Menjawab Situs Isaislamdanwanita(dot)com Muhammad Menikahi Istri Anak Angkatnya - Muslim Says

728x90 AdSpace

Trending
Wednesday, April 3, 2013

Menjawab Situs Isaislamdanwanita(dot)com Muhammad Menikahi Istri Anak Angkatnya

http://www.sekolah123.com/images/content/articles/tips%20menjaga%20perasaan%20anak%20angkat_1339998534.jpg

Kali Ini staff Idi masih membahas masalah Adopsi, namun di sini Staff IDI menyerang pribadi Nabi Muhammad yang menikahi istri dari anak angkatnya yakni Zaid ketika Zaid menceraikannya. Di sini Dengan sikap yang sama pada setiap artikelnya yakni Dusta Staff IDI menyerang ajaran Islam, menciptakan persepsi buruk terhadap ajaran Islam.
Pembaca dapat membaca secara penuh tulisan staff IDI di sini:

Muhammad Menikahi Istri Anak Angkatnya

Salah satu tradisi Arab yang bagus dan pantas diikuti adalah kebiasaan mengangkat anak. Jika semua bangsa memiliki dan mengikuti tradisi ini, maka jumlah anak yatim piatu pasti sangat menurun. Tradisi Arab menekankan bahwa anak angkat berarti statusnya sama dengan anak kandung dalam semua ketentuan dan hukumnya.

Muhammad dan isterinya Khadijah mengikuti tradisi ini. Itu sebabnya, ia mengangkat anak yang bernama Zaid (Zaid bin Muhammad). Tradisi Timur Tengah ini sudah diterapkan selama ribuan tahun sebelum zaman Muhammad.

Isteri pertama Zaid bin Muhammad adalah Ummu Kutsum. Atas permintaan Muhammad, dia menikah lagi dengan Zainab, anak dari bibi Muhammad sendiri.
Muhammad Menghalalkan yang Haram

Setelah berjumpa dengan Zainab, hati Muhammad gelisah. Keinginan Muhammad untuk menikahi Zainab muncul. Namun keinginannya terhambat oleh tradisi Arab, dimana menikahi istri anak angkat sama dengan menikahi istri anak sendiri, dan itu sangat tabu.

Keinginan Muhammad itu akhirnya terkabul. Zaid mengambil keputusan menceraikan Zainab. Muhammad pun mengambil Zainab sebagai istrinya. Lalu, turunlah wahyu berikutnya kepada Muhammad.  "Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya (menceraikannya), Kami kawinlah kamu dengan dia (Zainab) supaya tidak ada keberatan bagi orang mukmin untuk (mengawini) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adalah ketetapan Allah itu pasti terjadi" (Qs 33:37).

Dalam hal ini, Muhammad telah mengubah tradisi Arab yang baik. Dan menjadi petunjuk baru bagi umat Muslim, bahwa anak angkat bukanlah anak sendiri dan termasuk isteri-isteri anak angkat halal dinikahi (Qs 33:5).
Bagaimana Penilaian Isa Al-Masih pada Pernikahan Ini?

Menarik untuk mengingat bahwa Adam hanya mempunyai satu istri yaitu Hawa. Adapun umur Adam "mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati" (Kitab Taurat, Kitab Kejadian 5:5). Bagaimana mungkin Adam bisa hidup hanya dengan satu istri saja selama 930 tahun? Padahal Hawa-lah yang menjerumuskan Adam untuk makan buah Kuldi sehingga mereka terbuang dari Firdaus. Tetapi Adam tetap setia pada Hawa. Adam mengingat syariat Allah bahwa ia sudah bersatu dengan Hawa seumur hidupnya.

Hal ini jugalah yang ditegaskan Isa Al-Masih kepada pengikut-Nya, "Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia" (Injil, Rasul Besar Matius 19:5-6).

Pertanyaannya adalah: Mengapa Nabi Muhammad dan pria Muslim gemar bercerai? Jawabannya, karena masalah dosa hati!

Isa Al-masih mengatakan, "Kamu telah mendengar firman: Jangan berzinah. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya" (Menurut Injil, Surat Rasul Besar Matius 5:27-28)

Karena Isa Al-Masih adalah Roh Allah dan Kalimat Allah, maka Ia tahu benar hati  manusia yang penuh dengan keinginan dosa. Ia juga tahu benar bagaimana mendapatkan jalan keluar dari masalah dosa keinginan ini. Sebab untuk itulah Dia datang ke dunia. Untuk mengubah hati manusia yang kotor dengan dosa dan menjadikannya baru.

[Staf Isa dan Islam – Rindukah hati saudara diubah menjadi baru oleh Isa Al-Masih? Artikel tentang Hidup yang Baru dapat membantu saudara mewujudkannya.]

 http://www.isaislamdankaumwanita.com/pernikahan/muhammad-menikahi-istri-anak-angkatnya


 Staff IDI memang ska berdusta, kali ini staff IDI dengan sikap dustanya, menyatakan Islam melarang adopsi lalu menyerang pribadi nabi Muhammad Saw yang menikahi janda dari anak angkatnya. Dengan menggiring opini pembaca bahwa ajaran Adopsi adalah perbuatan baik yang dipraktekan oleh hampir semua bangsa lantas Islam malah melarang hal tersebut. nah Ini dustanya. Islam tak pernah melarang Adopsi, hanya saja Islam mengatur ketentuan Adopsi.

Benarkah Islam Melarang Adopsi?


Islam tidak pernah melarang Adopsi, Istilah larang melarang dalam Islam selalu dikaitkan dengan Haram, Diharamkan dalam Islam. padahal tidak ada satu ayat pun yang mengharamkan atau melarang Adopsi, bahkan tidak ada satu ulama pun yang mengharamkan hal tersebut.
Islam hanya mengatur praktek Adopsi yang keliru, yakni menyamakan Anak angkat dengan anak kandung. Padahal anak angkat dengan anak kandung tidak sama. walaupun dalam hal kasih sayang, cinta dan lain sebagainya sama dengan anak kandung, tetap saja terdapat perbedaan mendasar yang tak bisa dilepaskan yakni perbedaan nasab (darah/hubungan keluarga) yang sudah ditakdirkan Allah berbeda. Maka dari itu apa-apa yang terkait dengan nasab inilah yang pada akhirnya diatur oleh Islam.

Semisal Menikah, dalam Islam pria dan wanita dihalalkan menikah apa bila tidak ada hubungan Nasab (darah/keluarga). Maka ketika bicara anak Angkat sangat jelas tidak ada hubungan darah di sini.

Bahkan sains sendiri membuktikan bahwa sedekat apapun anak angkat tak akan memiliki pengaruh apa-apa dalam hal nasab (darah) karena kita tahu ketika Pria dan wanita menikah sementara mereka terdapat hubungan darah (keluarga) semisal saudara, maka dapat berakibat fatal pada keturunannya.  Dan ini tak akan terjadi pada anak Angkat.

Justru disinilah Islam meluruskan pandangan salah atau keliru dalam masyarakat bahwa Status anak Angkat sama dengan anak Kandung padahal jelas-jelas berbeda.

Dan kemudian di pelintir dengan cara lici dan dusta oleh Staff IDI bahwa Islam melarang Adopsi padahal tidak di larang tapi diatur.

Bahkan di Indonesia, di negeri Arab kita bisa menemukan berapa banyak umat Islam yang mempraktekan Adopsi.

Artinya Staff IDI yang memang sudah mendarah daging Prilaku Dustanya, maka sangat wajar, situs yang dikelola dengan pendanaan yang sangat besar, diIklankan secara besar-besaran pula memang ditujukan untuk menyesatkan manusia dari jalan yang benar. Karena tujuannya memang ingin menyesatkan maka jangan kaget isinya selalu disertai Dusta, menipu dan lain sebagainya.
Kita bisa membaca Staff IDI menggiring opini pembaca bahwa Nabi Muhammad dan pria muslim gemar kawin cerai, Nah ini dusta lagi, Bercerai jelas tak sama dengan gemar kawin cerai. selanjutnya mengutip ayat-ayat Alkitab seolah-olah ajaran Alkitab lebih mulia, menyatakan soal Zina Hati. Kalau kita bicara jujur melihat realita apa yang terjadi pada umat Kristen sekarang khususnya pada titik Zina Hati atau Zina secara umum, berapa banyak Pastor, Pendeta bahkan paus yang tersandung kasus Pelecehan seksual, pedofilia. Bahkan calon kandidat Paus sendiri hampir semuanya tersandung Kasus Pedofilia!!!

Hal yang seperti inikah yang dibanggakan Staff IDI dengan berbagai kedustaanya di situsnya?

Dengan menyamar menggunakan simbol Islam, nama Islam, pengakuan palsu dan seterusnya dilancarkan Staff IDI. Memang sangat menggambarkan ajaran Kasih secara sempurna.


Wallahu A'lam Bish showab.



 



Kami sangat menghargai komentar pembaca sekalian, baik saran, kritik, bantahan dan lain sebagainya. 

Bagi pembaca yang ingin berkomentar silahkan untuk login dengan mengklik Login di Tombol Login komentar dan pilih akun yang ingin anda gunakan untuk Login, Bisa dengan Facebook, Twitter, Gmail dsb. 
 peraturan komentar: 
1. komentar pendek atau panjang tidak masalah, baik lebih dari satu kolom juga tidak apa-apa. 
2. komentar menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar tidak berbelit-belit. 
3. tidak menggunakan kata-kata kotor, hujat atau caci maki
4. langsung pada topik permasalahan
Menjawab Situs Isaislamdanwanita(dot)com Muhammad Menikahi Istri Anak Angkatnya Reviewed by Muslim Say on 12:54 PM Rating: 5 Kali Ini staff Idi masih membahas masalah Adopsi, namun di sini Staff IDI menyerang pribadi Nabi Muhammad yang menikahi istri dari anak a...

2 comments:

  1. mungkin sangat bagus diceritakan, bagaimana nabi tiba tiba ingin menikahi Zaenab. Ini akan memberikan gambaran tentang apa yang terjadi. Wassalam

    ReplyDelete
  2. untuk saudara ahmad, sebelumnya kami sudah memberikan gambaran sekilas mengenai kenapa nabi menikahi zainab, karna semata2 untk mengikis pandangan keliru ketika it bahwa anak angkat sama kedudukanya dgn anak kandung dalam hak nashab /hubungan darah.
    Anda bisa membaca artikel berikut:
    www.muslimsays.com/2012/03/rasulullah-menyalahi-hukum-alquran.html

    ReplyDelete