Menjawab Situs Isaislamdankaumwanita dot com Muhammad Menentang dan Membolehkan Poligami - Muslim Says

728x90 AdSpace

Trending
Tuesday, November 6, 2012

Menjawab Situs Isaislamdankaumwanita dot com Muhammad Menentang dan Membolehkan Poligami


Pada artikel sebelumnya kami pernah membahas tentang menjawab mengapa Nabi Muhammad melarang Ali mempoligami Fatimah. Artikel tersebut adalah salah satu upaya kami memberikan jawaban tentang tuduhan terhadap Islam dan Nabi MUhammad perihal poligami. Dan kali ini kami akan memberikan tanggapan kepada Staff IsadanIslam yang selalu saja menfitnah dan menjelekan Islam, dan sendi-sendi ajarannya termasuk Nabi MUhammad sendiri selalu menjadi sasaran fitnah mereka.

pada pembahasan kali ini Staff IDI dengan sikap tanpa ragu-ragu berbohong, dan menipu pembaca, dengan berusaha memberikan citra negatif terhadap Nabi Muhammad dan umat Islam mengenai poligami. Staff IDI menyebutkan seluruh umat Islam setuju dengna poligami, kecuali wanita saja yang tidak mau dipoligami. Poligami sudah Pasti menyiksa atau menyengsarakan wanita. sementara Islam membolehkan menyengsarakan wanita dan termasuk Nabi Muhammad membolehkan hal tersebut. sementara Nabi Malah melarang putrinya dipoligami. Untuk lebih jelasnya kami akan mengutip secara utuh tulisan dari staff IDI dari situsnya Isaislamdankaumwanita.com


Muhammad Mendukung Dan Melarang Poligami!

Poligami adalah bentuk pernikahan agama Islam yang dihalalkan. Memang tidak semua umat Muslim setuju dengan poligami, terutama kaum wanita.

Bila demikian situasinya, apa sebenarnya kata kitab suci tentang poligami?
Poligami Mendukung Muhammad

Muhammad mengizinkan umat Muslim memiliki hingga empat isteri sekaligus. "Maka kawinilah oleh mu perempuan yang baik bagi kamu, kedua, ketiga atau keempat orang" (Qs 4:3).

Jelas ayat ini tidak berlaku bagi Muhammad, sebab ia sendiri memiliki lebih dari empat istri. Ini pengecualian bagi Muhammad. "Wahai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu . . . . . , sebagai pengkhususan bagimu, bukan untuk semua orang mu'min supaya tidak menjadi kesempitan bagimu" (Qs 33:50).
Muhammad Melarang Anaknya di Poligami

Sekalipun Muhammad menyetujui poligami, tetapi ketika anaknya Fatimah akan dipoligami, Muhammad marah besar. Ia berkata: "Saya tidak ijinkan, sama sekali, saya tidak ijinkan, kecuali bila anak  Abi Thalib (Ali) menceraikan anakku dahulu. Fatimah adalah bagian dari diriku: Apa yang meresahkan dia, akan meresahkan diriku, dan apa yang menyakiti hatinya, akan menyakiti hatiku juga" (Jami' al-Ushul, JuZ XII, 162, nomor hadist: 9026).

Hadist di atas menjelaskan, bahwa sebenarnya Muhammad menyadari poligami menyakiti hati wanita. Itu sebabnya dia melarang anaknya dipoligami.  Sebagai orang tua, Muhammad merasa terluka bila anaknya dipoligami. Diapun memilih lebih baik anaknya diceraikan dari pada dipoligami.

Tetapi mengapa justru Muhammad memberi teladan poligami dan menghalalkan poligami?
Poligami Merugikan dan Menyakiti Kaum Wanita

Seorang teman Muslimah saya, baru mengetahui bahwa dia bukanlah satu-satunya isteri dari suaminya, setelah mereka menikah beberapa bulan. Setelah anak pertama mereka lahir, suaminya pergi ke kota lain dengan alasan mencari pekerjaan. Sayangnya, sang suami pergi bukan untuk mencari pekerjaan, melainkan untuk menikah lagi.

Hingga saat ini, suaminya tidak pernah pulang dan tidak menafkahinya, sehingga dia sangat menderita.

Kisah seperti di atas sudah biasa terjadi. Dan wanitalah yang menjadi korban. Tidak ada wanita yang rela membagi suaminya dengan wanita lain. Poligami hanya membawa penderitaan bagi kaum wanita. Dan inilah ajaran yang diijinkan Muhammad!
Isa Al-Masih Menentang Poligami

Isa Al-Masih sangat menentang poligami. Allah menghendaki, seorang suami hanya berhak atas satu isteri.  "Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Injil, Rasul Besar Matius 19:6).

Lebih tegas lagi Kitab Suci Injil menulis, "Diaken [imam jemaah] haruslah seorang suami dari satu istri…" (Injil, Surat 1 Timotius 3:12). Tentu seorang yang tidak mampu menjadi imam yang baik bagi keluarganya, tidak mungkin dapat menjadi pemimpin yang baik bagi jemaah.

Tidak dapat disangkal bahwa poligami membawa penderitaan bagi wanita. Seseorang yang mengerti ajaran Isa Al-Masih akan memahami bahwa poligami bukanlah ajaran yang diajarkan Allah.

Di atas kita dapat membaca bagaimana sikap Staff IDI yang tanpa malu-malu berbohong dan menfitnah? selama ini kita tahu staff IDI memang selalu berbohong. Kami tidak tahu apakah Kristen memang menghalalkan berbohong, menipu, untuk menyebarkan agamanya?




Poligami dalam Islam Sama Hukumnya dengan Pernikahan.

Poligami dalam Islam tidak berbeda dengan hukum Nikah Yang bisa Sunnah, bisa Haram, Bisa Halal dan sebagainya. dalam Islam perintah Menikah diikat dalam satu ayat Surat An-Nisa yang juga memerintahkan Poligami secara bersamaan.


maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil[265], maka (kawinilah) seorang saja . Qs. 4:3

di Atas seperti Biasa STAFF IDI SELALU SAJA MEMOTONG-MOTONG AYAT UNTUK MENIPU PEMBACA untuk mendukung pandangannya.

Pada ayat ini, bukan berarti Poligami HALAL dengan sebebas-bebasnya, tiap laki-laki boleh menikahi wanita 2,3,4 sekaligus dan seenakanya. tapi terdapat aturan tegas. Yakni Adil.

Dalam Islam, menikah bisa Halal. bisa haram hukumnya, ketika menikah justru memberikan mudhorot bagi pernikahannya, suami maupun istri maka pernikahan bisa jadi Haram. apalagi poligami itu sendiri. Poligami dilakukan lantas dengannya terjadi perselisihan, terjadi tidak tanggung jawab, terjadi kedzoliman di dalam keluarga. maka Poligami bisa menjadi Haram. Dan Ini juga yang terjadi pada Nabi, mengapa Nabi Melarang Ali mempoligami Fatimah yang akan kami bahas pada paragraf lain.
Oleh karena itu, ungkapan Staff IDI di atas sangatlah mengada-ngada dan memang jelas-jelas ingin menyerang Islam dan ajaran Islam. Dengan memenggal ayat serta berkomentar tanpa melihat konsep ajaran secara utuh. Staff IDI dengan seenaknya mengomentari hal tersebut. dan Parahnya Staff IDI juga dengan suka menipu ini tidak hanya dilakukan kepada Al-Qur'an dan ajaran Islam, tapi juga pada Alkitab mereka sendiri.

seperti ungkapan di atas:
Isa Al-Masih sangat menentang poligami. Allah menghendaki, seorang suami hanya berhak atas satu isteri.  "Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Injil, Rasul Besar Matius 19:6).

Lebih tegas lagi Kitab Suci Injil menulis, "Diaken [imam jemaah] haruslah seorang suami dari satu istri…" (Injil, Surat 1 Timotius 3:12). Tentu seorang yang tidak mampu menjadi imam yang baik bagi keluarganya, tidak mungkin dapat menjadi pemimpin yang baik bagi jemaah.

padahal surat matius 19 diatas bukan berbicara tentang harus satu istri saja. bisa dicek di Alkitab.sabda.org


Matius 19:

(5) Dan firman-Nya: Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging.
(6) Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."


Perhatikan ayat di atas. betapa Staff IDI menambah-nambah komentar harus berhak satu istri. Itu adalah komentar yang mengada-ngada. Padahal ayat ini berbicara tentang pernikahan antara Pria dan Wanita yang diikat menjadi satu Keluarga.



begitu pula Timotius 3:12 itu bukan perkataan Yesus melainkan paulus. Pembaca bisa membukan Surat TImotius dari pasal 2 hingga pasal 3  yang dikutip oleh Staff IDI.



Alkitab, dan Yesus sendiri tidak pernah melarang Poligami, tidak pernah diatur larangan Poligami, Para Nabi dalam perjanjian Lama telah mempraktekan begitu banyak Poligami, dan bahkan Yesus pun termasuk dari hasil poligami, dan TIdak ada satupun kata dari Alkitab, Allah atau Yesus yang menyatakan mengutuk, atau menegur prilaku atau perbuatan Poligami. Jika Benar Poligami dilarang, atau Alkitab menghendaki tidak poligami, akan disebutkan secara jelas aturan yang melarang atau tidak menganjurkan Poligami.


ISLAM MEMBOLEHKAN POLIGAMI YANG MERUGIKAN DAN MENYENGSARAKAN WANITA


Maka seperti ungkapan staff IDI di atas, bahwa poligami menyengsarakan wanita, menyakiti wanita. dengan memberikan contoh sebuah pengalaman. itu sangat Tidak nyambung, karena dalam Islam hal tersebut adalah sebuah pelanggaran. Islam tidak pernah membolehkan hal tersebut. jangankan poligami, menikah saja dengan satu wanita, yang dengannya terjadi kedzoliman atas istri atau suami, membawa banyak mudhorot, terjadi tidak tanggung jawab dan sebagainya maka itu di Haramkan. Apa lagi Poligami. menyia-nyiakan satu Istri saja HARAM. apalagi Menyia-nyiakan atau mendzolimi dua istri atau tiga istri.


maka dari itu Islam memberikan aturan tegas untuk mereka yang akan melakukan poligami untuk merundingkan dengan keluarga, walaupun tidak ada perintah tegas dari Hadits atau Al-QUr'an, namun maslahat mafsadat adalah bagian dari suatu keharusan untuk diperhatikan. juga memiliki kemampuan untuk berlaku adil. dalam hal Nafkah lahir maupun batin, kasih sayang, serta kebutuhan lainnya.



Satu hal lagi, sebuah persepsi yang berusaha dilekatkan oleh Staff IDI, bahwa namanya Poligami pasti Merugikan wanita. itu adalah persepsi yang salah. naluri wanita memang secara khusus tidak ingin di duakan dalam hal cinta dan kasih sayang. Namun tidak berarti semua ini berlaku pada semua wanita. Satu hal yang sangat keliru adalah menyamakan semua wanita seperti itu. sehingga dengannya menyimpulkan poligami pasti merugikan wanita. Padahal kalau kita melihat dengan pandangan yang adil kita bisa melihat berapa banyak wanita di dunia yang rela suami menikah lagi, untuk memberikan kasih sayangnya kepada wanita lain?

mereka mau berbagi kasih. di Indonesia saja tidak sedikit dari mereka yang rela bahkan bisa hidup bahagia dengan poligami.


Itulah mengapa Islam memberikan dasar hukum poligami Halal. Karena bisa jadi ketika sang Istri adalah orang yang memiliki kebesaran hati, dan kebaikan hati, dan suami adalah suami yang adil dan bertanggung jawab. dimana ia dapat memberikan kebaikannya kepada wanita lain tanpa merugikan atau menyakiti istri pertama. bukankah sebuah perbuatan yang sangat mulia, ketika ia mampu memberikan perlindungan kepada wanita yang belum beristri yang tidak dapat jodoh? atau mereka yang takut terjerumus pada zina. atau janda-janda yang tidak memiliki suami serta menanggung beban yang begitu banyak dalam hidupnya?

Itulah mengapa Nabi mengajarkan atau mencontohkan dalam poligami sendiri, Nabi banyak menikahi wanita yang sudah tua, janda-janda. Alasan utamanya adalah poligami sendiri bukan untuk bersenang-senang. tapi untuk menolong dan membantu mereka. memberikan perlindungan kepada mereka.
COntoh poligami seperti ini memang sangat sedikit ditemukan. Tapi tidak menutup kemungkinan ada orang-orang yang mampu melakukannya.

Nabi Muhammad Membolekan Poligami tapi Melarang Poligami.



Staff IDI dan beberapa situs yang Phobia terhadap Islam seperti FFI dan antek-anteknya seringkali mengkritik sikap Nabi yang melarang Ali untuk mempoligami Fatimah. seperti halnya Staff IDI di atas dengan mengutip sebagian saja. Sehingga seakan-akan Nabi tidak konsisten dengan aturan Poligami. dan Nabi justru tidak mau mengizinkan Fatimah anaknya untuk dipoligami. sementara bagi yang lainnya boleh.?
masalah ini sudah kami jelaskan pada artikel sebelumnya tentang mengapa Nabi Melarang Ali untuk mempoligami Fatimah?


Yang selalu dikutip para anti Islam termasuk Staff IDI hanyalah riwayat perkataan Nabi melarang Ali dengan ungkapan Nabi menyayangi Fatimah.

Sekalipun Muhammad menyetujui poligami, tetapi ketika anaknya Fatimah akan dipoligami, Muhammad marah besar. Ia berkata: "Saya tidak ijinkan, sama sekali, saya tidak ijinkan, kecuali bila anak  Abi Thalib (Ali) menceraikan anakku dahulu. Fatimah adalah bagian dari diriku: Apa yang meresahkan dia, akan meresahkan diriku, dan apa yang menyakiti hatinya, akan menyakiti hatiku juga" (Jami' al-Ushul, JuZ XII, 162, nomor hadist: 9026)

Padahal jika kita mengutip secara lengkap, latar belakang utama Nabi melarang Poligami Ali bukan karena Nabi menyayangi Fatimah, akan tetapi Karena Ali akan menikahi Putri Abu Jahal. walaupun ia seorang muslimah. Sudah masuk Islam, Persoalannya adalah Abu Jahal ketika itu masih Kafir dan menjadi Musuh Utama pergerakan Nabi. Apa jadinya jika Nabi Malah mengizinkan anaknya di Madu oleh musuh Nabi Sendiri, itu akan menimbulkan fitnah bagi pergerakan Da'wah Nabi sendiri.


alasan inilah yang ditutup-tutupi Staff IDI dan para anti Islam. dan pembahasan ini dapat dibaca secara lengkap pada artikel sebelumnya.



Wallahu A'lam Bish-Shawab.





Kami sangat menghargai komentar pembaca sekalian, baik saran, kritik, bantahan dan lain sebagainya. 
Bagi pembaca yang ingin berkomentar silahkan untuk login dengan mengklik Login di Tombol Login komentar dan pilih akun yang ingin anda gunakan untuk Login, Bisa dengan Facebook, Twitter, Gmail dsb. 
 peraturan komentar: 
1. komentar pendek atau panjang tidak masalah, baik lebih dari satu kolom juga tidak apa-apa. 
2. komentar menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar tidak berbelit-belit. 
3. tidak menggunakan kata-kata kotor, hujat atau caci maki
4. langsung pada topik permasalahan
Menjawab Situs Isaislamdankaumwanita dot com Muhammad Menentang dan Membolehkan Poligami Reviewed by Muslim Say on 1:36 AM Rating: 5 Pada artikel sebelumnya kami pernah membahas tentang menjawab mengapa Nabi Muhammad melarang Ali mempoligami Fatimah. Artikel tersebut a...

2 comments:

  1. Staff IDI emang selalu tidak pernah tanggung jawab..

    ReplyDelete
  2. Seorang sahabat pernah bertanya kepada Muhammad, "Wanita Anshar banyak yang cantik, mengapa engkau tidak menikahi mereka?" Kata Muhammad, "Kebanyakan mereka pencemburu". Artinya psikologis wanita dalam pernikahan haruslah menjadi pertimbangan dalam poligami, dengan kata lain poligami tidak boleh menyakiti hati wanita.

    ReplyDelete