Menjawab IsaIslamdankaumwanita(Dot)com Al-Quran, Injil dan Wanita - Muslim Says

728x90 AdSpace

Trending
Tuesday, April 2, 2013

Menjawab IsaIslamdankaumwanita(Dot)com Al-Quran, Injil dan Wanita

Tulisan kali ini  kami akan memberikan tanggapan atas sebuah tulisan Staff IDI melalui situs Isaislamdankaumwanita.com yang isinya berbicara tentang pandangan Al-Qur'an dan Injil terhadap wanita. Sudah menjadi hal yang sangat lumrah, Staff IDI selalu menebar dusta untuk menyerang Al-Qur'an,  dengan memainkan kata-kata lembut tapi menyesatkan dan penuh dusta Staff IDI menyerang Ajaran Islam kemudian dengan dusta pula mengatakan Alkitab menghargai wanita. Dengan menampilkan sebagian ayat-ayat  Alkitab yang keliatannya mengagungkan wanita, Staff IDI menciptakan persepsi bahwa Kristen / Alkitab memuliakan wanita.  Pada tulisan ini insya Allah akan kami bahas.

Agar lebih jelasnya, pembaca dapat membaca apa yang Staff IDI tulis secara lengkap:
Al-Quran, Injil dan Wanita

alkitab wanita alquran

"Apakah Islam menghargai dan menghormati wanita?" Bila pertanyaan ini dilontarkan pada orang Muslim, maka secara spontan mereka akan menjawab "Iya, Islam menghormati wanita. Bukankah telah dikatakan bahwa "surga di telapak kaki ibu."

Jawaban di atas menurut kami tidak sepenuhnya salah, dan juga tidak sepenuhnya benar. Memang beberapa ayat Al-Quran "sepertinya" memandang wanita setara dengan pria. Tetapi kita juga tidak dapat menutup mata pada ayat-ayat Al-Quran dan ajaran-ajaran Islam yang menomor-duakan wanita.
Bukankah Islam Memperlakukan Wanita Sebagai Warga Kelas Dua?

Setidaknya beberapa ayat berikut dapat membuka mata kita, bagaimana Al-Quran dan Islam memperlakukan wanita.

    Wanita kurang cerdas dibanding pria, dan harus diperintah oleh pria (Qs 4:34).
    Al-Quran menyamakan wanita dengan ladang,  jadi pria dapat menggunakannya sesuka hati mereka (2:223).
    Kesaksian wanita hanya dihargai setengah dari kesaksian pria (2.282).
    Seorang pria boleh mempunyai isteri empat sekaligus (Qs 4:3).
    Seorang pria mendapat hak warisan dua kali lebih banyak dibanding wanita (Qs 4:11).
    Suami juga diperbolehkan memukul isteri yang tidak taat (Qs 4:34).

Kami setuju, para Muslim secara individu mungkin menghargai wanita, tetapi Islam tidak. Setidaknya inilah cerminan dari agama Islam. Kita dapat melihat bagaimana wanita-wanita Muslim menjadi orang nomor dua di negara-negara Islam. Di Arab Saudi misalnya, seorang wanita dilarang menyetir mobil.  Lagi mereka dilarang keluar rumah kecuali disertai seorang pria dari keluarganya. Kemudian antara Taliban, golongan orang yang benar-benar bersumber dari Islam, diskriminasi yang ekstrim dilakukan pada wanita.
Muhammad vs Isa Al-Masih

Jelas umat Muslim tidak senang bila Muhammad dibandingkan dengan Isa Al-Masih. Karena kedua ajaran ini cenderung menyajikan ajaran yang bertolak-belakang satu sama lain.

Pada paragraf di atas, kita telah melibat bagaimana Muhammad memperlakukan wanita. Yaitu sebagai warga kelas dua.  Sekarang mari kita melihat bagaimana Isa Al-Masih memposisikan seorang wanita yang bersalah.

Satu kisah dipaparkan dalam Injil, dimana pada suatu hari para pemuka agama datang menghadap Isa Al-Masih dan membawa seorang wanita yang kedapatan berzinah. Mereka meminta agar Isa Al-Masih menghukum wanita tersebut sesuai dengan hukum yang berlaku saat itu. Di mana seorang wanita yang kedapatan berzinah harus dilempari batu. Namun para pemuka agama itu terkejut mendengar jawaban Isa Al-Masih. "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu" (Injil, Rasul Besar Yohanes 8:7).

Apakah ada yang melempari wanita itu dengan batu? Jelas tidak ada! Sebab setiap manusia pasti berdosa sebagaimana wanita itu. Yang membedakan mereka hanya perbuatan dosa yang mereka lakukan.
Selamanya Wanita Warga Kelas Dua

Akankah wanita Muslim selamanya dipandang rendah dan menjadi warga kelas dua? Jelas tidak menutup kemungkinan! Bisa jadi pria Muslim memandang wanita selamanya menjadi warga kelas dua, subjek sakit hati dan direndahkan oleh poligami. Diancam oleh perceraian yang begitu mudah, diayaniaya suami, serta diskriminasi lainnya.

Ini bukanlah sebuah fenomena. Tetapi akan berlangsung selamanya karena pria Muslim harus menghormati Al-Quran sebagai perkataan Allah yang mutlak dan juga teladan dari Muhammad.
Pilihan di Tangan Anda!

Isa Al-Masih dan Muhammad adalah tokoh yang sangat berpengaruh dalam dua agama terbesar di dunia. Juga keduanya membawa ajaran yang bertolak-belakang. Muhammad datang dengan membawa berbagai macam aturan yang meletakkan wanita sebagai warga kelas dua.

Sedangkan Isa Al-Masih datang dengan membawa ajaran yang menyatakan bahwa pria dan wanita adalah sepadan. "Tuhan Allah berfirman: "Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia" (Taurat, Kitab Kejadian 2:18).

Manakah yang Anda pilih?

[Staf Isa dan Islam – Bila saudara rindu mendapatkan Kasih dari Isa Al-Masih, selidikilah artikel tentang Hidup Kekal pada situs ini.]

http://www.isaislamdankaumwanita.com/hak-kewajiban/al-quran-injil-dan-wanita

Islam Sangat Memuliakan Wanita dan Pria.

Staff IDI memulai tulisannya dengan sebuah pertanyaan apakah Islam memuliakan wanita? sebagai seorang Muslim  dan seorang manusia yang memiliki akal sehat dan memiliki pendidikan, saya bisa menilai Islamlah yang sangat memuliakan wanita. Bukan sekedar persepsi, tapi terbukti secara nyata. Staff IDI berusaha menciptakan sebuah persepsi bahwa Islam memuliakan wanita dan satu sisi merendahkan wanita. Ini adalah penyesatan Opini, sekaligus Tuduhan dusta.

Islam Agama Yang sangat Adil, Meletakan Hak dan Kewajiban pada Tempatnya.


Sebelum kita berbicara jauh mengenai Posisi Wanita dalam Islam, kita lebih dahulu membahas hal yang sangat mendasar mengenai perbedaan atau status wanita dan pria.

Islam adalah agama yang Adil, menempatkan posisi selalu pada tempatnya. Adil yakni menempatkan sesuatu sesuai pada tempatnya,  kita mungkin sering mendengar contoh sederhana yang menjelaskan makna dari Adil yakni : Ketika kita memberikan uang kepada kedua anak kita, yang satu berumur 20 tahun yang sudah Kuliah, sedangkan yang satunya berumur 7 tahun yang masih sekolah Dasar. Maka sudah pasti jumlah uangnya akan berbeda, Tidak mungkin kedua-duanya kita kasi 100.000 sama rata. tetapi kita pasti akan menempatkan jumlah yang lebih besar dan tepat atau sesuai dengan kebutuhan anak kita, jika yang kuliah kebutuhannya banyak semisal 500.000 maka mungkin kita akan memberikan sebesar itu pula atau jumlah yang mendekati nilai tersebut. demikian pula terhadap anak kita yang masih SD, kebutuhannya mungkin tidak lebih dari 5000 rupiah, dan saya sangat yakin nilai yang kita berikan kepadanya akan mendekati jumlah tersebut, meskipun lebih.


Maka dalam hal ini, Islam ketika berbicara masalah kedudukan pria dan wanita, kedua-duanya memiliki tempat masing-masing sesuai dengan Hak dan Kewajibannya.

Oleh karena itu ketika berbicara masalah kemuliaan, Pria dan Wanita tak memiliki perbedaan, bahkan dalam hal ini Banyak ayat dan Hadits yang lebih mengutamakan wanita dari pria. Semisal ungkapan Surga ditelapak Kaki Ibu, Dalam Al-Qur'an terdapat surat yang namanya adalah wanita (An-Nisa), sementara pria tidak ada. Pria dan wanita memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan surga.
Maka perlu saya pertanyakan atas dasar apa Staff IDI berani mengambil kesimpulan Islam memuliakan wanita tapi juga merendahkan menomorduakan wanita??

Patut kita pertanyakan, kalau semua ayat berbicara menomor satukan wanita, APAKAH KITA AKAN MEMBUAT KESIMPULAN BARU ATAU TUDUHAN BARU, ISLAM MENDISKRIMINASI PRIA??

Di sinilah terdapat Kekeliruan yang sangat mendasar Staff IDI seolah-olah agama harus benar-benar memuliakan wanita itu baik.
Padahal itu sangat keliru, Karena di dunia terdapat Wanita dan Pria, dan keduanya sama-sama makhluk Allah dan harus mendapatkan keadilan.

Dan yang memberikan keadilan itu adalah Islam. Itulah mengapa terdapat ayat yang menomor 1 kan pria, dan menomor 2 kan wanita, sebaliknya terdapat ayat yang menomor satu kan wanita dan menomorkan dua kan pria.

Karena Islam Menempatkan posisi pada tempatnya.


 ISLAM MENEMPATKAN POSISI WANITA DAN PRIA SECARA PROPORSIONAL

Di atas Staff IDI menunjukan beberapa ayat yang mereka simpulkan Islam Menomorduakan wanita. tidak ada yang salah dari ayat tersebut, hanya Staff IDI sajalah yang berusaha menciptakan persepsi keliru perilah menomorduakan wanita serta melakukan pelintiran dan kesimpulan secara sepihak untuk menjelekan Islam.

ayat yang dimaksud akan kita bahas satu persatu:

- Wanita kurang cerdas dibanding pria, dan harus diperintah oleh pria (Qs 4:34).

Tanggapan Kami

ayat yang dimaksud (Qs 4:34)
34. Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri

Di sini Staff IDI melakukan KEDUSTAAN menyebut Wanita Kurang Cerdas dibanding pria, Karena ayat ini tak ada satupun kata atau kalimat menyatakan Wanita Kurang Cerdas dibanding Pria. Sudah menjadi Kebiasan dan bukan rahasia lagi Staff IDI memang suka berdusta. Cerdik seperti burung merpati.

- Al-Quran menyamakan wanita dengan ladang,  jadi pria dapat menggunakannya sesuka hati mereka (2:223).
Ayat yang dimaksud kami kutip secara lengkap:

(Qs. 2:223)

223. Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki. Dan kerjakanlah (amal yang baik) untuk dirimu, dan bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu kelak akan menemui-Nya. Dan berilah kabar gembira orang-orang yang beriman.

Di sini Lagi-lagi Staff IDI MELAKUKAN KEDUSTAAN dengan menyatakan seolah-olah Al-Qur'an menyatakan wanita itu seperti ladang, sehingga bebas melakukan sesuka hati. Padahal ayat ini berbicara mengenai etika berhubungan Suami Istri. Sehingga Istri diibaratkan ladang, terserah mau melakukannya dari mana pun. Tidak ada sama sekali pernyataan Al-Qur'an berbicara Wanita itu adalah ladang, Ibarat sapi perahan yang bebas dipergunakan sesuka hati. Saya sangat heran dengan Staff IDI yang sepertinya Fitnah, dusta itu perkara yang sering dilakukan dan hal yang seprtinya selalu ada di Tiap tulisan mereka.


- Kesaksian wanita hanya dihargai setengah dari kesaksian pria (2.282).

Tanggapan kami:

Ayat yang dimaksud (2:282)
...Dan persaksikanlah dengan dua orang saksi dari orang-orang lelaki (di antaramu). Jika tak ada dua oang lelaki, maka (boleh) seorang lelaki dan dua orang perempuan dari saksi-saksi yang kamu ridhai, supaya jika seorang lupa maka yang seorang mengingatkannya....

Masalah persaksian sudah sering kali kami bahas, Di sinilah  Islam meletakan posisi pria dan wanita pada tempat yang tepat.

Kenapa dalam hal persaksian satu pria sama dengan dua wanita?

Karena secara psikis, wanita lebih kuat perasaannya sementara Pria memiliki ketegasan dan hal ini secara otomatis menjadi sebuah penentu ketika wanita dan pria membuat keputusan, oleh karena itu ketika seorang pria membuat persaksian tak akan sama. Karena ketika dihadapkan sebuah persaksian terkadang wanita lebih banyak menimbang-nimbang untuk mengambil keputusan, sehingga kadang lebih mementingkan perasaanya hingga terkadang kesaksian mereka tidak utuh. Berbeda dengan pria yang mengedepankan logika dan tegas, dapat bersaksi dengan utuh siap menanggung segala resikonya, oleh Karena itulah kenapa Pria sama dengan dua wanita dalam hal persaksian.

- Seorang pria boleh mempunyai isteri empat sekaligus (Qs 4:3)

Tanggapan kami, ayat yang dimaksud kami kutipkan:
3. Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja

Di sini lagi-lagi staff IDI melakukan Kedustaan untuk menciptakan persepsi, bahwa Islam membolehkan pria menikahi empat wanita sekaligus. Padahal di ayat di atas, jelas dan terang, berbicara masalah hak-hak perempuan yatim, tentu tak bisa dilepaskan pada ayat ini, ketika hak-hak anak yatim dikhawatirkan tidak mampu berlaku adil maka kawinilah perempuan-perempuan lain dua, tiga atau empat, dan lagi-lagi ayat ini diakhiri dengan penegasan jika kita takut tidak dapat berbuat adil maka nikahilah satu saja.
berbicara masalah Adil dalam pernikahan terkait konteks ayat yakni  perlakuan yang adil dalam meladeni isteri seperti pakaian, tempat, giliran dan lain-lain yang bersifat lahiriyah. Kita bisa menilainya, sebuah perkara yang tidak mudah dan mustahil bisa dilakukan seorang pria untuk berlaku adil. dan ungkapan dua tiga dan empat memang menyatakan pria boleh berpoligami, menikahi lebih dari seorang wanita, tapi tidak serta merta membolehkan Pria menikahi empat wanita sekaligus.

Ungkapan Pria boleh mempunyai istri empat sekaligus adalah sebuah kesimpulan yang sangat dusta. Dan Faktanya kita bisa saksikan, pria mana dalam Islam yang menikahi empat wanita sekaligus. tidak akan ditemukan,  kalaupun ada,niscaya akan dicemooh dan ditentang umat Islam itu sendiri.

- Seorang pria mendapat hak warisan dua kali lebih banyak dibanding wanita (Qs 4:11).
Tanggapan kami, ayat yang dimaksud

...Yaitu : bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan...

Staff IDI mencoba menggiring opini pembaca untuk menyatakan bahwa Islam telah berlaku tidak adil terhadap wanita, karena pria mendapatkan dua bagian, sementara wanita hanya satu bagian dari hak waris.
Jika kita berpikir hitung-hitungan matematika, niscaya kita akan berkata bahwa itu tidak adil karena jumlah harta yang diterima pria lebih banyak dari wanita. Namun jika kita berbicara dalam tataran Adil yakni meletakan sesuatu pada tempatnya.
Justru Islamlah yang paling Adil dan paling pas, mengapa?

Karena Kewajiban dan Hak Pria dan wanita sangat berbeda, Pria memiliki kewajiban lebih banyak, karena ia akan menjadi pemimpin keluarga, akan menanggung kehidupan bagi dirinya sendiri dan wanita, atau istrinya kelak, sementara wanita, hanya untuk dirinya sendiri, karena kewajiban untuk menafkahi kehidupannya adalah pria atau suaminya. Tidak itu saja, kelak anak-anaknya pun beban kewajiban Nafkah juga akan dibebankan kepada Pria atau suaminya.
Oleh karena itu, harta yang diterima oleh pria yakni dua bagian harta jauh lebih kecil dan sedikit dibanding harta yang satu bagian yang diterima oleh wanita, karena harta pria tersebut akan diberikan kepada istrinya juga, dan juga anak-anaknya, sementara wanita benar-benar untuk dirinya sendiri.
Di sinilah keadilan Islam. meletakan sesuatu pada tempatnya. Tidak menggunakan tindakan seenaknya.

- Suami juga diperbolehkan memukul isteri yang tidak taat (Qs 4:34).

Tanggapan kami, ayat yang di maksud kami kutipkan secara utuh
34. Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)[290]. Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

Di sini Staff IDI juga mencoba menggiring pembaca untuk menyatakan Islam membolehkan pria memukul istri yang tak taat. padahal tidak semudah itu.

Pukulan pada ayat di atas adalah tindakan yang dilakukan tidak sekedar karena tak taat pada suami, di sini dijelaskan dengan sangat jelas, ketika seorang Istri Nusyudz (yakni telah melakukan / meninggalkan kewajibannya sebagai Istri semisal pelanggaran kehormatan, mengabaikan rumah tangga, anak dan lain sebagainya) ayat ini menyebutkan perintah kepada suami untuk menyadarkan istrinya, yakni, Menasehati, jika tidak mempan, maka pisah dari tempat tidur, jika tidak sadar pula maka barulah diperintahkan memukul, memukul pun bukan memukul seenaknya tapi memukul untuk menyadarkan. dan diakhir ayat dijelaskan pula  bahwa seorang suami tidak boleh mencari-cari jalan untuk menyusahkan Istri.

Artinya kalau membaca sebuah statemen Staff IDI di atas, sangat tidak pas, hanya menggiring dan menyesatkan opini pembaca terhadap Islam.



Selanjutnya Setelah melontarkan beberapa statemen secara menyesatkan, Staff IDI menambah penegasan bahwa orang Islam mungkin lebih menghargai wanita, tapi Islam tidak, ini juga sebuah tuduhan dan penggiringan opini secara seenaknya. Dengan bersikap dusta lantas menggunakan dusta untuk menyebarkan agama, seperti itukah ajaran KASIH?
Untuk semakin meyakinkan pembaca Staff IDI menambah-nambah dengan beberapa kasus yang Jelas Merupakan Kasus bukan bersumber dari ajaran Islam, semisal kasus di Arab saudi. di Indonesia dan negara Islam yang lain, hal tersebut tak jadi soal, DIskriminasi wanita oleh Taliban dan seterusnya, kalau kita bicara kasus, kita bisa membaca sejarah seperti apa perlakuan Gereja/Kristen ketika mereka berkuasa di Barat, apa perlakuan mereka? Sejarah Feminisme, kesetaraan Gender lahir karena diskriminasi terhadap wanita di Barat karna agama Kristen. semua pakar sejarah mengakui hal tersebut.



Yang Mendiskriminasi Wanita, Islam atau Kristen/ Alkitab?

Di atas Staff IDI hanya menyajikan kedustaan terhadap Islam untuk menyatakan Islam mendiskriminasi wanita, dengan menyimpulkan seenaknya dan memelintir ayat-ayat tersebut, kemudian dengan bangga padahal Dusta, Staff IDI menampilkan ayat-ayat Alkitab yang seolah-olah menyanjung wanita, Lalu lengkaplah kedustaanya, bahwa Islam merendahkan wanita dan kristen lebih menghargai wanita.

Padahal kalau kita bersikap Jujur memaparkan Isi Alkitab, niscaya akan kita temukan secara nyata dan fakta bahwa Alkitab lebih sadis dan sangat merendahkan wanita.

Mari kita paparkan satu persatu secara lengkap seperti apa Alkitab bicara tentang wanita.

1. Wanita harus berdiam diri.

"Melainkan hendaklah ia berdiam diri" (I Timotius 2:11-12)

Komentar: Ayat inilah yang menyebabkan wnaita kristen terbelakang, Wanita Kristen yang maju hanyalah wanita yang meninggalkan ajaran agamanya.

2. Harus merendahkan diri.

"Dan bersungguh-sungguh merendahkan dirinya" (I Timotius: 2:11-12)

Komentar: Kalau rendah hati ( tidak sombong ) Pasti sangat baik, tapi kalau rendah diri ? = Tidak percaya diri.. apa jadinya wnaita Kristen??

3. Tidak Boleh Mengajar dan memerintah laki-laki

"Aku tidak mengijinakn seorang perempuan mengajar dan memerintah atas laki-laki (I Timotius 2: 11-12)

Komentar: Sangat simple, Ratu Inggris harus turun dari tahta, karena dia tak boleh mengajar dan memerintah laki-laki, kenyataanya berapa banyak wanita kristen yang tak melaksanakan ajaran Ini?? apa jadinya kalau wanita mengejakan perintah bible ini?? pasti wanita kristen akan benar-benar terbelakang dan terdiskriminasi.

4. Tunduk kepada Suami dalam tiap-tiap perkara

"...demikianpun hendaknya segala istri tunduk kepada suaminya dalam tiap-tiap perkara"(Efesus 5: 22-24)

Komentar: haruskan istri taat secara total kepaa suami?? termasuk kalau disuruh melacurkan diri juga harus taat, disuruh mencuri taat, disuruh mengerjakan perkerjaan suami taat??
benar-benar menyedihkan ajaran kristen yang dibanggakan Staff IDI ini.

5. Harus berdiam diri dalam pertemuan jemaat.

"sama seperti dalam pertemuan jemaat orang-orang kudus, perempuan-perempuan harus berdiam diri dalam pertemuan jemaat" ( I Korintus 14:34)

Komentar: ayat ini sepertinya sudah tak lagi di indahkan oleh para wanita kristen, karena kenyataanya wanita kristen berlomba-lomba mengeraskan suaranya di dalam gereja ketika bernyanyi.

6. tidak boleh bicara dalam pertemuan jemaat
"sebab mereka tidak diperbolehkan berbicara dalampertemuan jemaat" (I Korintus 14:34)
Komentar: Bukankah orang-orang yang mengaku fanatik alkitab dengan enteng sekali melanggar larangan Alkitab sendiri, berapa banyak penginjil pengkhotbah dan evangelis perempuan saat ini? diluar hitungan jari. bukankah mereka selalu melanggar Alkitab tanpa menyadarinya?

7.tidak sopan bagi wanita berbicara di dalam pertemuan jemaat (Ikorintus 14:36)

Komentar, kenyataanya kristen santai saja, bilang sopan-sopan saja.

8. Pimpinan Wanita adalah laki-laki  (I Korintus 11:3)

Kayanya Ratu Inggris harus turun dari tahtanya.

9. Dilarang mengepang rambutnya

"Rambutnya jangan berkepang-kepang" I Timotius 2:9

Komentar: Nah lho buat cewek kristen g boleh mengepang rambut.

10. Wanita dilarang memakaiemas, mutiara, ataupun pakaian yang mahal-mahal.

"...Jangan memakai emas, mutiara, ataupun pakaian yang mahal-mahal" (I Timotius 2:9)

Komentar: Nasib amat wanita kristen, dilarang memakai emas, mutiara, dan pakaian mahal-mahal. jadi kalau Nikah emas kawinnya ya g boleh emas dong, g boleh pakai perhiasan. dan tidak boleh pula menggunakan pakaian yang mahal. lagi-Lagi wanita kristen harus siap-siap jadi yang paling terbelakang kalau mengamalkan ayat ini.

11. Anak perempuan dapat dijual oleh ayahnya.

"Apabila ada seorang menjual anaknya yang perempuan sebagai budak. maka perempuan itu tidak boleh keluar seperti cara budak-budak lelaki keluar" (Keluaran 21:7)

Komentar: Hebat sekali Alkitab melegalkan menjual anak perempuan untuk dijadikan budak. Betapa merana sekali menjadi wanita kalau Kristen mengamalkan ayat ini.

12. wanita yang menolong suaminya harus dipotong tangannya (Ulangan 25:11-12)


13. Wanita harus menudungi kepalanya.

"tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebba ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya. sebab jika perempuan tidak mau menudungi kepalanya. Maka harusah ia juga menggunting rambutnya. tetapi Jika bagi perempuan adalah penhinaan, bahwa rambutnya digunting atau dicukur, maka haruslah ia menudungi kepalanya.  (IKorintus 11:5-6 dan 13)

Komentar: berapa banyak wanita kristen yang pergi ke gereja tidak menudung kepalanya? berapa banyak yang melanggar? dan santai-santai saja.
Bukankah menurut ALkitab mereka semua harus mencukur rambutnya kalau tidak menudung kepalanya? bisa dibayangkan berapa banyak wanita kristen yang tak berambut kalau mempraktekan ayat ini. malang benar kalau mengamalkan kristen bagi wanita.

14. Seorang anak perempuan tidak memiliki hak waris kalau yang meninggal punya saudara laki-laki.

Bila seorang ayah meninggal dan meninggalkan anak laki-laki  dan anak perempuan maka yang menjadi pewari hanyalah anak laki-laki sedangkan anak perempuan tidak mendapatkan warisan. (Bilangan 27: 1-11)

Komentar: Masya Allah, Staff IDI sebelumnya di atas menyebut Islam tidak adil karena hak waris wanita cuma satu sedangkan anak laki-laki dua bagian. Lantas ternyata ajaran yang dibanggakan dengan kedustaan oleh Staff IDI lebih parah dan lebih kejam. yakni anak perempuan tidak mendapatkan harta waris kalau ternyata ia punya saudara laki-laki. hebat bukan.



Berdasarkan ayat-ayat Alkitab yang telah kami sebutkan di atas, Pembaca dapat menilai manakah ajaran yang menghargai pria dan wanita secara adil dan mana yang memang memang merendahkan wanita?
Apakah Al-Qur'an atau Alkitab yang selama ini dielu-elukan oleh staff IDI.
Pembaca dapat menilainya sendiri.


Wallahu A'lam Bis Showab.





Kami sangat menghargai komentar pembaca sekalian, baik saran, kritik, bantahan dan lain sebagainya. 
Bagi pembaca yang ingin berkomentar silahkan untuk login dengan mengklik Login di Tombol Login komentar dan pilih akun yang ingin anda gunakan untuk Login, Bisa dengan Facebook, Twitter, Gmail dsb. 
 peraturan komentar: 
1. komentar pendek atau panjang tidak masalah, baik lebih dari satu kolom juga tidak apa-apa. 
2. komentar menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar tidak berbelit-belit. 
3. tidak menggunakan kata-kata kotor, hujat atau caci maki
4. langsung pada topik permasalahan
Menjawab IsaIslamdankaumwanita(Dot)com Al-Quran, Injil dan Wanita Reviewed by Muslim Say on 1:09 PM Rating: 5 Tulisan kali ini  kami akan memberikan tanggapan atas sebuah tulisan Staff IDI melalui situs Isaislamdankaumwanita.com yang isinya berbicar...

No comments: