Tanggapan Atas Situs IsadanAlQuran.com Tidak Mungkin Isa Al Masih Wafat - Muslim Says

728x90 AdSpace

Trending
Wednesday, February 13, 2013

Tanggapan Atas Situs IsadanAlQuran.com Tidak Mungkin Isa Al Masih Wafat


Pada artikel kali ini kami akan membantah sebuah tulisan dari situs Staff IDI yakni IsadanAlquran.com yang isinya pengakuan seseorang yang anonim, entah siapa? dimana? seperti apa kebenaran dari cerita tersebut? apakah benar-benar pengakuan seorang, atau seekor hewan? atau cerita palsu dari Staff IDI sendiri yang memang terkenal suka bersaksi palsu, bersikap dusta baik terhadap Islam maupun atas agamanya sendiri.

memang pada kali ini sangat berbeda dari bantahan sebelumnya, yang hanya fokus pada tulisan atau kajian, namun kali ini membantah atau memberikan tanggapan atas pengakuan yang tidak jelas sumbernya.

Di awal Tulisan di atas, kita dapat memahami seperti apa karakter orang yang menceritakan pengakuannya, dengan bumbu-bumbu yang menyudutkan umat Islam, negara Islam Fanatik, sementara dirinya adalah moderat, ini menyiratkan seolah-olah negara Islam adalah negara yang sangat keras dan fundamentalis, padahal ini murni persepsi dirinya sendiri,  itu pun kalo pengakuannya benar, dan bukan karangan Staff IDI.

selanjutnya terdapat pengakuan bahwa Imannya diuji, yakni keyakinannya soal al-Qur'an apakah benar firman Allah?
Hanya orang bodoh atau orang yang Kafir (ingkar pada kebenaran) yang tak percaya Al-Qur'an bukan firman. Mengenai Bukti, tak perlu bertanya kepada saya, di masa sekarang, umat manusia sudah mencapai tingkat kejayaan ilmu. Kemajuan teknologi dan informasi.
Dan Al-Qur'an mampu menjawab hal tersebut, Al-Qur'an dapat diuji dengna parameter Sains, Matematika. Dan mayoritas yang membuktikan bukan dari kalangan umat Islam, tapi Non-Muslim. di Blog ini sendiri terdapat beberapa tulisan yang membahas hal tersebut, semisal Pembuktikan kemustahilan Al-Qur'an dibuat-buat oleh manusia, dari sudut pandang sastra bahasa, dan matematika. selanjutnya terdapat beberapa penemuan modern yang ternyata Al-Qur'an sudah lebih dahulu menyatakan hal tersebut 1500 tahun yang lalu. Artinya pengakuan orang yang anonim di atas, patut dipertanyakan, apakah dia benar seorang muslim? atau ternyata cuma bualan STAF
F IDI. Pun kalau Muslim apakah Berpendidikan atau Orang Awam? kalau orang Awam wajar saja.

Berikut Tulisan Staff IDI
Tidak Mungkin Isa Al-Masih Wafat!

Tokoh-03Nama saya Amir Saleem. Walau saya dibesarkan di negara Muslim fanatik, tetapi keluarga kami berpikiran moderat. Memang saya bukan seorang yang sholeh. Bahkan saya pernah mempelajari ajaran Marxist. Menurut saya, mereka mempunyai gagasan-gagasan dalam menyelesaikan masalah sosial di negara kami. Walau demikian, saya tidak pernah merasa ragu tentang iman saya.

Saya percaya Islam agama Allah yang terakhir dan paling sempurna. Demikian halnya Al-Quran dan Nabi Muhammad, adalah wahyu dan nabi terakhir Allah. Sedangkan agama-agama sebelum Islam, walau agama dari Allah, tetapi telah dikacaukan oleh penganutnya. Sedangkan Islam, terjaga keasliannya.
Kepercayaan Agama Ditantang

Ketika saya ke Eropa untuk pendidikan, kepercayaan agama saya ditantang. Saya belajar di sebuah sekolah Kristen. Setelah mengikuti kelas Alkitab, saya bertanya, "Mengapa firman Allah dalam Alkitab berbeda dengan firman Allah dalam Al-Quran?" Guru saya bertanya dengan lembut, "Bagaimana Anda tahu bahwa  Al-Quran adalah firman Allah?"

Pertanyaan guru itu mulai mengubah pemikiran saya. Saya dibesarkan dimana semua orang percaya Al-Quran adalah wahyu Allah kepada Nabi Muhammad. Tidak ada yang meragukannya! Pembicaraan singkat dengan guru itu mendorong saya untuk mulai mencari kebenaran tentang iman Kristen.
Reaksi Terhadap Kepercayaan Kristen

Seperti umat Muslim lainnya, saya merasa terkejut ketika membaca kepercayaan orang Kristen tentang Isa Al-Masih. Bagaimana mungkin orang akan percaya, seorang nabi dari Allah adalah Allah itu sendiri? Walau ada keraguan, saya sungguh terkesan melihat kehidupan dan iman teman-teman Kristen. Hubungan mereka dengan Allah dan sesama, berbeda dengan apa yang saya lihat dan alami sebelumnya.

Sering saya berkata kepada mereka, agar jangan pernah menyangkal iman mereka. Keinginan saya, mereka dapat teguh pada iman mereka, demikian halnya saya dengan iman saya terhadap agama Islam.
Kitab-07Bagian-Bagian Al-Quran yang Menyusahkan

Saya sering membaca Al-Quran, dan saya merasa terhibur. Tetapi semakin lama, dalam pikiran saya timbul banyak pertanyaan. Ayat-ayat tentang kekerasan dalam Al-Quran meresahkan saya. Saya membandingkannya dengan ajaran dalam Injil yang menekankan kasih.

Bagian Al-Quran yang paling meresahkan saya ialah tentang Nabi Muhammad. Dalam Qs 33:37, Muhammad diizinkan Allah untuk menikahi wanita yang telah diceraikan oleh anak laki-laki tirinya. Saya masih ingat ketika pertama kali membaca ayat tersebut. Saya sungguh sedih dan kecewa. Sepanjang hidup saya, saya menyatakan bahwa Muhammad adalah teladan yang paling baik untuk ditiru. Selain itu, dalam Al-Quran juga terdapat banyak "wahyu" yang menguntungkan nabi sendiri.

Hari itu, saya menulis surat kepada ibu saya. Ia meminta supaya surat saya dibalas oleh seorang pemimpin agama. Dikatakan, agar saya fokus pada pelajaran. Jangan meresahkan hati mengenai agama.

Namun saya tetap mempelajari Alkitab. Saya banyak menemukan jawaban atas pertanyaan saya. Juga menyadari, kematian Kristus di Salib adalah fakta sejarah yang tidak dapat disangkal oleh orang yang jujur.
Karakter Isa Al-Masih

Karakter Isa Al-Masih mulai mempengaruhi saya. Fakta yang paling mengesankan ialah nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama mengenai kedatangan-Nya ke dunia. Saya terkejut ketika mengetahui bagaimana Allah telah memakai ratusan tahun sejarah Yahudi, untuk menyiapkan masa kedatangan Isa Al-Masih.

Saya sangat tertarik pada Isa Al-Masih. Tetapi saya juga tidak dapat menolak warisan kebudayaan saya. Menjadi orang Kristen adalah pengkhianatan terhadap keluarga. Sungguh ini adalah tantangan besar bagi saya.
Sulit Menerima Isa Al-Masih sebagai Allah

Walau saya tertarik pada Isa Al-Masih, tapi sulit bagi saya mempercayai Dia adalah Allah. Ia tidak pernah berkata, "Akulah Tuhan dan kau harus menyembah-Ku." Menurut saya, kepercayaan orang Kristen tentang Isa Al-Masih tidak berdasarkan kebenaran. Kalimat-kalimat tentang Isa Al-Masih sebagai Allah hanyalah ciptaan Gereja.
Kitab-13Nabi Yesaya: Isa Al-Masih Adalah Allah

Suatu hari, ketika bangun pagi, tiba-tiba saya teringat dengan satu ayat dalam Kitab Nabi Yesaya. Walau sudah membaca beberapa kali, tetapi saya belum dapat memahaminya. Nabi Yesaya menuliskan, "Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel"  (Kitab Nabi Besar 7:14).

Juga dikatakan, " Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.  Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan di atas takhta Daud dan di dalam kerajaannya… kebenaran dari sekarang sampai selama-lamanya." (Kitab Nabi Besar 9:6-7)

Nabi Yesaya telah menubuatkan, Isa Al-Masih yang akan datang ke dunia bukan hanya seorang nabi. Tetapi Dia adalah Allah itu sendiri! Kebenaran itu tidak diciptakan oleh umat Kristen. Allah telah berjanji bahwa Ia akan menjadi manusia dan memulai kerajaan yang kekal.
Percaya Pada Isa Al-Masih Agar Selamat

Akhirnya saya tiba pada satu titik dimana saya yakin Isa Al-Masih adalah benar-benar Juruselamat. Saya menangis penuh suka cita. Saya merasakan satu kelegaan. Akhirnya saya menemukan kebenaran tentang Allah, pernyataan juga kasih-Nya terhadap manusia dalam Isa Al-Masih.

Saya memutuskan untuk menyerahkan seluruh hidup saya pada Isa Al-Masih. Memberitakan Kabar Baik tentang Dia kepada umat Muslim. Khususnya bangsa saya sendiri.

[Staf Isa dan Islam – Artikel tentang Keselamatan dan Hidup Kekal, dapat membantu saudara Pembaca untuk menerima anugerah keselamatan Isa Al-Masih.]
http://www.isadanalquran.com/Kesaksian/tidak-mungkin-isa-al-masih-wafat


Alkitab atau Al-Qur'an Yang Menekankan Kekerasan?

Pada bagian selanjutnya si Anonim ini mengatakan bawha terdapat beberapa ayat kekerasan dalam Al-Qur'an, dibandingkan ajaran Alkitab yang menekankan ajaran Kasih. Pernyataan ini sangat lucu, karena pernyataan ini membuktikan orang tersebut tak tahu apa-apa soal Al-Qur'an, bahkan mungkin tak pernah baca al-Qur'an.

Sebab Jika ia rajin membaca al-Qur'an dalam arti bisa memahami al-Qur'an, minimal baca terjemahan dan tidak putus-putus atau cuma potongan ayat saja, niscaya akan dapat dipahami konteks ayat tersebut.

Memang terdapat kata penggal, bunuh dan seterusnya, tapi kalau baca ayatnya secara utuh akan terlihat ayat tersebut bicara soal Perang, tanpa perlu buka Tafsir Al-Qur'an sendiri, orang yang berakal sehat apalagi berpendidikan akan dapat membaca bahwa ayat tersebut bukan keras, tapi wajar. Wajar dong perintahnya bunuh, sebab di dalam perang, kalau perintahnya diam, sementara dimedan perang, apakah masuk akal?


Pancung.. wajar karena medan perang, dan saat itu senjata yang digunakan, tombak, panah pedang, dan pancung adalah salah satu cara menggunakan pedang. menebas musuh dengan pedang, kalau saat itu sudah menggunakan Senapan, Bom, Rudal atau Kendaraanya Pesawat, tank, nicaya perintahnya bukan pancung, tapi tembak, luncurkan rudal dan seterusnya.

Kalau perintah seperti ini dianggap sebuah kekerasan. saya katakan sebaiknya orang tersebut pergi ke Psikiater. atau sekali-sekali nonton film colosal tentang perang. 


Yang patut dipertanyakan, Ajaran Alkitab mengajarkan Kasih, nah ini yang patut dipertanyakan, hanya orang yang memang tak waras, atau tidak tahu yang mengatakan hal tersebut, DI PL begitu banyak ayat-ayat kekerasan. Bahkan orang yang berada dimedan perang pun dapat menilai perintah tersebut adalah perintah yang sangat-sangat kejam, seperti perintah memmbunuh semua penduduk, dari wanita, anak-anak, apalagi pria, bahkan termasuk binatang ternak, harta dan seterusnya. Istilahnya di didunia Modern mirip Genosida, Mengahabiskan tanpa ada sisa. perintah seperti ini sangat banyak, dan juga pernah dibahas pada beberapa artikel sebelumnya.

Bagian Yang Meresahkan Pernikahan Nabi Muhammad Terhadap Janda dari Anak Angkatnya.


Pengakuan yang BODOH, lagi-lagi diungkapkan diatas, menjelaskan secara jelas jati diri si Anonim di atas yang memang tidak paham Rukun Iman dan Rukun Islam.

Artinya dalam Hal mengimani Nabi Muhammad sendiri saja tidak tahu, maka saya bisa menilai orang ini Islamnya tak jelas, tak tahu apa-apa soal Al-Qur'an dan sangat mungkin cuma bualan Staff IDI.

Memahami Nabi Muhammad harus dengan persepsi atau pandangan yang benar. dan hal ini dipahami semua umat Islam, kecuali umat Islam yang benar-benar awam.

Nabi Muhammad itu adalah seorang yang Maksum, artinya terjaga dari kesalahan, ketika Nabi keliru atau salah, maka Allah akan menegur Nabi dan meluruskan perbuatannya. Nabi Muhammad itu punya Hak dan Kewajiban Kenabian. artinya Nabi punya hak-hak tertentu dan kewajiban yang tertentu pula yang hanya berlaku atas nabi itu sendiri.  Salah satunya diperbolehkan menikahi lebih dari 4, dan termasuk menikahi janda dari anak angkatnya. dalam Hal ini mungkin orang yang TAK WARAS Seperti STAFF IDI akan mengatakan itu menguntungkan Nabi. Padahal apa untuknya menikahi janda dari anak Tiri, COBA GUNAKAN AKAL WARAS ANDA Seandainya anda seorang pria, apakah anda akan menikahi seorang Janda?
Akal Waras PRIA akan mengatakan lebih memilih Wanita yang masih perawan dari pada sudah Janda. itu akal waras walaupun pada kenyataanya ada yang akan memilih Janda. tapi secara naluri akan memilih masih gadis. ketika memilih Janda pasti ada tujuan atau alasan lain, semisal karena harta, atau kepribadiannya dan seterusnya.
Nabi Muhammad menikahi janda dari anak angkatnya adalah untuk menegaskan bahwa menikahi janda anak angkat adalah perkara yang halal.  Yang pada saat itu budaya atau kondsi masyarakatnya mengatakan hal tersebut terlarang.

Dan termasuk orang atau si Anonim ini menilai hal tersebut dengan budaya dan persepsi yang dia miliki. artinya secara tegas diri si Anonim ini tak jauh beda dengan masyarakat jahiliyah itu sendri. Padahal secara sains bisa kita uji bahwa  pernikahan yang dilakukan mertua atau menikahi janda dari anak angkat tidak memiliki bahaya apa-apa, ketimbang menikahi saudara kandung, atau anak kandung. Bukankah sebenarnya tak ada alasan apa-apa menilai hal ini tak pantas atau menguntungkan Nabi selain cuma berdasar pada Akal Tak Waras??
selain Nabi punya Hak tertentu dalam hal kenabian, Nabi juga punya kewajiban yang Berat sebagai Kewajiban Nabi itu sendri. Sehingga sangat tak pantas kalau mengatakan itu sebuah keuntungan karena pada saat yang sama Nabi juga punya kewajiban atau tugas yang lebih berat ketimbang umat Islam pada umumnya. Kita bisa menilailah kalau seorang karyawan, akan mendapat gaji lebih besar atau hak lebih besar jika kerjanya atau kewajibannya lebih banyak dan lebih berat. adalah sebuah kepantasan. yang tak pantas adalah kerjanya sedikit, tugasnya tidak banyak tapi menuntut lebih banyak.

Yesus / Isa adalah Allah?

Lagi pengakuan di atas, seolah-olah mempertontonkan kebodohan diri sendiri, mengakui bahwa Yesus bukan Allah, sebab Yesus tak pernah mengaku sebagai Tuhan tak pernah mengaku sebagai Allah, dan tak pernah memerintahkan untuk menyembahnya. Lantas pada saat yang sama, mengutip ayat yang tak ada kaitannya dengan pembuktian Yesus / Isa sebagai Tuhan lantas percaya. Tak ada pembuktian atau ayat yang tertulis dengan jelas bahwa Yesus adalah Allah, apa lagi Allah itu Yesus. bahkan Bapa sendiri tak pernah mengatakan bahwa Yesus adalah dirinya. bahkan hingga mati, Yesus masih menjadikan Bapa sebagai Tuhan, sebagai tempat untuk meminta dan berdoa, dan seluruh kuasa pun masih disandarkan kepada Bapa. apakah pantas Yesus disebut sebagai Allah?
Pengakuan yang mempertontonkan kebodohan diri sendiri. hingga sekarang tak ada penjelasan logis yang dapat dipertanggung jawabkan bahwa Yesus adalah Allah.

Yesus sebagai Juru selamat?

Satu hal lagi pengakuan yang cukup menggelikan adalah mengakui sebagai juru selamat bagi umat manusia, padahal jelas-jelas Yesus dalam Alkitab memberikan peringatan keras untuk menyampaikan atau menyimpang dari israel. Bahkan Yesus dengan sangat tegas menyebut dirinya hanya untuk bani Israel. bahkan hingga mati pun Yesus tak pernah menyimpang dari Israel. dan Yesus dengan tegas pula akan menghakimi di hari kemudian hanya kepada 12 suku Israel. tak ada menyebut menghakimi manusia secara semuanya.
Hebatnya lagi si Anonim ini, menganggap Yesus sebagai penebus dosa dengan menyebut-nyebut Nubuat-nubuat perjanjian lama, padahal Nubuat pernjanjian lama malah menyatakan bawha Yesus sendiri selamat dari Pembunuhan, penyaliban. pada blog ini terdapat pembahasan khusus untuk hal tersebut dan pembuktian bahwa nubuat tersebut benar-benar terkabulkan atau tergenapi. artinya si Anonim tanpa sadar membuat pengakuan untuk menunjukan kebodohan dan ketidak tahuannya sendiri yang jelas-jelas tersesat.

Maka Benarlah Firman Allah dalam Al-Qur'an...


Tunjukilah Kami Jalan Yang Lurus, Jalan orang-orang yang engkau beri Nikmat di dalamnya, Bukan jalan Orang-orang yang Ingkar (Yahudi) dan jalan orang-orang Yang sesat (NAshara).


Wallahu A'lam Bish-Showab.

izmy Azhary.

Kami sangat menghargai komentar pembaca sekalian, baik saran, kritik, bantahan dan lain sebagainya. 
Bagi pembaca yang ingin berkomentar silahkan untuk login dengan mengklik Login di Tombol Login komentar dan pilih akun yang ingin anda gunakan untuk Login, Bisa dengan Facebook, Twitter, Gmail dsb. 
 peraturan komentar: 
1. komentar pendek atau panjang tidak masalah, baik lebih dari satu kolom juga tidak apa-apa. 
2. komentar menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar tidak berbelit-belit. 
3. tidak menggunakan kata-kata kotor, hujat atau caci maki
4. langsung pada topik permasalahan
Tanggapan Atas Situs IsadanAlQuran.com Tidak Mungkin Isa Al Masih Wafat Reviewed by Muslim Say on 12:10 PM Rating: 5 Pada artikel kali ini kami akan membantah sebuah tulisan dari situs Staff IDI yakni IsadanAlquran.com yang isinya pengakuan seseorang y...

No comments: