Menjawab Fitnah Duladi FFI Waktu Turunnya Wahyu Bukti Al-Qur'an Buatan Nabi Muhammad - Muslim Says

728x90 AdSpace

Trending
Wednesday, November 21, 2012

Menjawab Fitnah Duladi FFI Waktu Turunnya Wahyu Bukti Al-Qur'an Buatan Nabi Muhammad


Pada pembahasan kali ini saya akan memberikan tanggapan atas Fitnah dan Hujatan kristen dari situs Faithfredom Indonesia tentang waktu turunnya wahyu. Netter FFI menyatakan bahwa Al-Qur'an adalah murni buatan Nabi Muhammad. dan ini dapat dibuktikan dengan fakta bahwa dalam beberapa wahyu Al-Qur'an, ada ayat-ayat mudah, yakni mudah dikarang Nabi, sehingga dalam waktu yang singkat Nabi langsung bisa mengeluarkan ayat tersebut. namun ada pula ayat-ayat yang sulit dikarang Nabi sehingga Nabi membutuhkan waktu yang lama, hingga berhari-hari baru Nabi mengeluarkan ayat tersebut. karena ayat itu sulit dikarang, sehingga butuh berhari-hari untuk mempersiapkannya. Begitulah argumen tuduhan tersebut.

Artikel secara panjang lebar kami kutip secara utuh berikut ini:

Kalau kita ingin tahu apakah Muhammad benar-benar NABI atau PENIPU, kita bisa mengetes "KECEPATAN TURUNNYA WAHYU".


Kalau wahyu itu dapat turun dengan cepat secepat ketika dia mengarang ayat-ayat untuk kepentingannya pribadi, maka itulah bukti dia benar-benar mendapat wahyu ilahi.

Tapi..............

Kalau wahyu itu turunnya LAMAAAAA BANGET, sampai harus nunggu 15 hari demi mendapatkan jawaban suatu pertanyaan, maka itulah bukti dia tidak diutus Tuhan.

Mari kita lihat dari bukti riwayat, bagaimana sewaktu Muhammad mengeluarkan ayat-ayat untuk memenuhi kebutuhan pribadinya, ayat itu bisa secepat kilat keluar dari mulutnya, tapi sewaktu dites pertanyaan oleh orang-orang Quraish, Muhammad butuh 15 hari untuk dapat menurunkan ayatnya.

AYAT-AYAT GAMPANG, BISA KELUAR SECEPAT KILAT SEWAKTU MUHAMMAD MEMBUTUHKANNYA


AYAT PENGUSIR TAMU



Asbabun Nuzul Jalaludin As-Suyuti halaman 462

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik r.a. yang berkata, "Pada hari Rasulullah menikahi Zainab binti Jahsy, beliau mengundang orang-orang menghadiri jamuan di rumah beliau. Setelah orang-orang tersebut selesai makan, mereka lantas tetap duduk di tempatnya sambil bercakap-cakap."Rasulullah lantas pura-pura berdiri (agar orang-orang yang hadir itu pun ikut berdiri). Melihat tindakan Rasulullah tersebut, sebagian hadirin tersebut lantas ikut berdiri. Akan tetapi, tiga orang dari mereka tetap duduk di tempat dan baru keluar beberapa saat kemudian. Setelah semuanya keluar, saya lalu mendatangi Rasulullah untuk mengabarkan hal tersebut. Rasulullah lantas datang dan masuk ke rumah. Saya pun ikut masuk ke dalam. Akan tetapi, Rasulullah langsung menurunkan tirai yang menghalangi antara saya dan beliau. Allah lantas menurunkan ayat.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah- rumah Nabi kecuali bila kamu diizinkan untuk makan dengan tidak menunggu-nunggu waktu masak (makanannya), tetapi jika kamu diundang maka masuklah dan bila kamu selesai makan, keluarlah kamu tanpa asyik memperpanjang percakapan. Sesungguhnya yang demikian itu akan mengganggu Nabi lalu Nabi malu kepadamu (untuk menyuruh kamu keluar), dan Allah tidak malu (menerangkan) yang benar. Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (isteri- isteri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. Cara yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka. Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah dan tidak (pula) mengawini isteri-isterinya selama-lamanya sesudah ia wafat. Sesungguhnya perbuatan itu adalah amat besar (dosanya) di sisi Allah. (QS 33:53)



AYAT PELARANGAN MENIKAHI ISTRI NABI



Asbabun Nuzul Jalaludin As-Suyuti halaman 464-465


Firman Allah swt.,
"Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah..." (al-Ahzab: 53)


Tentang sebab turunnya ayat ini, Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Zaid yang berkata, "Suatu ketika, Rasulullah mendengar bahwa ada seorang laki-laki berkata, 'Jika Rasulullah wafat maka sepeninggal beliau saya akan menikahi Fulanah (seraya menyebut nama salah seorang istri beliau). Sebagai respons terhadap hal itu, turunlah ayat,"Dan tidak boleh kamu menyakiti (hati) Rasulullah...."""

Ibnu Abbas juga meriwayatkan, "Ayat ini turun berkenaan dengan seorang laki-laki yang bermaksud menikahi beberapa orang di antara istri Nabi sepeninggal beliau." Sufyan berkata, "Diriwayatkan bahwa istri Rasulullah yang dimaksud adalah Aisyah."

Dari Suddi juga diriwayatkan, "Kami mendengar bahwa Thalhah bin Ubaidillah pernah berkata, 'Bagaimana mungkin Muhammad menghalangi kami untuk menikahi anak-anak paman kami sementara ia sendiri menikahi kaum wanita kami. Jika suatu saat terjadi sesuatu padanya, niscaya kami akan menikahi istri-istrinya sepeninggalnya.' Sebagai responsnya, Allah lalu menurunkan ayat ini."

Ibnu Sa'ad meriwayatkan dari Abu Bakar dari Muhamamd bin Amru yang berkata, "Ayat ini turun sebagai respons terhadap ucapan Thalhah bin Ubaidillah, yaitu, 'Jika nanti Rasulullah wafat, maka saya akan menikahi Aisyah.'"

Juwaibir meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa seorang laki-laki datang dan berbincang-bincang dengan beberapa istri Rasulullah. Laki-laki itu adalah anak paman istri beliau. Ketika Rasulullah melihat hal tersebut, beliau berkata kepada laki-laki itu, "Jangan sampai engkau mengulangi tindakanmu ini untuk kedua kalinya!"

Laki-laki itu lalu berkata, "Wahai Rasulullah, ia adalah anak paman saya. Demi Allah, saya tidak mengucapkan kata-kata yang tidak baik kepadanya, demikian juga ia."

Akan tetapi, Rasulullah balik berkata, "Engkau telah mengetahui bahwa tidak ada yang lebih pencemburu dibanding Allah dan sesungguhnya tidak ada seorang pun yang lebih pencemburu dibanding saya."

Laki-laki itu kemudian pergi. Setelah agak jauh ia berkata, "Bagaimana mungkin beliau melarang saya berbicara dengan anak wanita paman saya. Saya sungguh akan menikahinya sepeninggal beliau kelak." Allah lalu menurunkan ayat ini.

Lebih lanjut, Ibnu Abbas berkata, "Sebagai bentuk penyesalan dan tobatnya terhadap ucapannya di atas, laki-laki itu pun kemudian memerdekakan seorang budak, menginfakkan hartanya di jalan Allah seberat yang bisa diangkut sepuluh ekor unta, serta menunaikan haji dengan berjalan kaki."


AYAT PERINTAH HIJAB BAGI ISTRI NABI



Asbabun Nuzul Jalaludin As-Suyuti halaman 466

"Wahai Nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin,"'Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.' Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (al-Ahzab: 59)


Sebab turunnya ayat

Imam Bukhari meriwayatkan dari Aisyah, "Setelah turunnya perintah berhijab, suatu ketika Sau'dah (salah seorang istri Rasulullah) keluar untuk membuang hajat. Sau'dah adalah seorang wanita berbadan besar sehingga akan langsung dikenali jika berpapasan dengan orang yang telah mengenalnya. Di tengah jalan, Umar melihatnya. Umar lalu berkata, 'Wahai Sau'dah, kami sungguh masih dapat mengenali engkau. Oleh karena itu, pertimbangkanlah kembali bagaimana cara engkau keluar!'

Mendengar ucapan Umar itu, Sau'dah langsung berbalik pulang dengan cepat. Pada saat itu, Rasulullah tengah makan malam di rumah saya dan di tangan beliau tengah tergenggam minuman. Ketika masuk ke rumah, Sau'dah langsung berkata, 'Wahai Rasulullah, baru saja saya keluar untuk menunaikan hajat. Akan tetapi, Umar lalu berkata begini dan begini kepada saya.' Tiba-tiba turun wahyu kepada Rasulullah. Ketika wahyu selesai dan beliau kembali ke kondisi semula, minuman yang ketika itu beliau pegang masih tetap berada di tangannya. Rasulullah lalu berkata, 'Sesungguhnya telah diizinkan bagi kalian keluar rumah untuk menunaikan hajat kalian."'


AYAT TENTANG PEREMPUAN MUSLIM



Asbabun Nuzul Jalaludin As-Suyuti halaman 452-453

"Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, lakilaki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." (al-Ahzab: 35)


Sebab turunnya ayat

Imam at-Tirmidzi meriwayatkan dalam kitabnya, seraya menyatakannya berkualitas hasan, sebuah riwayat dari Ikrimah dari Ummu Imarah al-Anshariyah yang mendatangi Rasulullah seraya berkata, "Saya melihat bahwa segalanya hanya diperuntukkan bagi kaum laki-laki. Saya tidak menemukan kaum wanita disebutkan sedikitpun (dalam ayat Al-Qur'an)." Setelah berkata demikian, tiba-tiba turunlah ayat ini.

Dengan kualitas sanad yang lumayan baik, Imam ath-Thabrani juga meriwayatkan dari Ibnu Abbas yang berkata, "Beberapa wanita berkata kepada Rasulullah, 'Wahai Rasulullah, kenapa yang disebutkan (dalam ayat) hanya kaum mukmin laki-laki saja sementara kaum mukmin wanita tidak pernah disebut?' Tiba-tiba turunlah ayat ini."


AYAT KOREKSI TENTANG JIHAD



Hadis Sahih Bukhari, Volume 6, Buku 60, Nomerr 117:

Dikisahkan Al-Bara:

Ketika ayat: "Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (di rumahnya)” (4:95) dinyatakan, Rasul Allah memanggil Zaid untuk menuliskannya. Pada saat yang sama Ibn Umm Maktum datang dan mengeluh tentang kebutaannya, maka Allah mewahyukan: “Kecuali mereka yang tidak sanggup (oleh karena luka atau buta atau lemah…”) (4:95).

Ini hadis serupa lainnya:
Muhammad dengan cepat mengubah sebuah ayat sesuai dengan permintaan orang buta tentang melakukan Jihad (4:95)

Hadis Sahih Bukhari, Volume 6, Buku 61, Nomer 512:
Dikisahkan oleh Al-Bara:
Diwahyukan sebagai berikut: "Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (di rumahnya) dan mereka yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya” (4.95)
Sang Nabi berkata, "Panggil Zaid menghadapku dan suruh dia membawa papan tulis, tinta dan tulang skapula (atau tulang skapula dan tempta tinta).” Lalu dia berkata, “Tulislah: "Tidaklah sama antara mukmin yang duduk..”, dan pada saat itu 'Amr bin Um Maktum yang buta datang dan duduk di belakang sang Nabi. Dia berkata, “Wahai Rasul Allah! Apakah perintahmu bagiku (yang berhubungan dengan ayat tersebut) sebagai orang buta?” Maka, ayat itu pun diganti menjadi:
“Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (di rumahnya) kecuali mereka yang tidak sanggup (oleh karena luka atau buta atau lemah, dll”) dan mereka yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya.” (4.95)

Berikut adalah hadis serupa dari Sahih Muslim:

Hadis Sahih Muslim, buku 20, nomer 4676
Telah dikisahkan dengan ijin dari Abu Ishaq bahwa dia mendengar Bara’ bicara tentang ayat Qur’an: “Tidak sama kedudukan antara mereka yang duduk (di rumah) diantara para mukmin dan mereka yang pergi berjihad di jalan Allah.” (4:95). (Dia berkata bahwa) sang Rasul Allah (semoga damai menyertainya) memerintahkan Zaid (untuk menulis ayat ini). Dia membawa tulang bahu (unta) yang menulis ayat itu di atasnya. Putra Umm Maktum mengeluh tentang kebutaannya pada Rasul Allah(Mendengar itu) wahyu berikut dinyatakan: “Dari antara kaum mukmin yang duduk (di rumah) tanpa masalah apapun (sakit, tidak mampu, cacat)” (4:95). Kisah ini disampaikan melalui dua rantai penyampai kisah lainnya.

Dan masih banyak lagi contoh ayat kilat yang keluar dari mulut Muhammad kapan pun dia membutuhkannya untuk memenuhi keinginan pribadinya.

Sekarang, mari kita lihat, bagaimana kecepatan turunnya ayat sewaktu Muhammad diminta menjawab 3 pertanyaan dari orang-orang Quraish:

AYAT-AYAT JAWABAN, BARU KELUAR SETELAH 15 HARI

Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 253-255


An-Nadhr bin Al-Harits termasuk syetan-syetan Quraisy, orang yang menyakiti Rasulullah ShallallahuAlaihi wa Sallam, dan membuka permusuhan dengan beliau. la pernah pergi ke Al-Hirah dan di sana ia belajar cerita-cerita tentang raja-raja Persia, kisah-kisah tentang Rustum, dan Isfandiyar. Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam duduk di satu tempat untuk mengajak kaumnya ingat kepada Allah, mengingatkan mereka tentang hukuman Allah yang diterima orang-orang sebelum mereka, dan beliau beranjak dan tempat tersebut, maka An-Nadhr bin Al-Harits duduk di tempat yang sama, kemudian berkata, `Demi Allah, wahai orang-orang Qurais, aku lebih bagus ucapannya daripada Muhammad. Sekarang kalian kemarilah, niscaya aku katakan kepada kalian perkataan yang jauh lebih bagus daripada perkataan Muhammad!' Kemudian An-Nadhr bin Al-Harits bercerita kepada mereka kisah-kisah tentang raja-raja Persia, Rustum, dan Isfandiyar. la berkata,'Dengan apa Muhammad lebih bagus ucapannya daripada saya?"'


Ibnu Hisyam berkata, "An-Nadhr bin AI-Hants inilah (seperti disampaikan kepadaku) orang yang berkata, `Aku akan menurunkan ayat seperti yang diturunkan Allah'."

Ibnu Ishaq berkata, "Seperti disampaikan kepadaku bahwa Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhu berkata, `Al-Qur'an menurunkan delapan ayat tentang An-Nadhr bin Al-Harits. Yaitu firman Allah Ta'ala, `Yang apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami, ia berkata, 'Itu adalah dongeng orang-orang yang dahulu. '(Al-Muthaffifin: 13). Dan semua ayat-ayat yang di dalamnya terdapat kata Al-Asaathir (dongeng orang-orang terdahulu) dalam AI-Qur'an'."

Orang-orang Quraisy Bertanya kepada Rahib-rahib Madinah

Ibnu Ishaq berkata, "Usai An-Nadhr bin Al-Harits berkata seperti itu, orang-orang Quraisy mengirimkannya bersama Uqbah bin Abu Mu'aith kepada rahib-rahib Madinah. Orang-orang Quraisy berkata kepada keduanya, 'Bertanyalah Italian berdua kepada rahib-rahib Yahudi tentang Muhammad, ceritakan sifat-sifatnya, dan jelaskan ucapannya kepada mereka, karena mereka adalah orang-orang yang pertama kali diberi ktab mempunyai pengetahuan tentang para nabi yang tidak kita ketahui.'

An-Nadhr bin Al-Harits dan Uqbah bin Abu Mu'aith berangkat ke Madinah. Tiba di sana, keduanya bertanya kepada rahib-rahib Yahudi tentang Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, sembari menjelaskan sifat-sif at dan sebagian ucapan beliau kepada mereka. Keduanya berkata kepada mereka, `Sesungguhnya kalian mempunyai Kitab Taurat, dan kami datang kepada kalian untuk bertanya tentang sahabat kami (Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam)'."

Usulan Orang-orang Yahudi

Ibnu Ishaq berkata, "Rahib-rahib Yahudi berkata kepada kedua utusan Quraisy, `Tanyakan tiga hal kepada sahabatmu. Jika ia mampu menjawab ketiga hal tersebut, ia seorang Nabi yang diutus. Jika ia tidak bisa menjawabnya, maka ia berkata bohong dan kalian bebas mengeluarkan pendapat kalian tentang dia. Tanyakan kepadanya perihal pemuda-pemuda yang meninggal pada periode pertama dan bagaimana informasi tentang mereka? Karena mereka mempunyai informasi yang menarik. Kemudian tanyakan kepadanya perihal seorang pengembara yang menjelajahi timur dan barat; bagaimana kisahnya? Kemudian tanyakan kepadanya perihal roh; apakah roh itu? Jika sahabatmu bisa menjawab ketiga pertanyaan tersebut, ia seorang Nabi dan kalian hams mengikutinya. Jika ia tidak bisa menjawabnya, berarti ia berkata bohong dan silahkan kerjakan apa yang kalian inginkan terhadap dia'."

Orang-orang Quraisy Bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam

Ibnu Ishaq berkata, "Kemudian An-Nadhr bin Al-Harits dan Uqbah bin Abu Mu'aith bin Abu Amr bin Umaiyyah bin Abdu Syams bin Abdu Manaf bin Qushai pulang ke Makkah. Ketika keduanya bertemu kembali dengan orang-orang Quraisy, keduanya berkata kepada mereka, `Hai orang-orang Quraisy, sesungguhnya kami datang kepada kalian dengan membawa kata pamungkas persoalan kita dengan Muhammad. Rahib-rahib Yahudi menyuruh kita menaayakan tiga hal kepada Muhammad. Jika ia bisa menjawabnya, ia betul-betul seorang Nabi. Jika ia tidak bisa menjawabnya, ia berkata bohong dan kalian bebas mengeluarkan pendapat kalian terhadapnya.'

Kemudian mereka datang kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan berkata kepada beliau, `Hai Muhammad, terangkan kepada kami tentang anak-anak muda yang meninggal dunia pada periode pertama, karena mereka mempunyai kisah yang menarik, kisah seorang pengembara yang menjelajahi dunia timur dan barat, dan jugs tentang roh?'

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, 

"SEMUA PERTANYAAN KALIAN AKU JAWAB BESOK PAGI.'



Beliau rnengatakan begitu tanpa mengatakan insya Allah. Setelah itu, mereka berpaling dari hadapan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Menurut banyak orang, 

SELAMA LIMA BELAS MALAM


Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak mendapatkan wahyu dan Malaikat Jibril tidak datang kepada beliau, hingga membuat gusar penduduk Makkah. Mereka berkata, 'Muhammad menjanjikan memberi jawaban atas pertanyaan kita besok pagi, dan waktu sudah berjalan lima belas malam, namun ia tidak memberi jawaban atas pertanyaan kita.'Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sedih sekali, karena wahyu terputus dari beliau. Beliau terpukul dengan komentar orang-orang Quraisy terhadap dirinya. Kemudian Malaikat Jibril datang kepada beliau dari Allah Azza wa Jalla dengan membawa surat AI-Kahfi. Dalam surat tersebut, Allah mengecam kesedihan Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam atas mereka, menjelaskan kepada beliau informasi seputar pertanyaan mereka; perihal pemuda-pemuda yang mereka maksud, sang pengembara, dan permasalahan roh."

NALAR:



Ayat-ayat itu bukan ayat-ayat dari Tuhan, melainkan ayat-ayat hasil pikiran Muhammad belaka.
Ketika Muhammad membutuhkan ayat-ayat yang gampang membuatnya, dia bisa secepat kilat mengucapkannya, tanpa menunggu waktu berhari-hari.
Tetapi sewaktu Muhammad butuh ayat-ayat jawaban atas pertanyaan yang sulit, Muhammad tidak bisa menurunkan ayat secepat ayat-ayat gampang, dia harus mikir dulu untuk menemukan jawabannya.

Untuk menutupi itu, dia mengatakan "wahyu terputus" atau "malaikat jibril terlambat datang kepadanya".


Kesimpulan mengenai Muslim yang Percaya Muhammad menerima Wahyu:

Muslim itu adalah MAKHLUK TERBODOH DI DUNIA.
Muslim sama sekali tidak merasa curiga walau terdapat fakta-fakta kejanggalan yang terlihat dari diri Muhammad.

Tulisan di atas adalah tulisan Duladi, yang namanya sudah terkenal, terkenal sebagai penghujat Islam, dengan berbagai tulisan dan hujatannya di situs Faithfredom, dan situs forumnya Murtadin kafirun.  Dari tulisan di atas sendiri kita dapat menilai bahwa si duladi, atau si penulis, bukan mengedepankan ke Ilmiahan, tapi mengendepankan kebencian, dan sikap Sinis terhadap Islam. Wal Hasil akan tanpak begitu banyak kekeliruan dalam analisa atau komentarnya terhadap riwayat-riwayat turunnya Al-Qur'an kepada Nabi Muhammad.

Al-Qur'an Mustahil Di Buat Oleh Nabi.

Sebelum kami membahas logika yang sangat ngawur dalam menganalisis riwayat turunya Al-Qur'an, kami akan membahas soal kemustahilan Al-Qur'an dibuat oleh manusia, atau Nabi Muhammad.
Di artikel sebelumnya pembaca dapat membaca panjang lebar mengenai kemujizatan Al-Qur'an yang mustahil dibuat manusia yang paling pintar sekalipun, apalagi seorang yang buta huruf seperti Nabi Muhammad. pembaca dapat membuka artikel ini, untuk meyakinkan bahwa Al-Qur'an bukanlah ciptaan atau karya Nabi Muhammad. Mu'jizat Angka Menurut Al-Qur'an  atau membuka artikel ini : Rahasia Angka Dalam Al-Qur'an.

Dengan dua artikel ini mengajak kita berfikir dengan akal sehat kita. saya ulangi, mengajak Kita menggunakan akal kita untuk benar-benar berfikir dan merenung, tentang betapa mustahilnya Al-Qur'an dibuat oleh manusia,
Bagaimana tidak, Al-Qur'an turun, tidak sekaligus, tapi turun secara sedikit demi sedikit, perlahan-lahan, selama 23 Tahun. Dan itu pun isi dari Al-Qur'an, senantiasa berkaitan tentang Ajaran Islam, Tauhid, Mu'amalah dan lain sebagainya, beberapa di antaranya Turun karena hal-hal tertentu atau sebab-sebab tertentu. Tulisan Duladi di atas adalah beberapa contoh Al-Qur'an turun karena adanya permasalahan atau sebab Tertentu sehingga isi dari Al-Qur'an itu sendiri berikaitan dengan hal tersebut, misal Turunnya masalah pertanyaan dari Yahudi tentang ashabul Kahfi, turun ayat soal tersebut, tentang Tamu, turun ayat tamu, tentang jihad, turun ayat Jihad.

Bisakah kita membayangkan, bagaimana bisa sebuah ayat yang turun perlahan-lahan yang beberapa di antaranya turun atas sebab-sebab tertentu, namun ketika sudah lengkap, tersusun rapi secara Interlock. Yakni terdapat kunci-kunci angka yang membuat tiap kata bahkan huruf al-Qur'an tersusun rapi dan habis terbagi dengan angka tersebut.

Kami berikan contoh agar pembaca akan lebih mengerti. Kita ibaratkan sebuah buku Novel. yang ditulis dalam waktu yang lama, misal satu tahun. Sang Penulis menginginkan dalam Novelnya tersebut, tersusun rapi secara interlock. yakni tiap kata-kata atau huruf semuanya bisa habis dibagi 5. Misal, kata cinta, dalam seluruh Novelnya jika dihitung, kemudian dibagi 5 harus habis, tidak kurang tidak lebih walaupun 1 angka. Dan kata-kata yang akan seperti itu tidak hanya kata cinta, bahkan bila perlu sebanyak mungkin harus tersusun rapi seperti itu.

Nah. Sang Penulis terus berkarya, menulis novelnya dengan bahasa sastra yang bagus, dan isi dari novel ini adalah isi kehidupannya juga, tiap ada peristiwa yang dialami penulis, ia tulis pula dan ia jadikan bagian cerita dari dalam Novel tersebut. ketika ia sedih, ia buat kisah sedih dalam Novel tersebut, ketika ia gembira atau peristiwa kehilangan, ia masukan dalam cerita di novelnya.

Nah menurut pembaca Bagaimana caranya sang Penulis harus menulis Novel tersebut dengan cerita-cerita yang berkaitan dengan dirinya, serta dengan bahasa sastra yang bagus, terus diakhir cerita, kata-kata dalam Novel tersebut jika dihitunng habis dibagi 5 atau interlock 5??

orang yang berakal sehat, akan berfikir, jangankan 1 penulis hebat, 1 juta penulis hebat bersatu untuk membuat seperti itu adalah mustahil. Bahkan komputer super canggih pun akan mustahil, menghitung kata, kemudian merangkai kata dengan tanpa boleh kurang atau lebih dari pembagian angka. dan rangkaian kata harus berisi cerita yang bagus.

Seperti itu lah Al-Qur'an, bahkan Al-Qur'an interlock 19, 7  dan beberapa angka lain. Selain itu interlock al-Qur'an bukan hanya pada kata-kata, tapi juga pada huruf-hurufnya, kosa kata hingga penggunaan padanan kata Al-Qur'an. 

Apakah bisa Nabi Ngarang begitu saja Al-Qur'an??


Waktu Turunnya Wahyu, Lama atau Cepat, Bukti Nabi Mengarang Al-Qur'an?
Pembaca yang budiman, sepintas ketika kita membaca argumen Duladi samarinda di atas, Ada ayat yang cepat turunnya seolah-olah sekejab, itu ayat-ayat mudah sehingga Nabi Cepat ngarangnya, lalu ketemu soal Susah, seperti ayat Ashabul Kahfi, ayat Zulkarnaen lantas Nabi tidak mampu mengarang ayat tersebut karena susah ceritanya. sehingga harus menunggu-nunggu hingga berhari-hari dan berminggu-minggu..

Kita akui secara sepintas akan masuk akal? tapi kalau bicara ilmiah, bicara kebenaran, itu adalah tuduhan murahan. Argumen yang sangat murahan. Karena menganalisa dari satu sisi saja, yakni dengan prasangka buruk Nabi membuat al-Qur'an.

kekeliruan logika penulis adalah mempersepsikan Al-Qur'an itu mudah dibuat atau dikarang-karang. Padahal, jangankan bicara soal Interlock, bicara soal Sastra Bahasa Arab, saja yang terkandung dalam Al-Qur'an hingga zaman modern sekarang tidak ada yang mampu menandinginya.

Kalau kami cantumkan di tulisan ini sepertinya akan sangat kepanjangan. pembaca bisa membaca pada artikel sebelumnya tentang Mu'jizat Sastra Al-Qur'an dan Kehebatan Sastra Al-Qur'an pun diakui Oleh Orang-Orang Kafir Quraisy di saat itu

Nah menurut Pembaca, apakah bisa Al-Qur'an seperti ini dikarang-karang begitu saja dalam waktu yang sangat singkat oleh seorang yang Buta Huruf?


Selanjutnya, kita kembali kepada tuduhan Duladi, di akhir Penulis memberi contoh tentang Ayat yang kata Penuduh sulit dikarang oleh Nabi yakni peristiwa Orang-orang Qura'isy yang datang kepada orang-orang Yahudi, untuk meminta pendapat tentang Nabi Muhammad, karena mereka tahu bahwa orang-orang Yahudi adalah orang yang telah mendapatkan wahyu dan paling tahu tentang Nabi-Nabi.. Lalu rahib-rahib menyarankan untuk memberikan tiga pertanyaan tentang Ashabul Kahfi, Ruh dan Zulkanaen.

Kemudian Nabi menunggu wahyu hingga beberapa hari dan berminggu-minggu, tidak Turun wahyu karena Nabi tidak menyebutkan Insya Allah.
Dan akhirnya turunlah ayat yang langsung menegur Nabi karena tidak mengucapkan Insya Allah. dan Ayat-ayat yang berhubungan dengan pertanyaan orang-orang Kafir Quraisy yang mereka dapatkan dari rahib-rahib Yahudi.

Nah Coba Kita berfikir dengan akal sehat, bagaimana kalau kita membayangkan seandainya kita yang menjadi Nabi Muhamamd ketika itu, dan Anggap saja Kita yang mengarang Al-Qur'an.

Ketika terdapat pertanyaan seperti ini, kenapa Kita harus menunggu waktu yang lama hingga 15 hari?

Justru orang yang mengarang cerita, pasti akan menjawab dengan secepat mungkin, karena ketika Nabi tidak mampu menjawab pertanyaan dari Qura'isy, beberapa dari kaum muslimin yang lemah imannya kembali kufur kepada Allah. Dan orang-orang Qura'isy ketika itu semakin merasa menang, karena Nabi benar-benar tersudutkan. Orang-orang Kafir Qura'isy semakin semangat menjelekan Nabi dan Para shahabatnya ketika itu, dan menyebarkan bukti bahwa Nabi bukanlah Nabi karena Nabi saat itu tidak sanggup menjawab.

Coba kita renungkan, Kalau Nabi memang yang mengarang al-Qur'an, pastinya Nabi akan segera mengarang cerita tentang tiga pertanyaan tersebut. Faktanya Nabi menunggu turunnya wahyu dan baru menjawab pertanyaan dari orang-orang Qura'isy. dan satu hal lagi, Ayat yang datang malah ayat yang berbicara mengkritik Nabi, karena Nabi tidak mengatakan Insya Allah.

Kalau Al-Qur'an dikarang, niscaya sang penulis tidak akan mau menjelekan namanya, atau menjelekan dirinya pada karangannya. jangankan Al-Qur'an yang akan dibaca oleh miliaran manusia, hingga hari kiamat, seorang saja menulis sebuah artikel di internet atau facebook, atau sebuah status Facebook yang akan dibaca paling banyak ratusan atau ribuan orang, dia tidak mau menjelekan dirinya. atau Tidak mau menampakan kesalahannya secara terang-terangan. Pun kalau ia menjelaskan kesalahannya, ia akan mengarang cerita dengan sebaik-baiknya sehingga seolah-olah ia punya pembenaran atas kesalahn tesebut.

Nah bagaimana Al-Qur'an isinya mengkritik nabi, dengan terang-terangan, dan itu akan dibaca umat Islam, bahkan non-Muslim, dari shahabat Nabi sendiri, keluarga Nabi sendiri, dan seterusnya hingga hari kiamat.

Percayakah Anda bahwa Al-Qur'an dikarang Nabi?

Orang yang mengatakan Al-Qu'ran dikarang, adalah orang yang tidak tahu kebenarannya, dan orang yang sinis kepada Islam.
dengan Fakta dari susunan al-Qur'an, dari sudut ilmu pengetahuan Modern, dari Matematika atau angka, sastra bahasa Arab, itu saja sudah cukup menjelaskan betapa mustahilnya Al-Qur'an hasil karangan.


Wallahu A'lam Bish-Showab



Kami sangat menghargai komentar pembaca sekalian, baik saran, kritik, bantahan dan lain sebagainya. 
Bagi pembaca yang ingin berkomentar silahkan untuk login dengan mengklik Login di Tombol Login komentar dan pilih akun yang ingin anda gunakan untuk Login, Bisa dengan Facebook, Twitter, Gmail dsb. 
 peraturan komentar: 
1. komentar pendek atau panjang tidak masalah, baik lebih dari satu kolom juga tidak apa-apa. 
2. komentar menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar tidak berbelit-belit. 
3. tidak menggunakan kata-kata kotor, hujat atau caci maki
4. langsung pada topik permasalahan
Menjawab Fitnah Duladi FFI Waktu Turunnya Wahyu Bukti Al-Qur'an Buatan Nabi Muhammad Reviewed by Muslim Say on 11:44 AM Rating: 5 Pada pembahasan kali ini saya akan memberikan tanggapan atas Fitnah dan Hujatan kristen dari situs Faithfredom Indonesia tentang waktu tur...

4 comments:

  1. mujizat angka ?? taqiyah apa pula ini...lupa ya kalau banyak ayat² quran yang hilang dimakan kambing ? kalau quran sama dengan jaman muhammad, tolong tunjukan dimana ayat rajam dan ayat menyusui dewasa 10x ?

    jadi mujizat angka itu sih COCOKLOGINYA para muslim saja....karena jika jumlah ayatnya seperti yg ada pada jaman muhammad, sudah pasti mujizat angkanya menjadi tidak pas

    ReplyDelete
  2. Saudara Satria baja Hitam, FFI dan Kristen seperti anda sering kali menyebut Muslim Taqiyah, padahal kalianlah yang sesungguhnya taqiyah. menyamar, mengaku2 murtad, padahal itu tidak benar.

    Al-Qur'an tidak sama seperti Alkitab, Al-Qur'an terpelihara dari Hafalan, sementara Alkitab dari tulisan, ketika Mushaf Al-Qur'an dibakar, itu tidak akan ada pengaruhnya apa-apa bagi Al-Qur'an, karena Alquran dihafal ribuan orang.
    Tuduhan anda mengatakan Mushaf dimakan Kambing, itu sama sekali tidak ada pengaruhnya apa2, karena Al-Qur'an terpelihara dari hafalan ribuan orang.
    Kemudian Tuduhan anda mengenai ayat Rajam dan Ayat menyusui orang dewasa, itu tidak pernah ada. yang ada hanyalah Hadits, Al-Qur'an diriwayatkan secara Matsur (oleh banyak orang dan orang-orang tsb terpercaya) maka bagaimana mungkin ada 1 riwayat yg tidak jelas sumbernya, atau dari sumber 1 orang bisa mengalahkan riwayat ribuan orang???

    Tulisan di atas sepenuhnya sudah mebantah tuduhan anda. Jangankan mengarang tulisan panjang dengan interlock 19, interlock 4 saja mustahil.

    ReplyDelete
  3. Saudara Satria baja Hitam, FFI dan Kristen seperti anda sering kali menyebut Muslim Taqiyah, padahal kalianlah yang sesungguhnya taqiyah. menyamar, mengaku2 murtad, padahal itu tidak benar. Al-Qur'an tidak sama seperti Alkitab, Al-Qur'an terpelihara dari Hafalan, sementara Alkitab dari tulisan, ketika Mushaf Al-Qur'an dibakar, itu tidak akan ada pengaruhnya apa-apa bagi Al-Qur'an, karena Alquran dihafal ribuan orang.

     Tuduhan anda mengatakan Mushaf dimakan Kambing, itu sama sekali tidak ada pengaruhnya apa2, karena Al-Qur'an terpelihara dari hafalan ribuan orang. 

    Kemudian Tuduhan anda mengenai ayat Rajam dan Ayat menyusui orang dewasa, itu tidak pernah ada. yang ada hanyalah Hadits, Al-Qur'an diriwayatkan secara Matsur (oleh banyak orang dan orang-orang tsb terpercaya) maka bagaimana mungkin ada 1 riwayat yg tidak jelas sumbernya, atau dari sumber 1 orang bisa mengalahkan riwayat ribuan orang??? Tulisan di atas sepenuhnya sudah mebantah tuduhan anda. Jangankan mengarang tulisan panjang yang interlock 19 interlock 4 saja mustahil.

    ReplyDelete
  4. @facebook-100003310145512:disqus
    Lalu mengapa tidak anda saja yang membuat perumpamaan semisal Al Qur'an yang sanggup menandingi Al Qur'an dari segi apapun? Bukankah dengan begitu anda dan kawan-kawan anda akan lebih mudah menjaatuhkan nilai Al Qur'an tersebut tanpa susah-susah mencari kekurangan dari Al Qur'an sendiri. Bahkan bisa jadi anda akan mendapatkan pengikut baru. Hebat bukan?
     

    ReplyDelete