Menjawab Kesalahan Tata Bahasa Al Quran - Muslim Says

728x90 AdSpace

Trending
Saturday, December 28, 2013

Menjawab Kesalahan Tata Bahasa Al Quran

Zakaria boutros merupakan sumber copy paste Faith freedom indonesia dan salah salah satu pitnah dan tuduhan faith freedom indonesia yang diambil dari tulisan zakaria boutros adalah tentang kesalahan tata bahasa dalam alqur’an atau kesalahan nahwu sorop mari kita ulas bersama tentang tuduhan musuh allah yg terlaknat.
Salah satu tuduhan kafir laknatullah, adalah bahwa Al Qur’an terdapat banyak kesalahan tata bahasa atau gramer, Apakah mungkin Al Qur’an mengalami kesalahan tata bahasa, sedangkan ilmu tata bahasa diambil dari Al Qur’an, Ilmuan bahasa Arab membuat kaiidah bahasa arab ( Nahwu Shorof), untuk mempelajari maksud dari Al Qur’an, dan semua ilmu tata bahasa diambil dari Al Qur’an jadi mustahil Al Qur’an terdapat kesalahan tata bahasa Arab.
Dan para kuffar berusaha mencari kesalahan dalam Al Qur’an seperti subhat mereka tentang:
ROPA’ MA’TUB ALA MANASUB(رفع المعطوف على المنصوب) :
Dalam Surat AL-Maidah ayat: 69
Ayat ini sering digemborkan oleh Orientalis dan mesionaris kristen yang dibayar oleh pihak tertentu untuk membuktikan kesalahan dalam alqu’an, padahal ini semua karena kebodohan mereka dalam memahami bahasa arab alqur’an, kita semua tahu bahwa tidak semua orang arab bisa mengerti bahasa alqur’an, sebab bahasa alqur’an sangat tinggi dan agung berbeda dengan bahasa arab konpensional, Dan ini adalah salah satu bukti bahwa Al Qur’an adalah kitab suci dari tuhan, sebab semua kitab suci yang dari tuhan mesti berbeda dengan buku yang dibuat manusia, sebab secara logis tuhan pasti berbeda dengan mahluk begitu juga dengan kitab sucinya, coba kita perhatikan tuduhan kesalahan grametika dalam Al Qur’an, dalam surat Al Maidah dibawah ini
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَادُواْ وَالصَّابِئُونَ وَالنَّصَارَى
مَنْ آمَنَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وعَمِلَ صَالِحًا فَلاَ خَوْفٌ
عَلَيْهِمْ وَلاَ هُمْ يَحْزَنُونَ
Menurut mereka( kafir).Surat Al Maidah ayat 69 adalah salah secara tata bahasa Arab karena bentuk “raf’a”, وَالصَّابِئُونَ “waalssabioona” , tapi mendapat kata إِنَّ Inna, yang menjadi tanda bentuk kategori “nasb”. Sebuah kesalahan yang sangat jelas terlihat.
Surat Al Baqara ayat 62 adalah salah secara tata bahasa Arab karena telah berbentuk kategori “nasb”, وَالصَّابِئِينَ waalssabieena , tetapi kata tersebut menjadi subjek dari sebuah kata kerja, yaitu “beriman kepada Allah”, sedangkan bentuk kategori “nasb” yang seharusnya adalah kata tersebut menjadi objek dari sebuah kata kerja.
Beralih menuju per kata dalam ayat ini dan apa pendapat jumhur ilmu nahwu dan shorof tentang ayat ini dan perkatan ulama tafsir seperti dibawah ini:
Pertama: Dari Ulam jumhur nahwu basrah berkata:
Inna ( ان ) dan Asobiun ( الصابئون) Marpu’ ‘alan anahu maubtada ( مرفوع على انه مبتد)
dan khobarnya mahzub ัyadulu alaihi khobar magoblahuوخبره مخذوف يدل عليه خبر ماقبله) :إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْีJamhur nahwu mengatakan: والنية التأخير atau mengakhirkan kata assobiun ( الصابئون)setelah kata: wannasoro (والنصارى)dan ini adalah bentuk nizom makna:
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَادُواْ وَالنَّصَارَى من امن منهم بالله واليوم الأخر فلا خوف عليهم ولا هم يخزنون والصابئون كذلك. Sesungguhnya orang mukmin orang yahudi orang kristen siapa saja diantara mereka yang beriman kepada allah dan hari akhir kamudian mereka beramal sholeh mereka mendapt pahala dari sisi tuhan tidak ada kewatiran terhadap mereka dan mereka tidak pula mereka bersedih hati. demikian juga orang sabiin( orang yang keluar dari agama samawiyah)Mereka juga akan mendapat ganjaran yang serupa dengan orang mukmin,yahudi dan nasrani jikalau mereka beriman kepada allah dan beramal saleh.
Dan segi pemakaan kalimat arab, jumlah ismiyah muakadah dengan inna, boleh disebutkan mubtada yang lain selain isim, dan inna disebutkan satu khobar bagi isim” inna” dan dibuang khobar mubtada kedua menunjukkan khobar isim atau membuang khobar isim ” INNA” Dan menjadikan khobar yang disebut untuk mubtada yang kedua menunjukkan khobar isim”INNA” MAHZUB.Dan jelas menurut jumhur ulama nahwu basrah ayat ini terlepas dari kesalahan
Pendapat kedua: Dan inna ( ان)Didalam surat almaidah bukanlah,INNA NASIHAH (ان”الناسخة) Yang menasabkan mubtada dan meropakkan khobar akan tetapi ia bermakna” iya” yaitu harpun jawab(حرف جواب)dan tidak dipakai dalam jumlah ismiyah, tidak nasab dan juga tidak khobar, karena allaziina( الذين)Adalah ismun mausul (اسم الموصول) mabni fi mahli ropa’.Dan alamat ropa’nya waw (واو).Karena jama’ muzakkaris salim, dan mupradnya:Sobii (صابئ)
Dan semua dari kata: allazina(الذين).Dan assobiun ( الصابئون), Dan wannasoro (والنصارى)Ialah ; اسماء مرفوعةاما محلا.وهما:
Allaziina ( الذين)ialah مبنية فى محل رفع. Dan wannasoro (والنصارى),Marpu’dengan dommah muqadaroh karena isim maqsur yang tidak dijelaskan akhir harokatnya, dan assobiun ( الصابئون)Marpu’lapaz dengan waw jama’
Dan zamahsari mupasir memilih pendapat yang pertama yaitu mazhab Jamhur ulama nahwu basroh.
Dan Imam Syaukani mengatakan: والصابئون: مرفوع على ابتداء.Dan khobrnya mahzub.
واتقدير:إِنَّ الَّذِينَ آمَنُواْ وَالَّذِينَ هَادُواْ من امن بالله واليوم الأخر وعمل صالحافلا خوف عليهم ولا هم يخزنون والصابئون والنصارى كذالك
Sesungguhnya orang mukmin,orang yahudi, siapa saja diantara mereka yang berimana kepada allah dan hari akhir dan melakukan amal sholeh, mereka mendapt pahala dari sisi tuhan tidak ada kewatiran terhadap mereka dan mereka tidak pula mereka bersedih hati, demikian juga dengan orang saabiin dan orang nasrani.
secara umum penetapan والنصارا معطوف على ان الذين امنوا والذين هادو
Dan perbedaan balaghoh dalam ayat ini untu memudahkan perbedaan tiga sekte yang disebutkan allah yaitu:
-الذين امنو – الذين هادو – النصارى – الصائبون
Tiga golongan yang pertama yang disebutkan dalam alqur’an mempunyai ikatan yang kuat karena masing-masing golongan tuhan memberikan kitab suci kepada mereka dan atas mereka ada rosul dari sisi tuhan sebagai berikut:
1. Orang yang Beriman ( Islam) : kitab sucinya Alqur’an dan Nabinya Muhammad saw
2. Orang Yahudi kitab suci mereka Taurat dan nabi mereka Musa alaihi wasallam
3. orang Nashara kitab suci mereka Injil dan nabi mereka Isa alaihi wasallam
Sedangkan golongan yang terakhir Assoibun adalah golongan yang keluar dari dari tiga golongan tersebut mereka tidak mempunyai kitab suci dari tuhan dan tidak ada rosul atas mereka
Dan maqom yang dibicarakan ayat tersebut Allah akan menerima amal mereka disisi tuhan apabila mereka beriman dengan iman yang benar dan melakukan amal soleh dan Allah akan menghapus kesalahan mereka sebelum beriman dan Allah tidak melihat masa lalu mereka yang telah mereka kerjakan yang selalu bermaksiat kepada allah dan menyekutukan allah dan jikalau mereka mengantinya dengan iman kepada Allah dan melakukan amal sholeh Allah akan memberikan ganjaran pahala seperti orang yang beriman( Islam)
Haadu: Yakni orang Yahudi yang mana disaat turunnya alqur’an kebanyakan mereka menyimpang dari agama mereka dan berpaling dari kebenaran dan mereka merubag dan mengganti apa yang diturunkan Allah kepada mereka, Dan apabila mereka beriman dengan iman yang benar dan bertaubat kepada allah dan mengikuti apa yang diturunkan allah kepada penutup rosul nabi muhammad saw, maka mereka akan aman dari azab allah dan mereka tidak takut dan bersedih.
Begitu juga dengan orang Nashara mereka menjadikan tuhan mempunyai anak atau menuhan isa ibn maryam dan mereka melenceng dari ajaran agama mereka, dan apabila mereka beriman dengan iman yang benar , dan memperbaiki perbuatan mereka dan beriman kepada rosul terakhir yakni muhammad saw dan melakukan amal sholeh maka usaha mereka akan dibalas disisi tuhan dan allah akan menghilangkan rasa takut mereka dan mereka tidak bersedih hati.
Kamudia ada golongan tambahan yaitu orang Shoibin mereka keluar dari agama samawiyah dan allah juga akan menerima mereka dan mengampuni mereka sebabgai mana allah mengampuni orang yahudi dan nassooro yang beriman kepada Allah dan rosulNya.
Dan coba kita perhatikan hurup waw pada kata shooibuun bukan a’top pada mupradat akan tetapi a’topnya kepada jumlah dan waw yang diatopkan pada jumlah atas yang lain dan tidak digunakan didalam mupradath jumlah ma’tupah, dan Ia tidak nasab tidak nasab dan tidak jar. akan tetapi taarobit baina jumlataini ma’tupah. dan ma’tupnya kepada ma’na bukan kepada kepada harokat i’robnya.
Dan sangat jelas dari sini ayat Al Qur’an terbebas dari tuduhan orang kafir laknatullah bagaimana mungkin alqur’an salah dalam tata bahasa atau qoidah nahwu shorop sedangkan ilmu nahwu shorof diambil dari Al Qur’an, Sungguh sangat mustahil jikalau ada orang salah dalam mengukur panjang lalu penggarisnya yang kita salahkan, terima kasih semoga bermanfaat, dan semoga kita senantiasa dalam lindungan Allah dari tipu daya musuh-musuh Islam.
wassalam

Kami sangat menghargai komentar pembaca sekalian, baik saran, kritik, bantahan dan lain sebagainya. 
Bagi pembaca yang ingin berkomentar silahkan untuk login dengan mengklik Login di Tombol Login komentar dan pilih akun yang ingin anda gunakan untuk Login, Bisa dengan Facebook, Twitter, Gmail dsb. 
 peraturan komentar: 
1. komentar pendek atau panjang tidak masalah, baik lebih dari satu kolom juga tidak apa-apa. 
2. komentar menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar tidak berbelit-belit. 
3. tidak menggunakan kata-kata kotor, hujat atau caci maki
4. langsung pada topik permasalahan
izmy azhary

Lulusan Sarjana Komunikasi Islam kampus Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Mohammad Natsir Jakarta, aktif menulis dan diskusi masalah keislaman dan perbandingan agama.

Website: Langit Merah

Menjawab Kesalahan Tata Bahasa Al Quran Reviewed by izmy azhary on 9:00 PM Rating: 5 Zakaria boutros merupakan sumber copy paste Faith freedom indonesia dan salah salah satu pitnah dan tuduhan faith freedom indonesia yang...

1 comment: