Menjawab Pelintiran Staff IsadanIslam Al-Qur'an meyakini Wahyu Yang Diterima Isa Al-Masih - Muslim Says

728x90 AdSpace

Trending
Friday, March 8, 2013

Menjawab Pelintiran Staff IsadanIslam Al-Qur'an meyakini Wahyu Yang Diterima Isa Al-Masih

Pada kali ini, kami akan memberikan sedikit tanggapan atas sebuah artikel dari Situs IsadanAlquran.com yang isinya merupakan pengakuan seseorang yang entah berantah, siapa, dimana, tidak jelas dan mungkin juga adalah tulisan akal-akalan Staff IDi sendiri, karena Staff IDI memang sangat terkenal dustanya.

Pembaca akan melihat perbedaan yang sangat jelas sekali antara Pengakuan dari kalangan muslim, terutama mereka yang masuk Islam yang banyak tersebar dibeberapa situs. dengan pengakuan yang ditulis oleh Staff IDI. Semua tulisan dari Staff IDI adalah Anonim, tidak jelas. Berbeda dengan Muallaf, mereka dengan bangga masuk Islam, memproklamirkan di depan khalayak. pembaca bisa membuka situs Muallaf. sehingga Kami pembaca dapat menuilai isi dari pengakuan seperti ini, tidak dapat dipercaya, selain anonim, sangat banyak bumbu-bumbu dustanya, diantaranya menyerang al-Qur'an / Islam, memelintir al-Qur'an dan seterusnya.

Pembaca dapat membaca artikel secara keseluruhan di bawah ini:
Al-Quran Menyakini Wahyu Yang Diterima Isa Al-Masih

Saya tinggal di Indonesia puluhan tahun.  Tahun pertama, saya belajar bahasa Indonesia dengan sungguh-sungguh. Hal pertama yang saya ketahui, walaupun saya dapat mengartikan setiap kata, bukan berarti saya dapat mengerti arti dari sebuah kalimat.

Bahasa Indonesia, seperti semua bahasa, kaya dengan pepatah dan kiasan yang mempunyai arti tersendiri. Misalnya, " Sambil menyelam minum air. " Sangat mustahil bukan? Kecuali kita tahu bahwa ungkapan ini hanya pepatah yang harus diartikan sesuai dengan konteks. Jika hanya mengartikan kata per kata, yaitu 'sambil' 'menyelam' 'minum' dan 'air', saudara tidak akan mengerti maksud dari kalimat tersebut.
Ucapan Bahasa Inggris Juga Bisa Sukar Dimengerti

Bahasa Inggris juga mempunyai ucapan-ucapan yang sering membingungkan. Sesudah mendengar berita yang agak hebat, teman saya bertanya, "Apakah berita ini dapat dipercaya?"  Saya menjawab, " You can take it to the bank! "  (Terjemahan - Anda dapat membawa itu ke bank.)

Jawaban yang konyol. Sebab mustahil satu berita dapat disimpan di bank. Lalu apa arti kalimat tersebut? "You can take it to the bank" maksudnya, berita tersebut sangat dapat dipercaya sehingga tidak perlu diragukan. Misalnya berita itu tidak berbeda dengan tanda-tangan pada cek yang dibawa ke bank.  Bila cek mempunyai tanda-tangan, cek dapat diandalkan. Dapat dipercaya.  Dapat ditunaikan.
Al-Quran Menyakini Injil

Demikian juga pandangan Al-Quran terhadap Injil. Sangat yakin akan isinya. Tertulis dalam Qs 2:136, "Kami beriman kepada  . . . . . apa yang diberikan kepada . . . . 'Isa . . . ."  Sudah jelas para Mukmin dan kita semua diperintahkan percaya dan yakin seratus persen atas apa yang diturunkan pada Isa Al-Masih.  Apakah yang diberikan pada Isa Al-Masih? Yang terutama adalah Injil.  Isa adalah pembawa berita Injil!
"You Can Take 'Injil' to the Bank"!

Tentang Injil, " You can take it to the bank " karena didalamnya adalah kata-kata Isa Al-Masih sendiri.  Inilah salah satu kalimat-Nya, "Karena Anak Manusia [Isa Al-Masih] juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang" (Injil, Rasul Markus 10:45).

Ayat suci Markus 10:45 memuat intisari Injil, "memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."  Ingatlah, inilah ucapan Isa Al-Masih sendiri.  Ia mengorbankan diri-Nya di kayu salib untuk menebus kita dari hukuman dosa.  Al-Quran percaya penuh tentang apa yang dikatakan Isa Al-Masih.  Kiranya saudara juga akan percaya dan menerima Isa Al-Masih sebagai Juruselamat pribadi saudara. 
Apabila Anda memiliki tanggapan atau pertanyaan atas artikel ini, silakan menghubungi kami dengan cara klik link ini.



http://www.isadanalquran.com/Al-Baqarah-2136/al-quran-menyakini-wahyu-yang-diterima-isa-al-masih#isadanislam



Menciptakan Persepsi Keliru soal Terjemah dan Bahasa pada Kitab Suci.

Staff IDI memulai tulisan pengakuan ini dengan mencoba menggiring opini pembaca pada satu kesimpulan, bahwa bahasa yang kita pakai dalam arti bahasa kita sendiri lebih mudah dimengerti dari pada bahasa asing.
keliatannya sangat ringan, tapi sesungguhnya menyerang Al-Qur'an dan membanggakan Alkitab, sebab, Alkitab diterjemahkan ke semua bahasa bahkan hingga ke bahasa Daerah, sementara Al-Qur'an tetap dengan bahasa aslinya yakni Bahasa Arab.

Sepintas memang benar, bahasa yang kita gunakan tentu akan lebih mudah dimengerti dari pada bahasa Asing. tapi untuk Kitab suci belum tentu.

Di mana-mana, bahasa Asli dari teks tentu akan lebih dapat dipahami dengan benar artinya ketimbang bahasa terjemahan. Karena terjemahan memiliki banyak persoalan, terutama dalam masalah padanan kata dalam bahasa lainnya. contoh sederhana, dalam Alkitab, Yahweh, Allah,  yang dianggap Kristen adalah Nama, kemudian di dalam bahasa Inggris diganti jadi God, Allah yang kemudian menimbulkan perdebatan mana yang nama, mana yang sebutan. Tak sekedar itu saja, penterjemahan Bibel banyak memuat kesalahan, semisal Nama orang yang diterjemah. Murid Yesus bernama Petrus, mana ada nama murid Yesus bernama Petrus, yang ada adalah Kefas. ketika diterjemahkan ke bahasa Greek Kefas malah jadi Petrus.

Masalah nama saja memiliki banyak persoalan salah terjemah apalagi masalah lainnya, persoalan terjemahan kata Tuan yang kemudian menjadi Tuhan terjadi pada Yesus. maka kita akan menemukan banyak kejanggalan, wanita meminta kepada Yesus dengan sebutan TUhan, lantas sang Tuhan enggan menolong, cerita maria yang menangis Tuhanku diambil orang, (padahal mayat Yesus hilang dan dianggap mayatnya di curi orang) bagaimana bisa Tuhan dicuri orang, atau ucapan maria yang tepat adalah Tuanku (mayat tuanku) diambil orang.

Nah ketika terjadi perbedaan terjemah atau salah dalam terjemah, lagi-lagi saat yang sama tak ada bahasa Asli dari Alkitab. wal hasil yang terjadi adalah penyesatan. dan Perlu pembaca ketahui Alkitab yang menggunakan bahasa Asli sudah tidak ada lagi. yang ada hanyalah manuskrip dari beberapa bahasa yakni bahasa Greek. itupun masing-masing terdapat beberapa perbedaan dalam salinannya.

kami tidak tahu apa maksud tujuan Staff IDI menggiring pembaca untuk menyanjung alkitab yang diterjemahkan tanpa disertai bahasa aslinya. untuk menghilangkan jejak bahwa bahasa Asli Alkitab sudah tak ada lagi? atau apa. kalau Kita bicara Al-Qur'an, justru Al-Qur'an sangat jelas, Bahasa terjemah hanya untuk mempermudah bagi umat Islam yang tak mengerti bahasa Arab untuk memahami ayat al-Qur'an, dan selalu saja bahasa Asli menjadi rujukan utama, ketika terjemahan tidak tepat, maka bisa langsung merujuk ke bahasa Aslinya yang pasti benar, dan tak mungkin salah.

Menciptakan Persepsi Salah Terhadap Iman kepada Kitab-Kitab Suci Terdahulu

Masih dalam pembahasan Menggiring opini atau persepsi pembaca kepada satu kesimpulan tertentu, sebelumnya untuk menyerang Al-Qur'an dan Menyanjung Alkitab, nah kali ini, ingin mempatentkan bahwa Alkitab sebagai Kitab yang harus diyakini umat Islam, dan diimani oleh Umat Islam. dan pada akhirnya Umat Islam harus masuk kristen dan meyakini Yesus sebagai Tuhan.
Bukan saya melebih-lebihkan ungkapan di atas, tapi memang seperti itulah tujuan akhirnya, di awal cukup menciptakan persepsi umat Islam meyakini Alkitab adalah perkataan Yesus dan itu benar-benar dari Yesus, secara perlahan-laha diajak untuk meyakini isi dari ajaran Alkitab selanjutnya dan selanjutnya.

Dan di atas Staff IDI menngajak pembaca untuk meyakini bahwa Alkitab adalah benar bersumber dari Al-Qur'an yang sudah dipotong-potong oleh mereka.

Umat Islam diperintahkan untuk mengimani, beriman kepada Allah, Kitab-kitab, nabi-nabi. Salah satunya adalah Injil, dan salah satu Nabinya adalah Isa As dan itu benar.

Persoalannya adalah Staff IDI mencoba merubah arti atau makna Iman, terhadap Injil dan Kepada Nabi Isa, inilah yang sesat menyesatkan.

Umat Islam diperintahkan mengimani Injil, itu benar. tapi sebatas mengimani, percaya Injil adalah benar datang dari Allah, turun kepada Nabi Isa dan Umatnya. bukan kepada seluruh manusia. dan Ajaran Injil dan Nabi Isa sudah disempurnakan oleh Nabi Muhammad. Sehingga umat Islam cukup mempercaya keberadaan Nabi Isa sebelumnya, keberadaan Kitab Injil sebelumnya, tapi tak perlu menjadikan Injil sebagai petunjuk, karena Sudah disempurnakan oleh Al-Qur'an dan ajaran Nabi Muhammad Saw sebagai penutup para Nabi.
 Bahkan Al-Qur'an pula menegaskan bahwa Injil telah terkorup, telah tercampur antara firman Allah dan perkataan manusia yang dimasukan ke dalamnya, dan diklaim itu berasal dari Allah. dan inilah Alkitab yang disebut-sebut Staff IDI sebagai Injil padahal itu bukan injil asli, tapi perkataan manusia yg diklaim adalah Firman Allah yang bersumber dari Allah.
Padahal di dalamnya sudah tercampur antara Firman Allah dan Perkataan manusia.

Maka sangat wajar kalau kita meneliti isi Alkitab akan ditemukan banyak perbedaan ajaran, kontradiksi, pelecehan terhadap Nabi-Nabi, malaikat, bahkan Allah sendiri tak luput dari pelecehan. Pembaca dapat menggunakan mesin pencari dibawah artikel ini untuk mencari Tulisan terkait semisal pelecehan terhadap Nabi, Allah malaikat dan seterusnya.
Karena Alkitab juga memuat firman Allah walaupun sangat mungkin sudah dirubah-rubah oleh manusia, namun masih ada sedikit yang bisa selamat dari hal tersebut, maka tak heran kita masih bisa membaca beberapa ajaran Tauhid di dalam Alkitab, ajaran shalat, termasuk Puasa, terdapat Nubuat kedatangan Nabi Muhamamd dan seterusnya. walaupun sangat sulit mengingat sudah banyak dirubah-rubah.


Dan terakhir saya tambahkan soal ungkapan staff Idi di atas bahwa Yesus mengorbankan dirinya di kayu salib untuk menebus dosa manusia.

saya katakan ini adalah beberapa contoh tambahan atau kata-kata manusia yang dimasukan ke dalam Alkitab. sebab di dalam Alkitab sendiri, dan nyata dan terbukti Kitab PL (perjanjian Lama) malah menuliskan bahwa Yesus di nubuatkan tidak mati. dan diberi umur panjang. Pembaca dapat membaca secara panjang lebar di Artikel yang berkaitan soal Study Penyaliban Yesus juga di blog ini. http://muslims-says.blogspot.com/search/label/Study%20Penyaliban insya Allah sudah dipaparkan secara panjang lebar oleh saudara muslim says.

Dari sini dapat kita tarik beberapa kesimpulan.
-Bahasa sehari-hari memang mudah dimengerti tapi dalam kasus mengkaji kitab suci atau teks yang bahasa aslinya adalah bahasa lain, untuk lebih benar dan tepat harus merujuk kepada teks Aslinya.
- Iman kepada Injil dan Nabi Isa adalah mengimani kenabiannya, dan Kebenaran Kitab Injil yang Allah turunkan. bersumber dari Allah. yang diturunkan kepada Bangsa Israel dan kemudian disempurnakan oleh Al-Qur'an dan Nabi Muhammad Saw. selain itu Kitab injil sendiri sudah tercampur antara Firman Allah dan perkataan manusia. sehingga sulit ditemukan mana yang benar mana yang salah. maka Umat Islam diperintahkan menjadikan Al-Qur'an sebagai petunjuk bukan Alkitab.
- Yesus sendiri tidak mati di salib. tak ada namanya penebusan dosa. dan tidak itu saja, persoalan Dosa waris, penebusan sendiri masih diperdebatkan di dalam kristen.

Sulaiman, Banda Aceh 03/03/2013





Kami sangat menghargai komentar pembaca sekalian, baik saran, kritik, bantahan dan lain sebagainya. 
Bagi pembaca yang ingin berkomentar silahkan untuk login dengan mengklik Login di Tombol Login komentar dan pilih akun yang ingin anda gunakan untuk Login, Bisa dengan Facebook, Twitter, Gmail dsb. 
 peraturan komentar: 
1. komentar pendek atau panjang tidak masalah, baik lebih dari satu kolom juga tidak apa-apa. 
2. komentar menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar tidak berbelit-belit. 
3. tidak menggunakan kata-kata kotor, hujat atau caci maki
4. langsung pada topik permasalahan
Menjawab Pelintiran Staff IsadanIslam Al-Qur'an meyakini Wahyu Yang Diterima Isa Al-Masih Reviewed by Muslim Say on 12:52 PM Rating: 5 Pada kali ini, kami akan memberikan sedikit tanggapan atas sebuah artikel dari Situs IsadanAlquran.com yang isinya merupakan pengakuan se...

No comments: