An-Najm (53) ayat:
19. Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) mengaggap al Lata dan al Uzza, 

20. dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)? 

21. Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan? 


Perhatikan ayat di atas, Dari manakah SI ADADEH menyimpulkan kalau ayat ini membenarkan Allah adalah dewa Pagan? atau Al Lata, Al Uzza dan Maha adalah puteri Allah seperti yang ditulis Adadeh di atas?

Bukankah jelas di sini dikatakan APAKAH PATUT KAMU (HAI ORANG-ORANG MUSYRIK) MENGANGGAP....

Ayat ini juga merupakan sanggahan, Sangkalan Bantahan Allah kepada orang-orang Kafir bahwa Al Lata, Al Uzza dan Manah adalah puteri Allah, dan merupakan bantahan bahwa Allah itu dewa pagan.

Logika dari mana SI ADADEH malah berpikir sebaliknya?

Kami yakin SI ADADEH tahu dan menyadari kekeliruannya, namun karena tujuan awal si ADADEH bukan untuk menampilkan kebenaran, melainkan ingin Menghujat, dan mencaci-maki, maka si Adadeh tetap menampilkannya. dan itu sendiri dapat dilihat bagaimana komentar netter FFI dan si Adadeh sendiri pada tread tersebut.


Dari pemaparan ini sudah dapat disimpulkan SI ADADEH adalah pembohong dan tukang fitnah Hebat. tuduhannya sama sekali tidak terbukti.

Wallahu A'lam Bish-Showab


Ganti Posisi
Kami sangat menghargai komentar pembaca sekalian, baik saran, kritik, bantahan dan lain sebagainya. 
Bagi pembaca yang ingin berkomentar silahkan untuk login dengan mengklik Login di Tombol Login komentar dan pilih akun yang ingin anda gunakan untuk Login, Bisa dengan Facebook, Twitter, Gmail dsb. 
 peraturan komentar: 
1. komentar pendek atau panjang tidak masalah, baik lebih dari satu kolom juga tidak apa-apa. 
2. komentar menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar tidak berbelit-belit. 
3. tidak menggunakan kata-kata kotor, hujat atau caci maki
4. langsung pada topik permasalahan
Menjawab Fitnah FFI Qur'an Mengakui Allah adalah Dewa Pagan Sebelum Islam Reviewed by Muslim Say on 11:54 AM Rating: 5 Pada pembahasan kali ini kami akan memberikan tanggapan terhadap situs Faithfreedom Indonesia (FFI). Meskipun secara bertahap, Insya Alla...

No comments: