Renungan untuk Pembenci dan Pencela Poligami - Muslim Says

728x90 AdSpace

Trending
Monday, October 27, 2014

Renungan untuk Pembenci dan Pencela Poligami

Ilustrasi anti poligami @magingalagadngsining
Poligami hanya untuk memperturutkan hawa nafsu! Dasar, besar nafsu, tidak cukup dengan satu istri!
Begitulah tanggapan sebagian kita ketika melihat seseorang berpoligami.
Terus sekarang, apakah tercela bila seseorang menikah lagi karena dia memiliki nafsu seks yang tinggi?
Sebelum dikaji dari segi hukumnya, dari segi kemanusiaan saja, kita tidak menemukan orang yang bermasalah karena nafsu seksnya besar bila dia salurkan pada jalan yang benar (kita garis bawahi kata-kata "bila dia salurkan pada jalan yang benar"). Tapi, kita temukan rumah tangga yang berantakan gara-gara suaminya lemah syahwat (impoten).
Jadi, besar syahwat bukanlah aib bila disalurkan melalui cara yang diridhai Allah Swt, bahkan termasuk perbuatan terpuji. Justru aib yang sangat memalukan bagi laki-laki jika dia lemah syahwat. Hingga penderitanya rela menghabiskan uang demi mengobati kekurangannya itu. Pabrik obat kuat pun menjamur karenanya.
Salah satu hal yang membuat kedengkian orang-orang Yahudi kepada Rasulullah Saw adalah kelebihan yang dikaruniakan Allah Swt kepada beliau dalam masalah ini. Rasulullah Saw diberi kekuatan 30 orang laki-laki. Hingga beliau mampu menggiliri sembilan orang istrinya dalam sehari-semalam.
Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari yang berasal dari Anas bin Malik. Apakah masuk akal, bila Allah Swt membenci syahwat tinggi kemudian mengaruniakannya kepada Rasul yang paling mulia dan paling dicintai-Nya melebihi yang Dia berikan kepada manusia biasa?
Lalu kalau ditinjau dari syari'at, apakah boleh seseorang menikah lagi karena nafsu seksnya tinggi? Bukan seperti alasan yang dibuat-buat oleh pembenci poligami. Diantaranya, karena ingin mengayomi janda-janda tua. Sehingga kalau mau menikah lagi, carilah perempuan tua yang sudah reot. Atau ingin mengayomi anak yatim, maka cari janda beranak banyak. Entah cerita dari mana yang mengatakan seperti itu dan apa dalilnya?
Mari kita pelajari dengan saksama ayat dan hadits berikut ini.
1. Hadits yang selalu kita dengar
«يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ، وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ، فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ»


"Wahai, para pemuda! Barangsiapa diantara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menikahlah. Karena menikah lebih menundukkan pandangan dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa (shaum). Karena shaum dapat membentengi dirinya." (Mutafaq’alaih)

Dari hadits ini kita mendapatkan motivasi untuk menikah yang disebutkan oleh Rasulullah Saw hanya dua; untuk menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan. Bukankah keduanya itu letak syahwat yang paling tinggi?
2. Rasulullah mengatakan,
وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، أَيَأتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ؟ قَالَ: «أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ؟ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلَالِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ
Dan pada kemaluan salah seorang kalian ada sedekah. Para shahabat bertanya, "Ya Rasulullah, apakah salah seorang di antara kami mendatangi syahwatnya lalu dia berhak mendapatkan pahala?" Rasulullah menjawab, "Bagaimana pendapat kalian kalau ia meletakkannya pada jalan yang haram, apakah dia mendapatkan dosa? Maka demikian juga, bila dia meletakkannya pada jalan yang halal, dia berhak mendapatkan pahala."
Rasulullah Saw sendiri mengatakan, sekalipun yang dilakukan seseorang adalah memuaskan nafsunya, namun pada jalur yang halal, dia berhak mendapatkan pahala. Lalu, apa hak kita mencelanya sebagai orang yang besar nafsu, bersyahwat tinggi? Justru dengan demikian kita sudah melakukan celaan terhadap sesuatu yang harusnya dipuji.
Jadi, bila seseorang sudah melakukan kewajibannya secara syar'i dengan bertanggungjawab terhadap keluarganya, tidak ada hak kita mencelanya, apalagi mempergunjingkan. Jangan lakukan dosa demi bersimpati kepada orang yang sebenarnya tidak butuh simpati kita.
3. Allah Swt menyebutkan kriteria orang-orang yang berhak memasuki surga Firdaus, surga yang paling tinggi.
Kriteria keempatnya adalah,
وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ. إِلا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ. فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاءَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ
"Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki. Maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik it,u maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas." (Qs. al Mu'minun [23]: 5-7)
Coba kita tadabburi ayat ini dengan dada lapang. Allah Swt menyebutkan bahwa orang yang selamat di akhirat nanti, diantara ciri-cirinya adalah orang yang menjaga syahwat kemaluannya dengan menyalurkannya kepada jalan yang dihalalkan oleh Allah Swt. Allah Swt tidak menyebutkan bahwa ciri-ciri orang yang berhak menempati surga Firdaus ialah orang yang lemah syahwat atau tidak bersyahwat sama sekali. Allah Swt menurunkan syariatnya bukan untuk membunuh syahwat dan hawa nafsu hamba-Nya, tapi mengaturnya supaya mengalir pada jalur yang diridhai-Nya.
Bahkan, manusia diberi Allah Swt pahala dan hadiah surga karena ia sudah bersusah payah mengendalikan hawa nafsunya kepada jalan yang benar. Bukan karena ia mematikan atau menghambat hawa nafsunya. Allah Swt hanya menyuruh hamba-Nya untuk mengendalikan, supaya tetap tersalurkan pada jalur yang benar. [bersambung]
Penulis : Ustadz Zulfi Akmal I Bersama Dakwah
Renungan untuk Pembenci dan Pencela Poligami Reviewed by Muslim Say on 1:08 AM Rating: 5 Ilustrasi anti poligami @ magingalagadngsining Poligami hanya untuk memperturutkan hawa nafsu! Dasar, besar nafsu, tidak cukup dengan s...

12 comments:

  1. Renungan singkat
    Poligami mana yang barokah yang tercatat di kitab2 suci ?

    ReplyDelete
  2. di Indonesia saja banyak yang mempraktekan poligami dan mereka hidup bahagia, punya anak punya cucu.

    ReplyDelete
  3. tak ada catatan ilahi yg mampu menunjukan bahwa ada poligami yg barokah....
    Mulai dr poligami ibrahim sd poligami muhammad.

    Di indonesia poligamer berbahagia? oernah dilakukan survey yg jujur ?

    ReplyDelete
  4. ha ha, kamu saja yg tidak tahu, Nabi Abraham di dalam Alkitab saja poligami dan diberkahi tuhan, Ismael dan Ishaq menjadi anak perjanjian Tuhan dan menjadi ketuurna yang besar.

    ReplyDelete
  5. ya ibrahim berpoligami
    APA AKIBATNYA ?
    Arab, eh bukan Palestina vs yahudi selama 5000 tahun

    Daud Poligami
    APA AKIBATNYA ?
    Anak vs bapak,
    Kerajaan terbagi dua

    Apa akibat poligami muhammad? Coba buka kebeningan hati...
    Jawab !!!!

    JAdi adalah poligami yang barokah ?
    JIka ada, maka mereka2 berahlak di atas nabi2 besar.....

    ReplyDelete
  6. Mengapa poligami SEHARUSNYA dikriminalkan?


    Karena poligami menciderai hak asasi wanita. Merendahkan derajat wanita dengan berbagi suami. Sehingga UU pernikahan yang diberlakukan adalah perikatan antara satu orang pria dengan satu orang wanita.
    Padahal UU perkawinan mnyatakan Setiap pria atau wanita dilarang mengadakan perikatan perkawinan dengan pihak lain jika masih terikat dalam sebuah ikatan perkawinan. Dengan demikian pelanggaran UU tersebut merupakan tindakan kriminal.


    Pasal 5 UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan mengijinkan poligami dengan syarat:

    1. Istri/istri-istri mengijinkan,
    Ditunjukkan dengan pernyataan bermaterai. Masalahnya, suami biasanya kawin poligami dulu baru lapor. Ijinbelakangan.

    Apakah ketika suami melirak lirik perempuan deliknya tidak masuk pada zinah dan perselingkuhan pula ? atau kata zinah hanya memaksudkan pada hub sex saja?
    Bukankah poligami dimulai dengan selingkuh dahulu ?

    2) suami mampu menjamin keperluan,
    Apakah slip gaji ASLI ditunjukan pada istri ? Apakah penghasilan tambahan di luar juga dtunjukan pada istri ? Pajak aja ngemplang.. uang suap mau dilaporkan pada istri jugakah ?

    3) suami mampu berlaku adil terhadap istri dan anak.
    Berlaku adil terhadap istri, hendak ditunjukkan dengan apa? Surat bermaterai bahwa suami akan melakukan threesome, foursome, fivesome di atas materai? Jika jumlah hari ada 7, bagaimana 7 dibagi 2, 7 dibagi 3 atau 7 dibagi 4?



    Ayat 3 UU Perkawinan hanya dapat dipenuhi jika jumlah istri ada 7. Satu istri dapat satu hari.

    Kembali pada laptop.. Bahkan tak ada catatan poligami dalam kitab ilahi yang disebutkan barokah.....

    ReplyDelete
  7. ha ha poligami Ibrahim terbukti diberkahi Tuhan, buktinya Tuhan mengadakan perjanjian kepada Abraham dan keturunanya,

    Poligami Daud? itu kan versi Alkitab yang memang suka merubah frman Tuhan dan m encaci Para Nabi, Bahkan Yesus pun keturunan Perzina.

    ReplyDelete
  8. sudah kehabisan bahan ya... poligami tidak ada bedanya dengan pernikahan monogami, bisa bahagia bisa sengsara, tergantung mereka yang berpoligami atau menikah.

    diluar sana banyak orang yagn poligami bahagia sentosa dan ada pula yang sengsara, sama dengan pernikahan diluar san banyak yang menikah dan banyak yg bahagia dan banyak sengsara, apakah karena kasus Tidak bahagia Menikah harus dikriminalkan?? logika kacau kristen.

    Makanya dalam Islam Poligami sama halnya dengan pernikahan harus memenuhi syarat, sebagaimana Nikah yang juga punya syarat harus terpenuhi. ketika ada yang berpoligami atau menikah yang tidak memenuhi syarat maka salahnya bukan Islam tapi Pribadi tersebut yang memang tidak mengindahkan syarat-sayarat yang berujung mudharat berujung sengsara.

    Poligami atau pernikahan yang menyebabkan prahara terjadi ketika syarat-syarat bahkan rukun-rukunhya tidak terpenuhi.

    ReplyDelete
  9. Kehabisan bahan ? wkwkwkwkwkwkwk... mulai darah ttinggi ya ?

    POligami jelas berbeda dengan monogami ... bagaimana anda bisa sebodoh itu menyamakannya ?

    TAK ADA POLIGAMI YANG TERCATAT DALAM KITAB SUCI MANAPUN yang barokah

    ReplyDelete
  10. Diberkahi ?
    wkwkwkwkwk
    Ga bisa baca ya ?

    Muhammad turunan babu.....

    ReplyDelete
  11. itu katan anda doang. realitnya pernikahan Abraham diberkahi Allah, anak-anak merka dikaruniai perjanjian kekal antara Tuhan dan Abraham dan keturunanya, Ismael dan Ishaq akan menjadi bangsa yang besar menjadi raja-raja.

    andaikata Poligami tidak diberkahi niscaya Abraham di laknat Tuhan karena berpoligami.

    anda tidak perlu berputar2 kesana kemari untuk menyalahkan poligami. karena poligam sama dengan monogami.

    Kedua-duanya syariat Allah. dan setiap syariat punya aturan, punya syarat yang harus terpenuhi, ketika praktek syariat tanpa memenuhi syarat niscaya akan membawa kekacauan dan kerusakan. maka yang salah bukan syariatnya tapi pelaku, atau subjek yang melakukan hal tersebut yang tidak mengikuti atau memenuhi syarat.

    ketika ada praktek pernikahan yang ternyata membawa prahara dan penderitaan terhadap wanita apakah kita akan mengatakan bahwa pernikahanlah yang salah? tentu tidak.
    tapi yang disalahkan adalah subjek atau orang yang menikah tersebut tidak memenuhi syarat. sama halnya dengan poligami.

    ketika poligami dilakukan tidak memenuhi syarat maka yang salah bukan poligaminya tapi pelakunya. karena diluar sana masih banyak orang yagn berpoligami dan hidup bahagia tanpa ada masalah. dan nabi sendiri sudah mempraktekan poligami dan semua istri nabi sangat mencintai Nabi.

    ReplyDelete
  12. kata siapa Turunan Babu? Nasab seorang Anak itu dihitung dari Ayahnya bukan dari Ibunya, tradisi Yahudi yang berlangsung berabad-abad dan dituliskan oleh Alkitab nasab mengikuti dari Ayah. perhatikan silsilah nama-nama yang dituliskan Alkitab apakh mengacu ke ayah atau Ibu. maka dari itu Ismael adalah Anak Abraham Sah Abraham dan semua itu dicatat Oleh Alkitab bahwa Ismael anak Abraham. Justru yang patut dipersoalkan adalah Yesus, Jika Kristen mengacu kepada Ibu maka otomatis Yesus pun Keturunan Persundal dan Pezina.

    sayangnya Ternyata Yesus Lahir tanpa ayah, tanpa hubungan biologis katanya, maka secara otomatis Hubungan Nasab dari keturunan Daud terputus, Yesus bukan keturunan Daud.

    Bukti Keberkahan yang selalu anda tanyakan sudah terjawab berulang kali. Allah sudah memberkahi Abraham dan keturunannya, menjadikan mereka perjanjian Kekal, menjadikan abraham dan keturunannya Ismael dan Ishaq seabgai bangsa Yang besar menjadi raja-raja. itu adalah FAKTA yg tdak bisa disangkal.

    ReplyDelete